Haris Azhar Heran BAIS TNI Terlibat Teror ke Andrie Yunus: Harusnya Ngurus Intelijen Perang!

Haris Azhar Heran BAIS TNI Terlibat Teror ke Andrie Yunus: Harusnya Ngurus Intelijen Perang!

Aktivis HAM Haris Azhar menyoroti keterlibatan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam kasus teror air keras ke Andrie Yunus-Disway.id/Fajar Ilman-

JAKARTA, DISWAY.ID - Aktivis HAM Haris Azhar menyoroti keterlibatan empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam kasus teror air keras ke Andrie Yunus

Direktur Lokataru Foundation itu heran, empat prajurit BAIS TNI yang harusnya fokus dalam urusan Intelijen perang malah sibuk meneror Aktivis KontraS, Andrie Yunus. 

BACA JUGA:Heboh Aliran Dana Asing Mengalir ke NGO, Analis: Ujian Nyata Loyalitas Kapolri

BACA JUGA:SETARA: Beda Versi Penyidikan Kasus Aktivis KontraS Munculkan Dugaan Sabotase Penegakan Hukum

Haris mempertanyakan peran intelijen militer yang dinilai tak tepat. 

Ia merujuk pada pernyataan Danpusom TNI yang menyatakan terduga pelaku ada berpangkat Kapten dan Letnan Satu. Hal tersebut bertolak belakang dengan kapasitas dan latar belakang militer. 

Ia menilai, tindakan tersebut sulit dianggap sebagai perbuatan individu semata.

"Lihat profil pelakunya lagi, ada kapten, ada lettu dan lain-lain maka ini adalah anak-anak atau personil-personil dari AKMIL. Artinya intelegensianya cukup tinggi," kata Haris dikutip dari wawancara interaktif sebuah stasiun Televisi swasta. 

Haris menambahkan, teror terhadap Andrie Yunus memiliki pola yang terstruktur dan sistematis. Haris cenderung menduga penggunaan sumber daya mumpuni dalam kasus ini lebih menutupi otak di balik perencanaan tersebut. 

"Nah, tidak mungkin ini berbasis hanya kemarahan terhadap kontraS atau Andrie. Jadi ini sudah disimpulkan sebagai sebuah operasi yang sangat sistematisir menggunakan resources dari negara, yang di-approve oleh pimpinan-pimpinan di dalam institusi BAIS," katanya. 

Keterlibatan BAIS

Haris juga mempertanyakan fungsi dan peran BAIS sebagai lembaga intelijen militer. Ia menyebut terlalu receh jika BAIS terlalu masuk dalam kasus yang sifatnya personal. 

Haris menilai institusi sekelas BAIS TNI harus berfokus pada urusan pertahanan dan intelijen perang, bukan justru menangani atau menyasar aktivis HAM.

BACA JUGA:Haris Azhar Kecewa atas Penahanan Lee Kah Hin, Sebut Ada Praktik 'Perang Dagang'

"Penting juga dilihat bahwa urusan apa intelijen BAIS yang mestinya ngurusin perang atau intelijen perang, malah ngurusin aktivis HAM yang jasanya lebih baik, lebih banyak dibandingkan pejabat-pejabat negara yang korup?" tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait