Bek Australia Ini Tak Biarkan Timnas Indonesia Punya Peluang: 'Mereka Punya Kualitas dan Menyulitkan'

Bek Australia Ini Tak Biarkan Timnas Indonesia Punya Peluang: 'Mereka Punya Kualitas dan Menyulitkan'

Bek Australia, Harry Souttar, mengatakan tak akan membiarkan Indonesia bikin peluang di dalam laga kedua grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Selasa, 10 September 2024-@harry_souttar/Instagram-

Meski bermain di hadapan banyak suporter WNI, timnas Indonesia dikalahkan Australia dengan skor 4-0 di Stadion Jassim bin Hamad, Al Rayyan pada 28 Januari 2024.

Modal Besar Timnas Indonesia

Di laga perdana menghadapi Arab Saudi, timnas Indonesia sukses mencuri 1 poin setelah pertandingan berakhir imbang 1-1.

Anak asuhan Shin Tae-yong mampu memberi perlawanan. Hal itu dibuktikan oleh Ragnar Oratmangoen yang mencetak gol di menit 19'.

Gol tersebut tentu saja mengejutkan pelatih The Green Falcons, Roberto Mancini. Ia mengakui melawan ternyata sangat sulit.

Wajar, dalam pertandingan tersebut pelatih Korea Selatan itu mengerahkan Witan Sulaeman untuk bermain transisi cepat.

Pasalnya Shin Tae-yong menerapkan dua skema taktik yang terbukti ampun merepotkan Saudi.

Pertama pelatih yang pernah mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 itu mengaku menggunakan lima bek saat bertahan.

Kemudian ketika timnas Indonesia menguasai bola, Nathan Tjoe-A-On Cs bergerak cepat ke mode penyerangan skema tiga bek.

Hasilnya, gol Ragnar berawal dari pressing yang dilakukan yang membuat pemain Saudi membuat kesalahan.

Setelah bola berhasil direbut Rafael Struick yang rajin turun bertahan, memberi operan bola kepada Witan yang kemudian memberikan umpan terobosan kepada Sandy Walsh.

Walsh berhasil merangsek ke kotak penalti lawan, kemudian memberi umpan silang kepada Ragnar.

Dengan kontrol ciamiknya, sejurus kemudian ia menggunakan kaki kiri andalannya untuk mengarahkan bola melaju kencang.

Gol tercipta setelah bola yang diarahkan Ragnar sempat membentur tubuh bek Saudi yang menyebabkan bola berubah arah.

Agresifitas jadi modal besar timnas Indonesia lainnya. Namun demikian mereka perlu menjaga stamina dan bermain sabar ketika menguasai bola.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: