Ketik Manusia Membela Tuhan

Kamis 17-09-2026,07:15 WIB
Oleh: Ahmad Sihabudin

Jangan setiap kesalahan individu digeneralisasikan menjadi kesalahan seluruh kelompok.

Dan jangan menjadikan agama sebagai kendaraan untuk membawa kebencian politik.

Sebab ketika kebencian sudah memakai pakaian agama, ia menjadi jauh lebih sulit dihentikan.

Tuhan tidak membutuhkan massa untuk membela-Nya

BACA JUGA:Gus Yusuf dan Gagasan Khidmah Transformatif untuk NU Abad Kedua

Ada satu pertanyaan filosofis yang layak diajukan:

Benarkah Tuhan membutuhkan kita untuk membela-Nya dengan membakar rumah ibadah orang lain?

Jika Tuhan Mahakuasa, mengapa why manusia harus menjadi satpam Tuhan dengan batu, kayu, api dan senjata?

Bukankah yang sebenarnya perlu dibela adalah manusia?

Rumah ibadah perlu dijaga karena di dalamnya manusia mencari Tuhan.

Orang perlu dilindungi karena ia adalah manusia.

Keyakinan perlu dihormati karena ia bersemayam dalam kesadaran manusia.

BACA JUGA:Dilema Pengusaha: Utang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang (2)

Al-Qur'an juga mengingatkan manusia bahwa keberagaman bangsa dan suku merupakan bagian dari kehendak Tuhan agar manusia “saling mengenal” (li-ta‘ārafū), sebagaimana QS. Al-Hujurat ayat 13.

Kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh suku atau kelompoknya, melainkan oleh ketakwaannya.

Kalau demikian, keberagaman bukan kesalahan Tuhan.

Kategori :