RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Belarus, Airlangga Dorong Implementasi Indonesia–EAEU FTA

Sabtu 16-05-2026,07:07 WIB
RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Belarus, Airlangga Dorong Implementasi Indonesia–EAEU FTA

Indonesia terus berupaya memperkuat eksistensi di Kawasan Eurasia dengan mengoptimalkan seluruh potensi guna meningkatkan perdagangan dan kerja sama ekonomi, antara lain melalui implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesi-Dok. kemenko ekonomi -

BACA JUGA:Pupuk Urea RI Masuk Australia, PM Anthony Albanese Telepon Presiden Prabowo Bilang Begini

Dalam konteks ini, kedua negara terus berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama industri dan teknologi, seperti joint assembly machineries di Indonesia.

Forum Bisnis Indonesia–Belarus juga direncanakan akan berlangsung pada rencana kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia.

Pihak Belarus berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia, termasuk melalui pengembangan kerja sama industri, investasi, pertanian, dan konektivitas perdagangan.

DPM Karankevich mengungkapkan bahwa pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus akan sangat membantu bisnis antar kedua negara, mengingat Indonesia-EAEU FTA telah ditandatangani dan akan segera selesai ratifikasi.

Di bidang perdagangan dan investasi, kedua negara mencatat tren peningkatan nilai perdagangan yang cukup signifikan, yakni sekitar USD221 juta atau meningkat 72,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Dirut BULOG: Semangat Perjuangan Buruh dan Ibu Marsinah Menginspirasi Pengabdian demi Ketahanan Pangan RI

Pihak Indonesia juga menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan perdagangan secara signifikan dan Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama strategis.

Sebagai salah satu negara di Kawasan Eropa Timur dengan basis industri manufaktur yang kuat, khususnya pada sektor alat berat, pertanian, dan kimia, Belarus memiliki potensi strategis sebagai mitra Indonesia dalam diversifikasi pasar dan penguatan kerja sama sektor industri.

Lebih lanjut, Indonesia mendorong penguatan kerja sama melalui skema joint venture, local assembly, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional, khususnya pada sektor alat berat, kendaraan komersial, pupuk, dan mesin pertanian.

Pada sektor ketahanan pangan dan pertanian, kedua negara membahas potensi kerja sama di bidang mekanisasi pertanian dan teknologi pertanian modern untuk mendukung produktivitas dan modernisasi sektor pertanian.

BACA JUGA:Kejagung Tangkap Satu Tersangka Baru Kasus Tambang Samin Tan, Aktor Utama?

Indonesia juga membuka peluang peningkatan ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, produk perikanan, dan produk manufaktur ke Belarus serta kawasan EAEU. Selain itu, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama investasi, kesehatan, pendidikan, riset, budaya, olahraga, dan pariwisata.

Pada topik pembahasan terakhir, kedua pihak menyambut baik Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030 yang saat ini tengah disusun.

Roadmap tersebut diharapkan menjadi dokumen sistematis dan terukur untuk mengembangkan berbagai kerjasama, serta diharapkan akan menjadi salah satu deliverables utama dalam Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait