Nielsen: Belanja Iklan di 2021 Tembus Rp 259 Triliun

Nielsen: Belanja Iklan di 2021 Tembus Rp 259 Triliun

belanja iklan pada 2021 tumbuh 13 persen dari tahun sebelumnya--

JAKARTA, DISWAY.ID - Nielsen mencatat, belanja iklan pada 2021 tumbuh 13 persen dari tahun sebelumnya. 

Total belanja iklan untuk televisi, channel digital, media cetak dan radio mencapai Rp 259 triliun.

Televisi tetap menjadi saluran iklan pilihan untuk merek, menyumbang 78,2% dari pengeluaran iklan, diikuti oleh digital 15,9%, cetak 5,5% dan radio 0,4%.

Televisi masih menjadi saluran iklan utama karena sifatnya yang dapat menjangkau audiens lebih banyak dalam waktu bersamaan. 

BACA JUGA:Susi Pudjiastuti Ditegur Erick Thohir Gegara Merokok di Pojokan Mandalika: 'Aku Mau Komplain...'

Sementara itu, kemudahan kustomisasi channel digital membuat belanja iklannya juga turut beranjak naik. 

"Peningkatan ini menandakan bahwa kepercayaan untuk beriklan di tengah pandemi masih tinggi,” ucap Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, Kamis 24 Maret 2022

Sepanjang 2021, Nielsen bahkan menemukan pertumbuhan positif pada 9 dari 10 kategori yaitu online services, facial care, hair care, coffee and tea, snacks, clove cigarettes, seasonal condiments, liquid milk, dan instant food and noodles. 

BACA JUGA:Susi Pudjiastuti Ditegur Erick Thohir Gegara Merokok di Pojokan Mandalika: 'Aku Mau Komplain...'

Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh kategori online services dengan belanja iklan Rp 42,8 triliun atau naik 67 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, iklan pada kategori government dan political organization mencatatkan penurunan sebesar 4 persen karena belum dimulainya periode pesta politik.

Nielsen memperlebar tipe dan jumlah media digital yang dimonitor di layanan Nielsen Digital Ad Intel. Sejak Januari 2022 Nielsen mulai memonitor biaya iklan di media sosial yaitu Facebook, Twitter, dan Instagram.

Nielsen Digital Ad Intel merupakan layanan pengukuran belanja iklan yang sebelumnya telah membantu marketer memantau belanja iklan di Top 200 situs di Indonesia, termasuk di dalamnya 27 channel Youtube dengan trafik yang tinggi.

“Mulai tahun 2022, Nielsen sudah memonitor perhitungan iklan secara digital pada platform Facebook, Twitter, Instagram," sebutnya. 

Sumber: