Listrik Kereta

 Listrik Kereta

--

Saya ke IKN lagi Selasa kemarin –setelah lebih dua tahun tidak ke sana. Di IKN saya mendengar terjadinya kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur. Tulisan tentang IKN pun saya hentikan di alinea kedua. Ada yang mengganjal di hati: medsos menggambarkan seolah mobil listrik jadi penyebabnya.

Padahal mobil mogok di perlintasan kereta sudah ada sejak sebelum lahirnya mobil listrik. Jelaslah mobil apa pun bisa mogok di mana pun.

Tentu saya tidak mengulas kecelakaannya sendiri. Anda sudah well informed –melebihi saya. Begitu banyak wanita yang meninggal lantaran gerbong paling belakang khusus untuk wanita.

Dulu, sebelum ada mobil listrik, ketika ada mobil mogok di atas rel kereta api, juga muncul "salah tuduh" seperti sekarang. Kalau itu dimunculkan teori induksi. Yakni, kata teori yang tidak jelas asal-usulnya itu, listrik dari kereta "nyetrum" mobil yang di atas rel.

Kini pun pendapat seperti itu muncul lagi. Seolah listrik dari kereta mengganggu listrik mobil listrik. Mobil pun mogok di atas rel. Padahal sudah lama ada penegasan ilmiah: mobil mogok di atas rel akibat induksi itu takhayul logika. Derajatnya hanya sedikit di atas takhayul ini: makhluk halus penunggu perlintasan itu minta makanan berupa bunga –mungkin bunga deposito.

Menurut literatur, penyebab mogoknya mobil di atas rel kebanyakan akibat kepanikan sopir. Terutama karena ingin mengejar waktu sempit sebelum palang perlintasan menutup. Ditambah kondisi perlintasan itu sendiri: relnya di atas gundukan atau jarak rel dan aspal sudah menganga.

Penyebab lain: aki 12 volt di mobil itu sudah waktunya diganti; tapi masih dipertahankan. Di semua mobil –mobil listrik maupun bensin– terdapat aki 12 volt. Di mobil listrik, aki 12 volt itu tidak dipakai untuk menjalankan roda mobil.

Fungsi aki 12 volt adalah untuk "membangunkan" mobil dari tidurnya. Sama: mobil listrik maupun bensin. Begitu Anda masuk mobil, lalu menekan tombol 'start' semua sistem di mobil Anda "bangun". Lalu siap bergerak.

Dalam hal mobil listrik, aki 12 volt itu juga membangunkan listrik utama mobil listrik yang kekuatannya ratusan volt.

Aki 12 volt itu letaknya terpisah dari aki utama mobil listrik. Selama delapan tahun menggunakan Tesla pernah dua kali harus mengganti aki 12 volt. Kali pertama ketika mobil itu "tidur panjang": saya tinggal ke Amerika selama tiga bulan. Tahu-tahu mobil tidak bisa di-start. Panik. Lalu ketahuan penyebabnya sepele. Begitu aki 12 volt diganti, normal kembali.

Fungsi lain dari aki 12 volt adalah untuk menggerakkan bagian-bagian kecil di mobil. Misalnya: wiper, radio/tape, lampu kabin, dan sebangsanya. Alat-alat kecil itu tidak tahan kalau dihubungkan dengan power yang berkekuatan tinggi.

Maka aki 12 volt harus sering dicek: masih kuat atau sudah lemah. Tentu mobil listrik yang dipakai untuk taksi lebih perlu sering dicek. Apalagi kalau tahu kualitas akinya bukan yang baik.

Sebenarnya sering juga bengkel memberi tahu Anda bahwa aki 12 volt di mobil Anda sudah lemah. Biasanya pemilik mobil bertanya: masih bisa dipakai? Tentu masih bisa. Bahkan masih bisa lima bulan. Masalahnya: dalam lima bulan itu bisa kapan saja mati tanpa lebih dulu memberi tahu Anda. Itulah sebabnya bengkel resmi tidak mau kompromi: harus ganti.

Tentu melemahnya aki 12 volt sudah bisa dibaca: misalnya ketika di-start lebih lambat dari biasanya. Di mobil listrik bisa dilihat apakah proses menyalanya layar komputer lemot. Tapi untuk mobil listrik biasanya ada peringatan di layar: baterai 12 volt melemah.

Tentu pemilik mobil listrik harus cari tahu: kalau sistem mati akibat baterai 12 volt soak, roda akan terkunci. Bukan rodanya yang terkunci tapi sistem komputernya tidak jalan. Ada jalan darurat. Misalnya di-jumper dari mobil lain. Ada fasilitas simpel di mobil listrik. Tapi sesimpel apa pun kalau matinya di atas perlintasan kereta api tidak akan sempat.

Sambil menunggu hasil penyelidikan tentu persoalan persinyalan kereta harus dipertanyakan. Kenapa sistem sinyalnya tidak cepat bekerja.

Sistem sinyal memang sangat vital di kereta api. Apalagi di kereta cepat. Saya ngerimembayangkan kalau sinyal di kereta cepat error. Alangkah tragisnya. Padahal, di Tiongkok, kereta cepat begitu banyak. Terhubung ke semua kota. Di jurusan "gemuk' kereta cepat berangkat tiap kurang dari lima menit. Tidak mungkin lagi persinyalan itu dikendalikan manusia. Tidak akan tertangani.

Di sana yang perlu dikhawatirkan adalah tabrakan antar kereta cepat. Alangkah ngerinya. Tapi sejak ada kereta cepat baru sekali terjadi. Kereta cepat ditabrak kereta cepat dari belakang. Sekitar 15 tahun lalu.

Tabrakan di perlintasan dengan mobil tidak akan pernah terjadi. Tidak ada perlintasan di sana. Semua kereta cepat pakai rel melayang.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 29 April 2026: Buku Kriminalisasi

Leong Putu

Kasihan laki-laki, kecil dimarahi emak, besar dah nikah dimarahi istri, berangkat kerja disuruh berangkat ke akhirat duluan sama ibu mentri. ... Wkwkwk....nasib..nasib

Leong Putu

Coba mentri yang ngomong gerbong wanita baiknya ditengah sementara yang didepan/atau dibelakang itu untuk penumpang laki-laki itu punya suami atau anak laki yang tiap hari naik KRL, apakah ia akan mengeluarkan statement gak ngotak seperti itu?

Irary Sadar

Dulu mereka ada yang sampai nangis bombay, sedih si unyu-unyu gemoi mereka diroasting saat pemilu...

siti asiyah

Ada tetangga berprofesi jadi supir tembak. Dijalanan menjadikannya sering berinteraksi dengan polisi. Sebab penumpangnya beragam menjadikannya sedikit banyak tahu karakter orang berdasar profesinya. Sampailah ia pada kesimpulan : seumur - umur jangan sampai berurusan dengan polisi, hakim dan jaksa. Ketiga orang dengan profesi itu sebegitu berkuasa bahkan mengalahkan tuhan-nya. Ia berargumen, jika salah sama tuhan cukup minta ampunan. Namun berurusan denga tiga profesi itu salah benar tak jadi pertimbangan, minta ampunan itu artinya tebus dengan uang.

Liam Then

Saya baru dapat jokes lucu hasil ngobrol dengan AI. Ada candaan lama yang bilang: "Musa membawa orang Israel berjalan 40 tahun di padang pasir hanya untuk membawa mereka ke satu-satunya tempat di Timur Tengah yang tidak punya minyak." Hahaha...

Wilwa

@Liam. Menurut AI, Israel punya cadangan SHALE OIL terbesar ketiga di dunia tapi isu environment yang menjadi penghalangnya. Di lepas pantai, Israel punya cadangan NATURAL GAS yang besar yang ditemukan dan ditambang sejak 2009 dan sebagian diekspor ke Mesir dan Yordania.

Er Gham 2

Coba bayangkan, berapa banyak kredit miliaran yang macet di bank pemerintah bukan oleh faktor force major. Lalu dilakukan cut loss. Dan terjadi kerugian negara. Apakah kerugian itu bisa dibebankan kepada para direksi terkait yang telah memutuskan persetujuan kredit sebelumnya. Lho kok direksi aman. Sepanjang direksi mematuhi 4 prinsip utama maka ybs lolos dalam fenomena BJR ini. Yaitu, direksi telah melakukan identifikasi semua risiko yang bakal terjadi. Tidak boleh ada yang terlewat atau sengaja dilewatkan. Yang kedua, direksi telah melakukan analisa dan evaluasi secara lengkap dan menyeluruh atas semua risiko yang bakal terjadi. Analisa harus benar benar dalam. Yang ketiga, direksi telah mengambil langkah mitigasi atas semua risiko itu. Yang terakhir, direksi melakukan pemantauan terus menerus selama kredit itu berjalan. Jika terjadi kredit macet, evaluasi saja keempat prinsip itu. Jika semua telah dilakukan, para direksi bank pemerintah itu dapat tidur nyenyak tanpa khawatir 'di-kriminalisasi' jika terjadi kredit macet

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TIDAK ATAU BELUM ADA PEMBELAAN NETIZEN ATAS KASUS BU KAREN AGUSTIAWAN DAN PAK MILAWARMAN... Di era sekarang, pembelaan publik itu bukan soal benar atau salah dulu. Tapi soal terasa dekat atau tidak. Bu Karen dan Pak Milawarman seperti berdiri di ruang yang jauh dari keseharian netizen. Tidak ada irisan. Tidak ada “ini bisa terjadi pada saya”. Dunia Pertamina terlalu kompleks. Angkanya besar. Istilahnya teknis. Netizen cepat lelah sebelum paham. Akhirnya memilih sederhana: diam. Atau ikut arus yang sudah lebih dulu terbentuk. Ada juga faktor persepsi. Ketika nama besar, jabatan tinggi, dan angka fantastis muncul, publik cenderung mengambil jalan pintas: “pasti ada apa-apanya”. Ini bukan vonis. Tapi prasangka yang lahir dari pengalaman panjang melihat banyak kasus serupa. Berbeda dengan figur yang punya cerita personal kuat. Yang terasa manusiawi. Yang bisa disentuh emosi. Di situ netizen bergerak. Bukan hanya dengan logika, tapi rasa. Akibatnya, yang sunyi sering kalah. Meski akhirnya bebas, seperti Pak Milawarman, harga yang dibayar tetap mahal: nama. Di zaman ini, keadilan kadang butuh dua hal: bukti… dan empati publik. Yang kedua ini, tidak semua orang punya.

Juve Zhang

Bimbel top masa lalu yang lupa kemarin ditulis itu PrimaGama....namanya meloncat bagaikan Meteor di langit....semua kagum dengan PG ...sebuah kerajaan bisnis hebat ....entah nasibnya gimana sekarang seperti hilang ditelan bumi amblas ke dalam kabut gelap....sayapun kagum sama PG luar biasa kepakan sayap bisnisnya.....

Macca Madinah

Masih lanjut tentang kereta api dan perlintasan sebidang, jadi ingat pas sebelum covid menjajal aspal negara di nun selatan. Sebelum mulai, dimentori kenalan, dikasih tahu ini-itu gimana aturan mengemudi yang benar di sana. Harus hati-hati dengan batas kecepatan maksimum, yang bisa berubah-ubah tergantung ruas jalannya, juga cara antre mau ambil jalan, jangan main serobot. Pokoke membuat nervous alias tegang. Nah tapi ada satu wanti-wanti yang menggelitik "Kalau lewat lintasan kereta api, jangan diperlambat ya kecepatan mobilnya. Nanti bakal dimarahi mobil di belakang, dan bisa-bisa diadukan." Lho, kenapa? Kan biasa kalau kita mau dekati lintasan kereta api, ya kendaraan kudu dipelanin donk. Apa salahnya? Ternyata oh di sana itu, jalan yang melintasi rel kereta (baca: perlintasan sebidang) mulus-lussss, tidak ada tuh namanya "grobyak!" kalau melewatinya. Jadi seperti jalan biasa saja, tapi ya kalau palangnya ditutup harap berhenti jugalah, jangan diterobos hehehe.

Er Gham 2

Saya punya teman saat kecil, saat sekolah dasar. Teman main bola. Ybs mantan petugas honorer KAI yang bertugas jaga palang pintu. Bukan di jalan besar dan lingkungan yang ramai, hanya jalan kecil namun bisa dilewati dua jalur kendaraan. Sendirian berjaga di pos kecil. Sekarang sudah pensiun. Dia pernah cerita, kalo tidak salah dia bertugas dari jam setengah empat pagi sampai malam hari. Saya lupa bertanya ke yang bersangkutan. Jika ada kereta yang akan lewat, dan dia kebetulan sedang mules perutnya sampai tidak tertahankan, bagaimana solusinya.

Er Gham 2

Misalkan terjadi kemacetan parah di gerbang tol. Akibat dari mesin kasir tol lambat dalam memproses antrian. Kemacetan sampai 3 kilometer. Lalu terlihat oleh CEO Danantara. Karena gregetan, ia keluar dari mobilnya. Lalu diangkatlah palang pintu tol secara paksa dengan tangannya. Kemudian semua mobil diminta langsung terobos tanpa perlu bayar. Agar kemacetan terurai. Dan memang kemacetan langsung terurai. Apakah itu termasuk BJR (business judgment rule). Bisakah CEO tersebut ditangkap dengan tuduhan merugikan jasa marga. Karena hilang pendapatan nya dari karcis tol.

David Kurniawan

selama sistem hukum dan penegak nya tidak berubah saya pesimis. Jaksa bertindak seolah olah persidangan adalah lomba debat sekolah. kalo kebagian benar harus ngotot teriak sekenceng kencengnya. pokoknya sampe lawan malas menjawab. saya sedikit mengikuti kasus chromebook, ketika nadiem selalu mendapatkan peerhatian medsos. eh tiba tiba muncul medsos tak dikenal dengan namanya bau bau kejaksaaan kash pembatahan. saya berpikir ini sudah edan pengadilan sudah tidak sanggup lagi, hingga adu argumen bergeser ke medsos. Tidak ada jaksa yang cukup ahli dalam mendalami kasus per kasus. begitu juga dengan Hakim sama susahnya. lingkup kekuasaaanya terlalu tinggi gampang saja dia bikin keputusan absurb. saya sampai heran Fakultas Hukum itu pernah tidak memperlajari kasus kasus aneh yang terjadi. pasti kalo di bukukan. bisa setinggi monas.. keputusan dahulu untuk kasus yang sama saat ini bisa berbeda meski sebenarnya situasi sama.

Bahtiar HS

Berkaca dari para "tokoh" yang "diangkat" Abah dalam CHD dengan segala kelebihan dan prestasinya, namun beberapa di antaranya (untuk tidak menyebut hampir semua), ternyata akhirnya berhadapan dengan proses hukum. Bupati P, T, M adalah tiga di antaranya. Dulu juga bupati N. Dalam tulisan CHD kali ini, nama Ibam disebut setidaknya 17 kali. Semua nadanya "membela" Ibam sebagai hanya seorang "konsultan" kok bisa sampai jadi pesakitan. Dia bukan pengambil keputusan. Dia tidak tanda tangan apapun. Dsb. Coba kita lihat akhir dari cerita ini. Sebab kabarnya selain jadi konsultan di tim teknologi Mas Menteri, dia juga tercatat sebagai Anggota Tim Teknis Analisa Kebutuhan TIK SD/SMP th 2020 Paudasmen dan Anggota Tim Teknis Review Hasil Kajian. Dlm presentasinya ia disinyalir mengarahkan utk memilih Chr**e OS daripada Wind**s. Artinya boleh jadi tidak benar ia "tidak tahu sama sekali" masalah ini. Biarlah bukti-bukti saling berbicara di lantai pengadilan. Yg tentu kita berharap di sana keadilan dan hukum menjadi panglima.

Jo Neka

Ulasan Pak DI..Seolah² jaksa tidak sekolah.Maaf ya pak..

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja. Rasa-rasanya koq ribet sekali ya urusan yang terkait dengan per-korupsi-an di tanah air tercinta ini..... Saya pribadi tidak begitu setuju dengan penulisan buku seperti yang dibahas CHDI hari ini..... 1. Perlukah seperti itu ?? 2. Seberapa signifikan dampaknya terhadap pemberantasan korupsi ?? 3. Bukankah yang pro dan yang kontra sama-sama bisa menulis buku ?? 4. Pada akhirnya, bukan hal yang tidak mungkin, "perang opini di media sosial" akan bertransfornasi menjadi "perang menerbitkan buku" ?? 5. Lantas, apa manfaatnya buat masyarakat ?? 6. Semua orang bisa berteriak "di-kriminalisasi" dan pada akhirnya istilah "kriminalisasi" akan menjadi semacam "topeng kebenaran" ?? 7. Sejarah memberitahu kita..... the winner takes it all..... Dan..... sayang sekali, sepertinya Sang Pemenang (The Winner) kebetulan bukanlah tipe orang seperti Zhū Róngjī (朱镕基) ataupun Judge Bao 包青天 (Bāo Qīng Tiān).....

Fra Wijaya

Di era medsos ini pepatah Jawa"Becik ketitik olo ketoro"sepertinya sudah tidak berlaku lagi walau dia becik klo sudah dicap olo oleh nitizen dia akan tetap jadi olo,Nitizen sudah menjadi Yang Maha Benar dgn segala ucapnya...

Prieyanto

Para profesional bisa terseret dan terjebak. Karena Yang bersih dicurigai. Yang kotor paham cara sembunyi. Yang nutup celah… disingkirkan. Yang kehilangan celah… jadi saksi. Sepertinya bukan soal benar atau salah yang penting, siapa yang masih punya akses. #prie

pak tani

Breakthrough. Saya agak sudah menemukan kosa katanya dalam bahasa Indonesia. Khususnya dalam konteks atlet olahraga, Contohnya Hendrawan. Tunggal putra kita yang berhasil menjadi juara dunia di usia 29. Untuk ukuran atlet badminton tahun 2000an, umur 28-29 umumnya sudah bukan masa ke'emasannya lagi. Sepanjang karir nya, Hendrawan memang termasuk atlet yang sangat bagus. Tapi waktu itu banyak pemain yang sangat super. Termasuk Taufik Hidayat. Usia belasan Taufik sudah sangat menonjol, sehingga membalap seniornya untuk bersaing di puncak elite tunggal putra bulutangkis dunia. Dianggap akan segera pensiun, justru di usia 'tua' Hendrwan menunjukan kilau nya. Itulah breakthrough. Menembus batas, dengan tetap menjaga konsistensi tanpa menyerah. Pun di pertandingan semalam. Saat PSG berhasil menang laga alot lawan tamunya Bayern Muenchen. Skor akhir 5-4 semakin menegaskan, ini adalah final kepagian! Bintangnya tentu Dembele, Pemenang ballon d'or 2025. Dembele menurut saya juga sudah melewati fase breakthrough. Sesudah dibeli dari Barcelona, Dembele nampak kesulitan di awal2 musim bersama PSG dan sering cidera. Namun saat PSG ditinggal Neymar, Messi, dan Mbappe, justru Dembele bersinar dan PSG bisa menjadi juara Champion. Leg ke-2 di Allianz arena nanti akan sangat seru. Pemenang nya layak disebut kandidat kuat juara Champion musim ini. Lalu siapa runner up nya? tentu Arsenal :)

HONDA CBR150R

seperti lagu... Inilah Indonesia, kenapa koruptor tidak dihukum paksa kerja rodi ya, misalnya pecahkan batu, gali tambang, serok pasir, bangun jalan, bangun rumah subsidi. Disimpan di penjara pun tidak berguna, keluar2 pun tetap sampah masyarakat.

Leong Putu

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap sebanyak 1.720 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia disetop sementara. Ribuan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tetap menerima insentif Rp 6 juta per hari meski operasionalnya dihentikan. "Untuk yang sementara tetap diberi (insentif Rp 6 juta per hari)," kata Dadan kepada wartawan setelah meresmikan pembangunan SPPG Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar dilansir detikSulsel, Selasa (28/4/2026). Dadan mengungkapkan alasan insentif itu tetap disalurkan. Dia berdalih insentif itu diberikan karena SPPG tetap melakukan kegiatan sampai operasional kembali aktif. **kutipan berita lucu yang samasekali tidak lucu.

MULYADI PEGE

Hah. Beneran om TH. Sejak kapan Prancis bisa unjuk gigi Ampe 8 besar? Ini pasti pelatihnya import dari indon atau China. Kasusnya, seperti tim inggris, tiba tiba menggeliat karena Mia audina pelatihnya. Mia nyengir-nyengir kuda ketika timnya ketemu Indon dan Taufiq rekan setimnya waktu di indo. Masih aktif jadi pemain. Wkwkwk

Taufik Hidayat

Dari sekian banyak nama, hanya H Nababan yg selalu bangga karena marganya palindrom yaitu dibaca terbalik pun tetap Nababan yang saya kenal secara pribadi. Minimal pernah ngopi dan ngobrol satu meja. Waktu kasus sudah rame dan kemudian Jokowi menang, pada 2014 , dia optimis tidak akan sekolah di sukamiskin. Apalagi PDIP juga emang dan masih ada kerabatnya di PDIP yaitu P. Nababan. Tapi ternyata di tetap harus masuk.. kasusnya anda sita tahu yaitu soal sewa pesawat ketika H menjadi dirut Merpati. Untung perusuh tidak ada yang menjadi petinggi di BUMN kecuali abah yang pernah he he.

Thamrin Dahlan YPTD

Selamat Terbit Buku Kriminalisasi. Sejatinya kehadiran sebuah Buku menjadi persaksian abadi tentang sesuatu nan terjadi dimuka bumi. Buku memiliki keistimewaan kekuatan sejarah melebihi pertukaran zaman dan kekuasaan. Buku melebihi usia makhluk. Bersebab itu pesan penan nan termaktub didalam buku ini tentu merupakan suatu Pembelaan Hukum melalui Literasi dan Medsos. Pembelaan untuk para (terlanjur) terdakwa dan juga calon tersangka yang sebenarnya tidak bersalah. Ya sudahlah. Disway sudah memulai menberitakan sang Buku. Laiknya sebuah karya jurnalis ini seyogya nya di Bedah Buku berulang - ulang. Road show kebberapa daerah agar semakin banyak rakyat khususnya mahasiswa fakultas Hukum agar paham suasana kebathinan Hukum disini dan perbandingan dengan manca negara. Semakin menyala bila bedah buku menghadirkan nara sumber para (terlanjur) terdakwa yang tertulis di buku ini. Tentu pembahas para pakar hukum sekelas Yap Thien Hien dan Adnan Buyung Nasution Pendiri LBH . Satu pertanyaan ke sahabat disway dan pembaca. Apakah boleh awak berkesimpulan bahwa Hukum itu ibarat air keruh. Salamsalaman.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

APH YANG MENGADILI KASUS KORUPSI, JUGA ADA YANG KORUP LHO: WANI PIRO? Kita sering lupa. Meja hijau itu bukan ruang steril. Ia diisi manusia. Ada yang lurus. Ada juga yang belok sedikit. Atau banyak. Ketika aparat penegak hukum ikut bermain, cerita berubah. Bukan lagi soal benar atau salah. Tapi soal tarif. Istilahnya sederhana: “wani piro”. Berapa berani bayar. Di titik ini, hukum kehilangan wajah. Ia jadi pasar. Dakwaan bisa dinego. Pasal bisa dipilih. Bahkan vonis terasa seperti hasil tawar-menawar yang rapi. Ini bukan tuduhan kosong. Kasusnya ada. Dari penyidik, jaksa, sampai hakim. Semua pernah tersentuh cerita gelap itu. Tidak banyak, tapi cukup merusak kepercayaan. Yang bahaya bukan jumlahnya. Tapi dampaknya. Sekali publik percaya hukum bisa dibeli, selesai sudah. Tidak ada lagi rasa adil. Yang ada hanya rasa takut… dan sinis. Padahal mayoritas aparat masih bekerja benar. Tapi satu noda, bisa menutup seribu kebaikan. Seperti tinta jatuh di kertas putih. Maka perang melawan korupsi tidak cukup di luar. Harus ke dalam. Membersihkan yang memegang sapu. Kalau tidak, kita hanya memindahkan kotoran. Bukan menghilangkannya.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BUKU KRIMINALISASI: BEDAH BUKU.. Buku ini seperti membuka laci lama. Isinya bukan rahasia. Tapi selama ini ditutup rapat. Tentang orang-orang yang didakwa, diadili, lalu sebagian ternyata tidak bersalah. Terlambat. Nama sudah rusak. Yang menarik bukan hanya kasusnya. Tapi pola. Ada benang merah: proses bisa meleset. Tafsir bisa dipaksa. Dan sistem kadang berjalan tanpa rem cukup kuat. Buku ini tidak teriak. Ia bertutur. Tapi justru di situ kekuatannya. Pembaca diajak melihat: hukum tidak selalu hitam putih. Ada abu-abu yang luas. Dan di situlah banyak orang tersesat. Yang paling mengganggu: dampaknya permanen. Bebas tidak selalu berarti pulih. Reputasi tidak punya tombol reset. Di sini buku ini terasa seperti elegi. Pelan. Tapi menusuk. Apakah ini anti pemberantasan korupsi? Tidak. Justru sebaliknya. Ini alarm. Agar semangat tidak berubah jadi salah sasaran. Mungkin buku ini tidak akan viral. Tidak dramatis. Tapi penting. Karena ia mengingatkan: keadilan bukan hanya menghukum yang salah. Tapi juga melindungi yang benar. Dan yang kedua itu, sering kita lupakan.

Ahmed Nurjubaedi

Pagi kemarin saya menemani istri ke pasar tradisional. Saya seolah melihat slow motion film yang akhirnya membuat perasaan campur aduk. Terharu, marah, juga bersyukur. Terharu menyaksikan bagaimana ibu-ibu usia 50an, dengan pakaian sederhana, bertelanjang kaki, melayani pembeli yang juga kebanyakan ibu2, dengan sorot mata penuh harap. Juga penuh syukur karena dagangan laku. Kadang bibir mereka tersenyum. Kadang mecucu serius. Mereka mengumpulkan rupiah seribu demi seribu. Sambil bergumul dengan aroma endapan sampah yang begitu khas. Mereka sungguh pejuang sejati nan tabah. Saya marah karena ingat betapa jahat para pejabat yg dengan enteng melakukan korupsi. Apakah mereka tidak pernah bertemu orang-orang kecil yang hidup susah? Yang harus bekerja keras seharian sekedar untuk membeli 1 kilo beras dan sepotong tempe? Saya lantas mencoba berpikir positif. Mereka orang-orang baik. Melakukan hal-hal baik. Pasti (semoga) hidup mereka juga baik. Rasanya, merekalah alasan Indonesia tidak bubar. Beliau-beliau itu tidak membutuhkan rasa kasihan. Mereka orang2 terhormat. Para koruptor bertobatlah.

Irary Sadar

Para Koruptor : Mampuslah kau..! Lebih cepat lebih bagus..!



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 73

  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Arif Rahman
    Arif Rahman
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Wilwa
    Wilwa
    • Laksana DedeS
      Laksana DedeS
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Laksana DedeS
      Laksana DedeS
    • Wilwa
      Wilwa
  • Jarod Dwi Harto
    Jarod Dwi Harto
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • WASITH channel
    WASITH channel
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Waris Muljono
    Waris Muljono
  • Sri Wasono Widodo
    Sri Wasono Widodo
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi
    Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Sugi
    Sugi
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • DeniK
    DeniK
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • my Ando
    my Ando
  • my Ando
    my Ando
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
    • my Ando
      my Ando
    • DeniK
      DeniK
  • alasroban
    alasroban
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Kalender Bagus
      Kalender Bagus
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • satria tomat
    satria tomat
  • satria tomat
    satria tomat
  • satria tomat
    satria tomat
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • ra tepak pol
      ra tepak pol