JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan proyek strategis sektor energi, termasuk Blok Masela, guna memperkuat kerja sama dengan Jepang.
Langkah ini mengemuka setelah pertemuan bilateral antara Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang di Tokyo pada Selasa, 31 Maret 2026.
Pda kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut serta dalam pertemuan.
BACA JUGA:Hitung-Hitungan Kalkulator Pemerintah, WFH Tiap Jumat Bisa Hemat Rp6,2 Triliun
BACA JUGA:ASN WFH 1 Hari Tiap Jumat, Pelajar Tetap Sekolah 5 Hari Sepekan
Bahlil menyatakan, pemerintah akan mendorong percepatan implementasi seluruh kesepakatan yang telah terjalin.
Khususnya yang berkaitan dengan investasi dan proyek energi prioritas.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan Blok Masela yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Menurut Bahlil, keterlibatan perusahaan Jepang seperti Indonesia Petroleum Exploration (INPEX) Corporation dalam proyek gas abadi tersebut menjadi kunci untuk memastikan percepatan realisasi.
Pemerintah pun berkomitmen mengawal proses investasi agar tidak terhambat oleh berbagai kendala teknis maupun regulasi.
BACA JUGA:Bukan Tanpa Alasan, Ini Sebabnya Pemerintah Pilih WFH di Hari Jumat
BACA JUGA:BBM Biodiesel B50 Dipakai Mulai 1 Juli 2026, Apa Aja Sih Keunggulannya?
Ia menambahkan, selain sektor gas, kerja sama Indonesia–Jepang juga diperluas pada pengembangan energi baru terbarukan, panas bumi, serta pengolahan mineral kritis.
Langkah ini sejalan dengan agenda hilirisasi yang tengah didorong pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
"Kami akan memastikan seluruh nota kesepahaman yang telah ditandatangani dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret, termasuk pengembangan gas, panas bumi, dan kerja sama mineral kritis," tegasnya.