Investasi Energi Terbarukan di Indonesia Jadi Incaran, Ini Kata Kadin
Investasi Energi Terbarukan di Indonesia Jadi Incaran, Ini Kata Kadin-Disway/Bianca Chairunisa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Dengan semakin besarnya peluang investasi dari energi terbarukan di Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa semakin banyak pihak asing yang tertarik untuk menanamkan modalnya di sektor tersebut.
Hal tersebut sendiri disampaikan oleh Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim S. Djojohadikusum.
BACA JUGA:Kecam RKUHAP, Ketua Umum Ikadin: Pembatasan Opini Advokat Langgar HAM
BACA JUGA:Kadin Tentang Transisi Energi: Indonesia Negara yang Bagus untuk Investasi
Menurutnya, sejumlah investor dari berbagai kawasan menunjukkan minat serius untuk masuk ke pasar Indonesia.
“Cukup banyak funds yang tertarik untuk bisnis di Indonesia. Baik dari Amerika (Serikat), ada dari Eropa, yang sangat berminat. Juga dari China, kami sudah ketemu beberapa calon investor dari China yang tetap tertarik dengan bisnis di Indonesia. Jadi saya kira prospeknya cukup tinggi,” jelas Hashim kepada Disway, pada Jumat 2 Mei 2025.
Kendati begitu, Hashim juga turut menyoroti beberapa hambatan yang masih perlu dibenahi oleh pemerintah, terutama dalam hal regulasi kandungan lokal.
BACA JUGA:Kadin Dorong Fasilitas Kredit Petani Lewat Agrinex Expo 2025
BACA JUGA:BPU Kadin Bandara 2025–2030 Dilantik, Dorong Promosi Usaha dan UMKM Melalui Bandara Soetta
Dalam hal ini, beberapa kendala seperti TKDN dan tingkat kandungan dalam negeri. masih menjadi masalah bagi mitra dagang, terutama dari Amerika Serikat (AS).
“Itu selalu menjadi masalah bagi mitra dagang kita. Jadi ini mungkin yang harus kita upayakan untuk dipangkas,” ujar Hashim
Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie sektor critical minerals sendiri masih memiliki potensi besar, yang juga semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral penting untuk transisi energi
“Potensi kolaborasi ini semakin terbuka lebar. Apalagi kalau kita mampu mencari keseimbangan antara Amerika (Serikat) dan Indonesia, yang sudah ada obatnya,” jelas Anindya.
BACA JUGA:Kadin Kukuhkan BPU Bandara Periode 2025–2030, Arnovi: Pengusaha Banten Bukan Orang Sembarangan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: