Bapanas Soal Perang Tarif Impor Trump: Waktunya Bisnis Dalam Negeri

Bapanas Soal Perang Tarif Impor Trump: Waktunya Bisnis Dalam Negeri

Tarif bea impor Amerika diumumkan Trump, di mana ekspor Indonesia ke Amerika akan dikenakan 32 persen.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menanggapi penetapan tarif impor Amerika Serikat (AS) oleh Presiden Donald Trump.

Di mana, Indonesia terdampak tarif resiprokal sebesar 32 persen dari basis tarif sebesar 10 persen yang ditetapkan kepada seluruh negara.

Ia menyebut bahwa hal ini menjadi momentum negara untuk menggenjot produksi serta menjaga stabilisasi harga di dalam negeri.

BACA JUGA:KSP Sebut Kebijakan Tarif Impor Trump Sudah Diprediksi dan Diantisipasi Pemerintah

BACA JUGA:35 Tenaga Medis Dikirim ke Myanmar Bantu Penanggulangan Gempa, Bawa Bantuan Kesehatan Senilai Rp5,5 M

"Yang pertama, ini waktunya kita memproduksi dalam negari. Pada saat currency rate tinggi, harga pangan dunia tinggi, kemudian pemberlakuan tarif yang tinggi dari beberapa negara, bukan cuma Donald Trump, ini waktunya kita melakukan bisnis dalam negari," ungkap Arief pada rapat daring, 3 Maret 2025.

Kemudian, terkait dengan peningkatan cadangan pangan pemerintah, ia mengaku hal ini menjadi perhatiannya selama ini.

Dalam hal ini, Arief menyebut tantangan utamanya adalah menemukan teknologi yang tepat untuk memperpanjang lama simpan.

"PR kita berikutnya adalah mencari teknologi untuk bisa memperpanjang shelf life. Ini saya nggak bosan mengulang-ulang berulang-ulang kali.," paparnya.

BACA JUGA:Menko Airlangga Temui PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Tarif Resiprokal Trump

BACA JUGA:Asik! Nomor HP Anda Ditransfer Saldo DANA Kaget Gratis Rp918.000 Pagi Ini Spesial Libur Lebaran 2025, Intip Cara Klaimnya

"Kemudian digunakan airbrush freezer, simpan dalam cold storage, frozen condition nanti bisa dilakukan penjualan untuk intervensi daerah-daerah yang tinggi, misalnya Indonesia bagian Timur atau beberapa daerah yang memang memerlukan. Jadi harga bisa tetap stabil," lanjutnya.

 Hal ini lantas turut berujung pada harga pangan yang stabil.Lebih lanjut terkait stabilisasi harga pangan, salah satu strategi yang disebutkannya, "Misalnya pada saat karkas, live bird harganya rendah, dibeli tetap dengan harga yang bagus.

"Tentu pihaknya selalu melakukan persiapan dengan berbagai sektor, baik di pemerintahan pusat dan daerah, BUMN, BUMD, maupun swasta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads