Pramono Ogah Tiru KDM Kirim Pelaku Tawuran ke Barak TNI: Jakarta Punya Kebijakan Sendiri
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ogah meniru cara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam menangani pelaku tawuran.-cahyono -
JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI JAKARTA Pramono Anung ogah tiru KDM atau Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi yang merupakan Gubernur Jawa Barat dalam menangani pelaku tawuran.
Diketahui KDM mengirim para pelaku tawuran yang tertangkap ke barak TNI untuk mengikuti pelatihan kedisiplinan ala militer selama 6 bulan.
Menurut Pramono, Provinsi DKI Jakarta memiliki cara sendiri dalam menangani para pelaku tawuran.
BACA JUGA:Mendiktisaintek Ungkap Transformasi Pendidikan Tidak Bisa Ditunda, Harus Berdampak!
BACA JUGA:Presiden Prabowo Hari Ini Akan Resmikan Renovasi Sekolah hingga Bantuan Honorer
"Jakarta punya kebijakan tersendiri," kata Mas Pram sapaan akrabnya di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, 2 Mei 2025.
Adapun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri selama ini menerapkan kebijakan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bagi siswa penerima manfaaat yang tertangkap tawuran.
Diketahui, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menerangkan, kebijakan mengirim pelaku tawuran ke barak TNI ini tujuannya untuk mendisiplinkan.
BACA JUGA:Mendiktisaintek Ungkap Transformasi Pendidikan Tidak Bisa Ditunda, Harus Berdampak!
BACA JUGA:Presiden Prabowo Hari Ini Akan Resmikan Renovasi Sekolah hingga Bantuan Honorer
Terkini, KDM mengungkap adanya pengiriman siswa nakal ke barak militer di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jabar.
"Siswa-siswa (nakal) sudah masuk ke mobil Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat)," tutur Dedi dilansir dari akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Jumat, 2 Mei 2025.
Gubernur Jabar itu menyebut siswa-siswa yang masuk kategori nakal itu telah diizinkan oleh orangtuanya untuk mendapatkan pendidikan militer selama 6 bulan di barak TNI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: