Alasan KPK Sulit Usut Kasus Mafia Migas: Barbuk Ada di Singapura
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut pengusutan dugaan korupsi perdagangan minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral) masih terus berlanjut. -ayu novita-
Penyidik ketika itu mendalami supply chain pembelian minyak bumi (crude oil) dan BBM. Tapi, tidak dirinci lebih lanjut hasil pemeriksaan tersebut.
BACA JUGA:5 Pilihan Menu Buka Puasa untuk Penderita Asam Lambung, Ikuti Saran Profesor UI
BACA JUGA:Mensos Gus Ipul Satroni Dapur Umum di Pengungsian Korban Banjir Bekasi, Bilang Begini!
Diberitakan sebelumnya, Bambang Irianto yang merupakan Managing Director PT Pertamina Energy Services Pte. Ltd. (PES) periode 2009-2013 dan eks Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam kasus ini, Bambang diduga menerima uang senilai 2,9 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Kernel Oil selama 2010-2013.
Penerimaan dilakukannya melalui rekening penampung milik perusahaannya, SIAM Group Holding Ltd. yang berkedudukan di British Virgin Island.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: