Ilmuwan Temukan Tanah Regolit dari Bulan Bisa Digunakan Berkebun di Bumi

Ilmuwan Temukan Tanah Regolit dari Bulan Bisa Digunakan Berkebun di Bumi

Ilustrasi/ Ilmuwan temukan tanah Regolit dari bulan bisa berkebun di Bumi--Pixabay

FLORIDA, DISWAY.ID-Ilmuwan menemukan bahwa tanah dari bulan dapat digunakan untuk berkebun di bumi. 

Ilmuwan dari University of Florida menemukan, dengan dukungan cahaya dan nutrisi, tanah dari bulan dapat digunakan untuk berkebun di bumi. Tanah yang dimaksud adalah tanah regolit dari bulan. 

Para ilmuwan itu, yakni Stephen Elardo, Anna Lisa-Paul, dan Robert Ferl menerbitkan karya ilmiah di jurnal Communications Biology tentang tanah regolit yang berasal dari bulan. 

Tanah regolit dibawa ke bumi oleh tiga misi pesawat ulang alik Apollo yang berbeda, puluhan tahun yang lalu.

BACA JUGA:5 Efek Buruk Menatap Layar Gadget Terlalu Lama, Jangan Sampai Diremehkan

Menggunakan sedikit sampel tanah regolit ini, Elardo dan kawan-kawan menanam Arabidopsis thaliana, sejenis sawi hijau. 

"Tanah bulan tidak punya nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman," kata Elardo. 

Benih sawi hijau itu bisa tumbuh, tetapi terlihat tidak begitu sehat. Menurut para ilmuwan, tanaman itu stres, tetapi masih bisa tumbuh relatif cepat.

Mereka akhirnya menambahkan air, cahaya, dan nutrisi yang dibutuhkan. 

"Setelah dua hari, sawi hijau mulai bertunas," kata Anna-Lisa Paul, profesor ilmu holtikultura di University of Florida. Paul mengatakan baik tanaman yang menggunakan sampel tanah regolit dari bulan maupun yang berada dalam kontrol, terlihat sama sampai hari keenam. 

BACA JUGA:Cara Bersihkan Cookie and Cache di Ponsel Android

Dalam sepekan, sawi hijau dengan tanah regolit bulan menunjukkan tanda-tanda tanaman stres, yaitu pertumbuhan lambat, daun dan akar pendek serta bercak-bercak merah. 

"Pada akhirnya, kami ingin menggunakan data gen untuk membantu mengatasi bagaimana respons terhadap stres bisa diperbaiki supaya tanaman, terutama tanaman pangan, bisa tumbuh dengan tanah dari bulan dengan dampak yang kecil terhadap kesehatan," kata Paul. Tanah regolit dari bulan berupa butiran sangat halus, tetapi tajam. 

Menghirup tanah ini bisa merusak paru-paru. Robert Ferl melihat bercocok tanam di bulan adalah kunci utama untuk tinggal di bulan lebih lama, selain makanan, air, dan udara yang bersih. (cnet/ant/jpnn)

Sumber: