Tarif Perdagangan Trump Ancam Indonesia, Wamenlu Ungkap Dampaknya ke Perekonomian
Wakil Menteri Luar Negeri, Ari Havas Oegrosono, tarif perdagangan sebesar 25 persen yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan sangat berdampak kepada industri serta para Business Leader di Indonesia.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Dengan diterapkannya tarif perdagangan sebesar 25 persen yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Indonesia kini terancam untuk menjadi salah satu negara yang akan terkena dampak dari perang tarif tersebut.
Bukan tanpa alasan, pasalnya Indonesia sendiri merupakan negara yang merupakan penyumbang defisit perdagangan terhadap AS.
Selain itu menurut Wakil Menteri Luar Negeri, Ari Havas Oegrosono, hal ini juga akan sangat berdampak kepada industri serta para Business Leader di Indonesia.
BACA JUGA:IDAI Wanti-Wanti Perjalanan Mudik Lebaran Jangan Sampai Bikin Stres Anak, Bisa Ngefek ke Kesehatan
BACA JUGA:Tips Mudik Lebaran 2025 Bareng Si Kecil, Perjalanan Makin Menyenangkan dan Aman Sampai Tujuan
"Kita memang sering menghadapi masalah-masalah tarif. Tapi ini adalah kondisi Geopolitik yang berkaitan langsung dengan ekonomi dan teknologi, kita lihat geopolitikn ini sangat tidak menentu, terutama bagi Business Leader dan Decision Maker," ujar Ari dalam agenda Buka Bersama dan seminar bertajuk "Seminar Dampak Perang Tarif Terhadap Peluang Ekspor Indonesia", yang digelar di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, pada Selasa 25 Maret 2025.
Selain itu dengan kondisi geopolitik seperti ini, Ari menambahkan, iklim perdagangan global tidak akan menjadi seperti dulu lagi.
"Negosiasi berjalan terus, tapi kita tidak tahu kapan akan berakhir. Ini membuat kita menjadi harus berhitung secara cermat bagi Indonesia dalam konteks geopolitik Amerika Serikat dengan Tiongkok yang makin tidak menentu," jelas Ari.
BACA JUGA:Tips Mudik Lebaran 2025 Bareng Si Kecil, Perjalanan Makin Menyenangkan dan Aman Sampai Tujuan
BACA JUGA:Terbaru! 6 Kode Redeem FC Mobile EA Sports Hari ini 26 Maret 2025, Klaim Hadiah Eksklusif
Sementara itu menurut Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Johni Martha, meskipun dampak dari kebijakan tarif tersebut saat ini belum tampak di Indonesia, namun hal tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja.
"Yang jadi target adalah negara-negara mitra dagang yang memberikan defisit cukup signifikan bagi Amerika secara bilateral dan Indonesia itu berada di nomor urut 15, dengan defisit USD 14,30 miliar," jelas Johni.
Untuk mengantisipasi hal ini, Johni menambahkan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) nantinya akan melakukan identifikasi dan antisipasi non-tarif barrier kepada apa saja yang nantinya mungkin dikenakan tarif tersebut oleh Trump.
Namun, Johni menambahkan bahwa Indonesia tidak akan menerapkan kebijakan proteksionisme seperti yang dilakukan oleh AS.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: