Satgas Pangan Polda Metro Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil Saat Ramadan
Satgas Pangan Daerah Polda Metro Jaya melakukan pengecekan stok dan bahan pokok saat bulan Ramadan-Polda Metro Jaya-
JAKARTA, DISWAY.ID - Satgas Pangan Daerah Polda Metro Jaya melakukan pengecekan stok dan bahan pokok saat bulan Ramadan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan hal itu dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil.
BACA JUGA:Kasatgas Pangan Polri Pastikan Tak Ada Penimbunan yang Menyebabkan Kelangkaan Gas LPG 3 Kilogram
Diungkapkannya, sidak dilakukan di pasar tradisional di berbagai wilayah seperti Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Tangerang Kota, Bekasi, Depok, hingga Kepulauan Seribu.
Dijelaskannya, komoditas yang dipantau antara lain beras, bawang merah, bawang putih, cabe rawit merah, daging ayam, telur, gula, minyak dan daging sapi.
"Monitoring terkait ketersediaan/stock dan harga bahan pokok penting di pasar-pasar tradisional dilakukan, untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan 1446 H," jelasnya.
Diterangkannya, sejauh ini menunjukkan stok bahan pokok masih mencukupi.
BACA JUGA:Pemprov Jakarta Gelar Pasar Murah di 240 Kelurahan Selama Ramadan, Kendalikan Harga Bahan Pokok
Kemudian tekait harga terpantau stabil meskipun ada beberapa komoditi yang alami kenaikan.
"Sampai saat ini untuk ketersediaan mencukupi atau tersedia dan harga juga masih relatif stabil, walaupun ada kenaikan yang bervariatif," paparnya.
Diterangkannya, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2025, pemerintah juga telah menggelar operasi pasar pangan murah mulai tanggal 24 Februari 2025 sampai dengan tgl 29 Maret 2025, termasuk di wilayah Jakarta.
BACA JUGA:Jelang Ramadan 2025, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Kopro Melonjak!
Diimbaunya, para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar, sementara masyarakat diminta tidak melakukan aksi borong agar tidak terjadi panic buying yang bisa memicu lonjakan harga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: