BP3MI Banten Cegah 690 PMI Ilegal dari Bandara Soetta, Mayoritas Tujuan Kamboja dan Timur Tengah
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Budi Novijanto-disway.id/Candra Pratama-
TANGERANG, DISWAY.ID -- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) berhasil mencegah keberangkatan 690 Pekerja Migran Indonesia (PMI) unprosedural dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di triwulan pertama. 2025.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Budi Novijanto mengatakan bahwa dari 690 PMI ilegal itu, mayoritas negara tujuan adalah Asia Tenggara dan Timur Tengah.
"Untuk negara tujuan, karena negara tujuan ini ada yang memang langsung destinasinya, ada juga yang sebagai transit. Jadi rata-rata adalah untuk Asia Tenggara itu Kamboja, Thailand, dan Malaysia dan di luar dari itu masih didominasi Timur Tengah," tuturnya, Sabtu, 12 April 2025.
BACA JUGA:Hadapi Fenomena Susut dan Sisa Pangan, Bapanas Akan Perkuat Kerjasama Lintas Sektor
BACA JUGA:Jumlah Pemudik Lebaran 2025 Menurun, Tertekannya Daya Beli Masyarakat Jadi Sorotan
Budi mengatakan, ratusan pekerja yang didominasi laki-laki tersebut dicegah keberangkatannya lantaran tidak memiliki kelengkapan dokumen untuk bekerja di luar negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Tujuan negara eropa enggak banyak, tapi ada, mungkin dari total 690 orang itu sekitar 10 persenlah itu adalah destinasinya ke Eropa Itu pun masih dugaan karena mereka tidak pernah menyebutkan destinasi akhirnya," ungkapnya.
Menurut Budi, dari ratusan orang yang berhasil dicegah itu, terbanyak dijanjikan untuk bekerja sebagai operator di wilayah Asia Tenggara dengan diimingi gaji yang berbeda-beda tiap orangnya.
"Jadi untuk yang Asia Tenggara Itu mereka dijanjikan sebagai operator komputer, ada juga yang memang dijanjikan sebagai pekerja di perkantoran. Sedangkan untuk yang di Timur Tengah itu lebih banyak sebagai asisten rumah tangga," jelasnya.
Budi menambahkan, saat ini pihaknya pun telah memulangkan ratusan pekerja ilegal tersebut ke kampung halamannya masing-masing, yang difasilitasi oleh pihaknya dan ada pula yang memilih untuk pulang secara mandiri.
BACA JUGA: OJK Minta Bank Blokir Ribuan Rekening Terindikasi Judol
BACA JUGA:Jerat Ketua PN Jaksel, Ini Peran 4 Tersangka Kasus Suap Vonis Lepas Korupsi Migor
"Tugas kita ini melakukan perlindungan dan salah satu kewajibannya adalah membantu kepulangan PMI yang bermasalah ini ke daerah asalnya. Setelah dilakukan pendataan, mayoritas dari mereka berasal dari Jawa Barat, NTT, NTB, dan Jawa Tengah," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: