Lomba Pengeras

Lomba Pengeras

--

TEMPAT saya ''bersembunyi'' selama masa kampanye serasa dikelilingi masjid. Serasa dekat semua. Berkat pengeras suara yang seperti lomba besar-besaran watt.

Sesekali terdengar pengumuman dari pengeras suara itu: Innalillahi wainna ilaihi rajiun

Itu pembukaannya. Pertanda ada orang meninggal dunia. Sambil angkat batu saya pun tahu siapa yang meninggal: seorang wanita di desa seberang sawah.

Itu juga pertanda teman kerja saya tidak bisa datang. Harus melayat. Begitulah etika di desa. Masih dijunjung tinggi. Kian ke kota kian rendah penegakan etika. Apalagi sampai di ibu kota.

Saya masih berharap rekan kerja itu masih bisa datang setengah hari paro kedua. Setelah selesai melayat. Saya belum bisa melakukan apa yang pandai ia lakukan: memindah pohon buah. 

Ada beberapa pohon buah yang harus segera dipindah. Ia pasti datang. Pengumuman berita duka tadi masih sangat pagi. Sebelum jam 12.00 pasti sudah dimakamkan.

Menjelang jam 12.00 ada pengumuman ''innalillahi'' lagi. Dari pengeras suara masjid yang sama.

Saya pun –tanpa menilingkan telinga– tahu: ada yang meninggal lagi. 

Masih sambil mengangkat batu saya tahu: yang meninggal kali ini laki-laki. Namanya Pak San. Saya kaget. Jangan-jangan rekan kerja saya itu. Rekan mencangkul itu namanya Pak Kasan. Pak Kasan tinggal di desa itu: di arah pengeras suara itu.

Saya lega. Ternyata Pak San yang baru meninggal itu bernama Santoso.

Saya pun pasrah. Berarti partner saya berkebun akan melayat lagi. Ia akan lebih mementingkan etika daripada kehilangan jabatan sebagai pencangkul.

Target pindah-pindah pohon hari itu pun meleset.

Di Tiongkok tidak ada target yang meleset –oleh penyebab seperti itu. Ketika tetangga meninggal pekerjaan jalan terus. Tanpa mengabaikan etika bertetangga. Mereka bisa melayat malam hari. Atau keesokan harinya. Bila perlu di hari ketiga, keempat, kelima atau kapan saja sempat: mayat umumnya baru dikubur tujuh hari kemudian.

Pengumuman dari masjid tadi sekaligus berfungsi sebagai ''surat izin tidak masuk kerja''. Bos tidak boleh menanyakan kenapa tidak masuk. Atau mana surat izinnya. Apalagi harus bertanya ''apa hubungan antara Anda dan yang meninggal tadi''.

Pengeras suara di masjid-masjid itu juga penanda kapan pekerjaan harus dihentikan. 

Jauh sebelum tiba waktunya salat pun sudah berkumandang lagu-lagu pujian pada Tuhan. Kadang dari suara yang merdu. Kadang dari suara yang cempreng. Nadanya pun kacau balau. Sakit di telinga.

Saya tidak mengeluh. Yang seperti itu adalah masa kecil saya. Kadang lagu pujian seperti itu sengaja saya buat kacau agar imamnya cepat datang. 

Saya tahu: imam di tempat saya, dulu, suka ngobrol sambil merokok. Salat pun menunggu rokoknya habis. 

Katanya: itu untuk melatih militansi anak dalam kuat-kuatkan melantunkan pujian pada Tuhan sepanjang mungkin. Juga latihan sabar.

Tapi waktu itu tidak ada pengeras suara. Anak-anak melantunkan pujian sambil duduk bersila di dalam masjid.

Kala itu saya tidak memikirkan perasaan orang lain. Satu desa Islam semua. Pun semua penduduknya bukan orang sibuk.

Kini, dengan banyaknya pengeras suara di masjid itu saya suka bertanya ke diri sendiri: bagaimana perasaan orang yang bukan Islam yang tinggal di sekitar sini. Terutama ketika mendengar suara yang sangat tidak merdu itu.

Keesokan harinya Pak Kasan masuk kerja. "Kemarin melayat dua kali ya?" tanya saya berbasa-basi.

Ia hanya mengiyakan. Ia tidak bercerita soal dua kali melayat itu. Beberapa minggu kemudian baru saya tahu: Pak San yang ''innalillahi'' di tengah hari itu ternyata meninggal di saat ikut menguburkan mayat wanita yang meninggal pagi hari.

Rekan kerja saya tadi tahu sendiri kejadiannya. Ia juga ikut mengantar mayat si wanita tua sampai ke kuburan. 

Ia ikuti semua prosesi penguburan: mayat dimasukkan liang lahat. Lalu ditimbun tanah.

Penimbunan rampung. Pemasangan batu nisan pun selesai. Tibalah giliran Pak modin membacakan talkin di atas pusara –biasanya berisi agar arwah yang baru dikubur dijauhkan dari siksa kubur, dan yang masih hidup agar ingat bahwa pada gilirannya akan mati juga.

Saat talkin dibacakan itulah Pak Santoso bergerak mundur. Kakinya terhalang beton di kuburan. Ia terjatuh. Kepalanya membentur beton. Meninggal dunia.

Sebenarnya Pak San meninggal dunia dengan cara yang paling simple. Tanpa sakit. Sudah di kuburan pula. Para penggali kuburnya masih lengkap. Petugas pembaca talkinnya juga masih ada.

Tapi pihak keluarga minta pak San dibawa ke rumah sakit. Pakai mobil tetangga. Mobil pun meninggalkan kuburan. Pelayat juga pulang. 

Begitu mereka sampai di rumah terdengarlah pengumuman dari masjid: ''innalillahi...'' 

Mereka pun siap-siap ke kuburan lagi.

Di kampung ini warga rukun. Pemilu damai. Mayoritas warga NU. Banyak yang ikut tarekat Nahsabandiyah-Qadiriyah. Di Pemilu lalu Prabowo-Gibran menang telak di situ: 80 persen.

Menteri Agama kita juga tokoh NU. Surat edarannya soal pengeras suara tidak akan dibacakan lewat pengeras suara di masjid NU di desa ini.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 20 Maret 2024: Alvin Hotman

Ketut Bagiarta

Viralnya akan mengalahkan Pilpres. Seperti biasa, hal yang sangat urgen dan menyangkut kepentingan rakyat banyak akan diabaikan. Negeri tiktok ini memang tidak sedang baik-baik saja!

M.Zainal Arifin

Suami yg egois, Yg pisahkan bayi nya dg mantan isteri nya. Lelaki tak lahirkan anak, Tapi mau punya anak. Apa ibu bisa dipisahkan dg bayi nya? Cinta ibu tak bersyarat. Cinta bapak, bersyarat. Simak, Simak, simak, yg paling berhak kita baiki. Bapak, selanjut nya. Perempuan lemah, harus dilindungi lelaki, bukan ditindas.

Handoko Luwanto

Jurnal Prusuh Disway Edisi: Sopir Salim (Sel,19-03-2024) #.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain:meReplyOrangLain] #1.admin nqode2021 (1;97)✏️ #2.Afa (2;221)★ #3.Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺 (4;575)★ [1:0] #4.Ahmad Zuhri (1;99) #5.Amat K. (16;525)✒️★★⚾️ [5:11] #6.Atho^illah (5;103) [4:1] #7.bitrik sulaiman (1;6) #8.Dasar Goblik (4;105) [2:2] #9.DeniK (1;32) #10.djokoLodang (10;586)★★ [4:2] #11.doni wj (1;7) [0:1] #12.Echa Yeni (3;31) [0:1] #13.Er Gham (1;56)★ #14.Fra Wijaya (1;34) [3:0] #15.Gianto Kwee (3;79)★ [0:1] #16.Gregorius Indiarto (3;93) [1:0] #17.Handoko Luwanto (3;301) #18.HONDA CBR150R (1;73) [1:0] #19.Ibnu Ukkasyah (2;120)★ #20.Jimmy Marta (10;485)★ [1:5] #21.Jo Neca (5;113) [5:4] #22.Johannes Kitono (1;182)★ #23.Jokosp Sp (12;625)★★ [6:6] #24.Juve Zhang (4;289)★★ [3:1] #25.Kalender Pro (1;18) #26.Kang Sabarikhlas (2;147)★ [2:0] #27.Lagarenze 1301 (6;509)★★★★⭐️ [1:0] #28.Lègég Sunda (1;6) #29.Leong Putu (1;4) #30.Liam Then (6;591)★ [1:1] #31.M.Zainal Arifin (12;165)⏰ [1:8] #32.Mbah Mars (4;140)★ [4:3] #33.Mew Mixue (1;214)★ #34.Muh Nursalim (2;154) #35.Muin TV (2;121) [0:1] #36.MULIYANTO KRISTA (6;39) [1:3] #37.Nimas Mumtazah (1;22) [0:1] #38.Nurkholis Marwanto (1;168)★ [1:0] #39.Pedro Patran (1;7) #40.rid kc (1;60) #41.Rizal Falih (4;84) [0:1] #42.Ronie Ernanto (2;33) [0:1] #43.Sumartan (1;5) #44.thamrindahlan (1;21) [1:0] #45.Udin Salemo (8;308)★★⚽️ [10:1] #46.Wilwa (4;299)★ [0:4] #47.Yellow Bean (8;348) [4:3] #48.yoming AFuadi (1;63) Total: 172 Komentar dengan 27★ dari 19 Orang ✏️: Rookie per 30Sep2023 (1 Orang) ✒️: Komentar Terbanyak ★: Komentar Pilihan ⭐️: Komentar Pilihan Terbanyak ⚽️: Terbanyak Direply ⚾️: Terbanyak Mereply ⏰: Pertamax

Rizal Falih

Penasaran dengan tokoh antagonis yang ditulis CHD hari ini membuat saya browsing di google dengan mengetik kata kunci Tisya Erni. Dan mak deg. Muncul photo-photnya. Dengan busana dan pose yang berani. Waduh, sepertinya pahala puasa harus berkurang banyak hari ini. Seharusnya ikut saram Om Amat, untuk searching sebelum imsak. Tapi bukanya sama aja ya. Dosa mata plus dosa bergosip. Meskipun cuma dalam hati. Selain itu ada juga bumbu-bumbu cerita gosip, kedekatan sang biduan dengan komedian terkenal. Begitulah. Banyak artis yang mencari cara instan, supaya populer dan cepat dikenal masyarakat. Tidak semua. Tapi kebanyakan. Supaya ramai jobnya. Juga cepat kaya. Siapa coba yang tidak mau kaya.

Lagarenze 1301

Alvin Lim jelas bukan kaleng-kaleng. Ia anak konglomerat yang tak ditanggap, melalui kehidupan yang penuh perjuangan, sampai kemudian meraih sukses. Jiwa pemberaninya ditempa oleh berbagai kesulitan hidup. Siapa yang tak kenal Atang Latief, pemilik Bank Bira dan Bank Tamara yang benderanya berkibar pada 1990-an. Alvin adalah anak Atang Latief dari istri muda. Atang Latief nama aslinya Lauw Tjin Ho. Tapi, Alvin tidak pakai marga Lauw atau Latief. Ia pakai marga ibunya, Lim. Alvin hanya bertemu ayahnya dua kali selama hidupnya, terakhir setamat SMA. Alvin di usia 18 diberangkatkan ke Amerika, kuliah di Universitas California, Berkeley. Setahun kuliah, ayahnya terlilit masalah BLBI. Biaya disetop. Alvin sempat drop out, hidup menggelandang, tidur di shelter. Gen pekerja keras membuatnya bangkit dari keterpurukan. Ia sempat kerja jadi satpam. Lalu kerja di bank jadi teller. Kariernya menanjak hingga jadi vice president. Dari hidup di shelter hingga punya rumah dan mobil Porsche. Di usia 28 tahun, Alvin pulang ke Indonesia. Cari istri. Menikah 2006. Kate Victoria Lim lahir setahun kemudian, Mei 2007. Namun, nasib berkata lain, Alvin bercerai saat usia Kate masih satu tahun. Karena kasus perebutan anak, ia sempat ditahan 8 bulan. Di momen inilah Alvin bertekad belajar hukum. Ia menikah dengan Phioruci pada Februari 2022. Kate kini berusia 16 tahun, sepertinya akan mengikuti jejak ayahnya. Kate inilah yang pernah menantang Hotman Paris Hutapea.*

Jokosp Sp

Salah masuk yang benar. Cerita pak de ( saya menyebutnya karena lebih tua, dan menghormati ). Pak de ini jualan keliling ke pasar-pasar setiap harinya dengan sepeda motor dan box barangnya. Suatu sore setelah dalam perjalanan pulang tiba-tiba hujan deras, ya sudah harus berteduh dan sekalian cari kopi untuk menghangatkan tubuhnya yang merasa kelelahan juga. Masuklah ke sebuah warung yang ada beberapa dan dipilih yang cukup sederhana. Pesan kopi dan telor ayam kampung 1/2 matang agar badan bisa fit kembali. Setengah jam, satu jam berikutnya hujan tak mau reda juga padahal kopi telor ayam kampung sudah hampir habis. Tenaga yang tadi terasa hampir habis kembali bugar seperti remaja 35 tahunan kembali. Otot-otot jadi menghangat dan kembali meregang seperti normalnya. Karena maghrib menjelang pak de manggil ke pelayannya sambil mengulurkan satu lembaran warna merah "ini mbak untuk satu kopi dan telor setengah matangnya". Terima kasih pak de jawab si pelayan. Ditunggu beberapa saat loh kok tidak ada respon untuk pengembalian uang tadi. Pak de nanya "ada kembaliannya mbak?. Pas itu pak de dijawabnya. Wah sambil ngedrumel "wah salah masuk aku ini". Mbaknya malah ndengar, dijawabnya "tidak ada yang salah pak de masuk ke sini, pasti pas pak de". Akhirnya pak de ngeloyor pergi....ajur ajur jum, duh untung jualan sehari ini amblas masuk di warung pas ( warung jablai istilah sininya ).

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

MEDIA VIRAL BAGI MASYARAKAT BAWAH UNTUK MENDAPATKAN KEADILAN HUKUM.. Ada grup FB. Namanya "INFO CEGATAN JOGJA". Membernya, saat ini: 1,1 juta. DULU. Menilik namanya, mungkin dulu awalnya adalah untuk saling berkabar tentang "cegatan kendaraan" (pemeriksaan) oleh Polisi. PERKEMBANGAN. Perkembangannya, grup FB ini menjadi: 1). Media tolong menolong masyarakat kalau ada kendaraan mogok. Misal kehabisan BBM. Maka tiba-tiba ada yang menolong, membawakan BBM meski hanya 1 liter. Juga tuk tolong menolong kondisi darurat yang lain. Ban gembos. Dstnya. Tiba-tiba ada masyarakat yang membawakan alat tambal ban darurat.. 2). Media pengaduan apa saja. Termasuk kehilangan, menemukan, perlakuan aparat yang tidak baik. Dst dstnya. Jika ada laporan terkait aparat, banyak yang akhirnya: A). Ada tanggapan dari pejabat terkait dan atau yang berwenang. B). Ada follow-up yang simpatik. Dst dstnya. Akhirnya, sering di grup ini hal-hal BESAR, tetapi menyangkut masalah masyarakat BAWAH/ KECIL - menjadi VIRAL bahkan SANGAT VIRAL. Dan akhirnya MEMPEROLEH jalan KELUAR.. Namun lingkupnya masih KEDAERAHAN yaitu YOGYA.. ### Semoga segera ada MEDIA masyarakat BAWAH yang bisa menjadi sarana untuk masyarakat BAWAH/ KECIL untuk MEMVIRALKAN masalah yang dihadapi. Dan SANGAT VIRAL. Sehingga bisa cepat memperoleh KEADILAN hukum.. No viral, no justice. @@@ VIRAL. To get legal justice..

Hari Purwanto

KASUS YANG MEMILUKAN HATI, JANGAN LALAIKAN ORANG TUA Kriiing...kriiing suara telepon berdering, aku bangun ...lalu angkat telepon "Kaak.." suara adik terdengar, " Kata ibu kakak disuruh pulang sekarang..penting..soal Bapak ini" Jantung langsung berdegup, kaget...saat itu juga termenung...ingat orang tua. Terlintas wajah Bapakku yang sudah tua...bagaimana Bapak menggendongku ke kali...boncengin Sepeda ngantar ke langgar untuk belajar ngaji dll. Tak terasa air mata jatuh...maafkan aku bapak...aku lalai...belum bisa balas jasa Bapak, apalagi membahagiakanmu. "Yaa Tuhan ampuni aku, titip Bapakku...jaga kesehatannya dan panjangkan umurnya" Saat itu jg aku mengunci pintu rumah... sambar sepeda ontelku ...berangkat, aku gowes sekencang- kencangnya. Sepanjang jalan aku amat hati-hati dan tetap fokus ke Bapak...takut ada apa-apa. Hati makin kecut dan ciut di ujung kampung banyak berkibar bendera kuning...banyak orang berkerumun, meja dan kursi tertata rapi. hati semakin gak karuan... Air mata sudah jatuh duluan, bercucuran... Bendera kuning sudah mewartakan kejadian sesungguhnya... Sampai depan rumah bendera kuning makin banyak, sepeda aku taruh asal-asalan, kaki terasa berat untuk melangkah. Aku langsung merangsek berhambur ke dalam rumah...tidak lagi memperhatikan tetangga yang berdatangan...karena hati sudah tidak karuan. Pas masuk...ibu langsung merangkulku "Tole, Bapakmu...." Aku tak menjawab karena menahan tangis "Bapakmu le,.... sekarang diangkat menjadi ketua GOLKAR"

Lagarenze 1301

Santai sejenak. Seorang tabib baru saja membuka klinik pengobatan. Untuk promosi, ia memasang pengumuman di luar klinik. "Anda sakit apa saja cukup bayar Rp 20.000. Jika tidak sembuh, Anda berhak dapat Rp 100.000." Seorang pengacara berpikir ini adalah peluang bagus untuk mendapatkan Rp 100.000. Ia pun pergi ke klinik. Pengacara: "Saya kehilangan indra perasa." Tabib: "Perawat, bawakan obat dari kotak Nomor 14 dan teteskan 3 tetes ke mulut pasien." Pengacara: "Ugh. Ini minyak tanah." Tabib: "Selamat, indra perasa Anda telah pulih. Bayar saya Rp 20.000." Pengacara yang kesal itu kembali setelah beberapa hari untuk mencoba mendapatkan kembali uangnya. Pengacara: "Saya kehilangan ingatan. Saya tidak dapat mengingat apa pun." Tabib: "Perawat, bawakan obat dari kotak Nomor 14 dan teteskan 3 tetes ke mulutnya." Pengacara (kesal): "Ini 'kan minyak tanah. Anda memberikan ini kepada saya terakhir kali." Tabib: "Selamat. Ingatanmu kembali. Bayar aku Rp 20.000." Pengacara itu marah, lalu kembali seminggu kemudian dengan tekad untuk mendapatkan kembali Rp 100.000. Pengacara: "Penglihatan saya menjadi sangat lemah, saya tidak dapat melihat sama sekali." Tabib: "Yah, saya tidak punya obat untuk itu, jadi ambillah uang Rp 100 ribu ini." Pengacara (menatap uang di tangannya): "Hei, jangan membodohi aku, ini uang Rp 20.000, bukan Rp 100.000!” Tabib segera mengambil kembali uang itu dan berkata: "Selamat, penglihatan Anda telah pulih. Bayar saya Rp 20.000."

Mbah Mars

INTERMEZO Mbah Bolkin sedang crita-crita sama cucunya di teras rumah. Katanya, hidup jaman sekarang kok susah amat. Harga-harga pada naik. "Saya perhatikan bapak ibumu itu rekasa lho Le" "Rekasa itu apa Mbah ?" "Rekasa itu serba susah. Misal, beras mahal, cabe mahal, minyak goreng mahal dsb. Padahal bayaran tidak naik. Itu namanya rekasa, Le." "Emang jaman simbah dulu muda, tidak rekasa ?" "Oh, jaman saya muda, uang 5 ribu sudah bisa bawa pulang macem-macem dari super market, Le. Susu, roti, keju, coklat, gula, mentega, parfum, bedak, lipstik, sabun mandi dan odol" "Wuihhh, kok bisa begitu, Kek ? Kalau sekarang bagaimana ?" "Jaman saya muda itu enak. Sekarang mah susah, Le. Di mana-mana ada CCTV" 

Rindra

Pak Alvin kl mau terus membela wong cilik,hrs "panjang umur". Sdh betul istrinya nempel terus utk kontrol makan minum, tensi, pola hidup. Krn kl ndk berubah,bakal cepet mati. Kalo ndk mau habisin waktu 5 jam per kali cuci darah,bisa konsul ke dokter ginjal apakah bisa pakai CAPD, tp hrs super disiplin krn kl kemproh ya peritonitis (radang selaput perut). Alternatif lain lg yaitu cangkok ginjal. Intinya hrs berubah, menyesuaikan sakit gagal ginjalnya. Cuci darah (HD) mutlak dilakukan rutin bila mengharuskan demikian. Kualitas HD nya perlu dipantau jg Pak... Biar panjang umur. Pak Dahlan bisa bantu informasikan disini, resep HD yg dijalani Pal Alvin. Kan banyak dokter ahli yg baca disway.

Jo Neca

Mantap..Kapan main lagi ke Singkawang kali aja mantan saya masih hidup..Sebab dr thn 86..Atau sudah janda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Komentar: 197

  • Atho'illah
    Atho'illah
  • Atho'illah
    Atho'illah
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Handoko 2018
    Handoko 2018
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Yushua Lie
    Yushua Lie
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • Liam Then
      Liam Then
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Fa Za
    Fa Za
    • Fa Za
      Fa Za
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Rihlatul Ulfa
    Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • djokoLodang
      djokoLodang
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Pedro Patran
    Pedro Patran
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Pedro Patran
      Pedro Patran
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
    • Lègég Sunda
      Lègég Sunda
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Er Gham
    Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Er Gham
    Er Gham
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Hari Purwanto
    Hari Purwanto
    • Pedro Patran
      Pedro Patran
  • Jo Neca
    Jo Neca
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Madison Madison
    Madison Madison
    • Madison Madison
      Madison Madison
  • Madison Madison
    Madison Madison
  • Madison Madison
    Madison Madison
    • Madison Madison
      Madison Madison
  • Madison Madison
    Madison Madison
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Hari Purwanto
      Hari Purwanto
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • Jo Neca
      Jo Neca
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Wilwa
      Wilwa
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Sumartan
    Sumartan
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Er Gham
      Er Gham
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Atho'illah
    Atho'illah
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • ibnuhidayat setyaningrum
    ibnuhidayat setyaningrum
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • siti asiyah
    siti asiyah
    • Sumartan
      Sumartan
  • M.Zainal Arifin
    M.Zainal Arifin
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Pedro Patran
    Pedro Patran
    • Pedro Patran
      Pedro Patran
    • Pedro Patran
      Pedro Patran
  • Wilwa
    Wilwa
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
  • adi ya adi
    adi ya adi
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
    • Fa Za
      Fa Za
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
    • Jo Neca
      Jo Neca
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Super Peyek
    Super Peyek
  • admin nqode2021
    admin nqode2021
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Rizal Falih
      Rizal Falih
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • tiviboxsaya android
      tiviboxsaya android
  • Jo Neca
    Jo Neca
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
  • rid kc
    rid kc
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • DeniK
    DeniK
  • M.Zainal Arifin
    M.Zainal Arifin
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • M.Zainal Arifin
    M.Zainal Arifin
    • M.Zainal Arifin
      M.Zainal Arifin
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Rizal Falih
    Rizal Falih
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri