RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Belarus, Airlangga Dorong Implementasi Indonesia–EAEU FTA
Indonesia terus berupaya memperkuat eksistensi di Kawasan Eurasia dengan mengoptimalkan seluruh potensi guna meningkatkan perdagangan dan kerja sama ekonomi, antara lain melalui implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesi-Dok. kemenko ekonomi -
JAKARTA, DISWAY.ID -- Indonesia terus berupaya memperkuat eksistensi di Kawasan Eurasia dengan mengoptimalkan seluruh potensi guna meningkatkan perdagangan dan kerja sama ekonomi, antara lain melalui implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA).
Salah satu dari 5 negara Eurasia yang menjadi target penguatan kerja sama ekonomi tersebut adalah Republik Belarus.
Untuk mendorong penguatan kerja sama ekonomi, Pemerintah RI dan Belarus telah melaksanakan Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Minsk, Belarus, Jumat, 15 Mei 2026.
BACA JUGA:Yusril Tegaskan Tak Ada Pelarangan Nobar Film ‘Pesta Babi’: Silakan Nonton
Pertemuan tersebut dipimpin secara bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus Viktor Karankevich.
DPM Karankevich menyampaikan bahwa kedua negara berkomitmen untuk senantiasa menjaga hubungan yang erat di berbagai bidang.
Belarus sangat mendukung pelaksanaan pertemuan SKB kali ini sebagai forum yang penting untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara.
“Kami meyakini bahwa pertemuan ini akan mampu mengidentifikasi sejumlah kerja sama bilateral utama yang dapat diwujudkan dalam rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026,” ujar DPM Karankevich.
Dalam sambutan pembukaan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa SKB kali ini merupakan kelanjutan dari SKB ke-7 yang terakhir diadakan pada masa pandemi di tahun 2022 secara virtual.
BACA JUGA:Link dan Cara Daftar TKM 2026 Kemnaker, Bisa Dapat Bantuan Modal Usaha Rp5 Juta
SKB RI-Belarus berfungsi sebagai kerangka payung untuk kerja sama bilateral, terutama di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknis, dengan tujuan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan ekonomi kedua negara.
Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Belarus terhadap penyelesaian dan penandatanganan Indonesia–EAEU FTA pada bulan Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia.
“Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi. Implementasi Indonesia–EAEU FTA diharapkan dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan,” ujar Menko Airlangga.
Belarus mengundang stakeholders dan para pengusaha dari Indonesia untuk melihat lebih dekat kapabilitas dan kapasitas industri pertanian, industri manufaktur dan berbagai fasilitas industri yang dimiliki oleh Belarus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: