TANGERANG SELATAN, DISWAY.ID – Pemerintah menegaskan Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah harus berlangsung secara ramah, edukatif, inklusif, aman, serta bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun pungutan biaya yang diatur dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Dalam program MPLS Ramah selain memberikan pengenalkan lingkungan sekolah, juga menjadi pintu masuk pembentukan karakter peserta didik melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya 5S, Pagi Ceria, hingga literasi digital dan etika bermedia sosial.
Sebagai salah satu sekolah unggulan SMPN 8 Tangerang Selatan menjalankan program MPLS Ramah secara menyeluruh bagi siswa baru selama lima hari.
Dalam menjalankan program ini, pihak sekolah telah mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari sosialisasi hingga memberikan pembekalan ke organisasi siswa seperti OSIS.
Hal ini disampaikan oleh Muslih selaku Kepala Sekolah SMPN 8 Tangerang Selatan yang menyampaikan dalam melakukan sosialisasi telah dilakukan jauh hari kepada seluruh pihak sekolah hingga orang tua siswa.
Muslih mengungkapkan bahwa pihaknya menyelenggarakan MPLS Ramah sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Kami sudah jauh hari mensosialisasikan MPLS Ramah yang ramah terhadap anak ini kepada baik orang tua maupun kepada anak anak dan kepada para panitia serta guru - guru yang ada di sekolah ini," katanya.
Ia menambahkan jika pihak sekolah juga berkolaborasi dari berbagai instansi untuk memberikan materi bagi para siswa baru dalam kegiatan MPLS Ramah tahun ini.
Adapun instansi yang berkolaborasi dalam penyelenggarakan MPLS Ramah ini mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPPD, Badan Narkotik Nasional hingga Kepolisian yang memberikan materi terkait kekerasan serta perundungan di lingkungan sekolah.
"Selain melaksanakan apa yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kami juga bekerja sama dengan stakeholder yang ada," katanya.
Meskipun demikian, Muslih mengungkapkan masih mempertahankan salah satu tradisi di SMPN 8 Tangsel.
Tradisi tersebut berupa penyerahan anak dari orang tua ke sekolah yang dilakukan secara secara simbolis.
BACA JUGA:Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Larang Perpeloncoan dan Atribut Aneh Selama MPLS
"Ada satu ciri khas di SMP Negeri 8, di mana saat dimulainya MPLS Ramah, ada penyerahan anak dari orang tua ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan, bimbingan dan pelatihan yang dilakukan secara simbolis,” terangnya.
Pendekatan Humanis MPLS Ramah Tanpa Senioritas dari Pengurus OSIS
Program MPLS Ramah selain memberikan pengenalkan lingkungan sekolah, juga menjadi pintu masuk pembentukan karakter peserta didik melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya 5S, Pagi Ceria, hingga literasi digital dan etika bermedia sosial-fajar ilman-