Ketik Manusia Membela Tuhan

Kamis 17-09-2026,07:15 WIB
Oleh: Ahmad Sihabudin

Yang sering menjadi kesalahan adalah cara manusia membaca keberagaman.

Dari Nepal kita belajar

Kerusuhan Nepal memberi sebuah pelajaran yang sangat sederhana tetapi mahal:

BACA JUGA:Perang Narasi dan Penegakan Hukum: Menjaga Objektivitas, Transparansi, dan Kepercayaan Publik

sebuah masyarakat dapat kehilangan kedamaian bukan karena terlalu banyak agama, tetapi karena terlalu sedikit toleransi.

Masalahnya bukan banyaknya keyakinan.

Masalahnya adalah ketika manusia tidak mampu menerima kenyataan bahwa orang lain mempunyai jalan keyakinan yang berbeda.

Karena itu, tragedi Nepal semestinya tidak hanya dilihat sebagai persoalan Hindu versus Muslim.

Ia adalah persoalan manusia melawan kesombongan identitas.

Ia adalah persoalan masyarakat yang kehilangan nilai bersama.

BACA JUGA:Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)

Ia adalah persoalan ketika simbol agama lebih cepat menyulut emosi daripada nilai agama menumbuhkan kebijaksanaan.

Dan lebih jauh lagi, ia adalah peringatan bagi kita semua:

jangan sampai agama yang seharusnya menjadi jalan menuju Tuhan justru menjadi jalan menuju kebencian kepada sesama manusia.

Bagi Indonesia, Pancasila telah menyediakan rumah bersama.

Al-Qur'an telah memberikan prinsip:

Kategori :