BGN: Program MBG Investasi Untuk Tingkatkan SDM Indonesia

BGN: Program MBG Investasi Untuk Tingkatkan SDM Indonesia

BGN: Program MBG Investasi Untuk Tingkatkan SDM Indonesia-Istimewa-

Menurut Dadan, anak-anak generasi Alpha dituntut menjadi tenaga produktif pada 2045 mendatang. Namun, tanpa adanya konsumsi makanan bergizi maka kekhawatiran yang muncul akan terjadi.

"Mereka yang sekarang ada dalam kandungan, mereka yang di TK, SD sampai SMA termasuk para santri dan sekolah keagamaan lainnya, 20 tahun kemudian di 2045 akan menjadi tenaga kerja produktif. Jika kita tidak intervensi dari sekarang, dikhawatirkan akan menjadi tenaga kerja produktif dengan kualitas rendah karena pertumbuhan otak dan fisik tidak optimal," ujarnya.

Memang, lanjut Dadan, program MBG menyasar kelompok penting yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita untuk mencegah stunting. 

Karena pada periode ini, menurut Dadan, perkembangan otak sangat penting. Kemudian juga menyasar seluruh anak sekolah mulai dari PAUD sampai SMA dan juga santri serta sekolah keagamaan lainnya yang populasinya mencapai 82,9 juta atau 1/3 penduduk Indonesia.

BACA JUGA:Bill Gates Bakal Kunjungi Indonesia untuk Dukung MBG, Ini Kata Kepala BGN Dadan Hindayana

BACA JUGA:Presiden Prabowo Temui Bill Gates Pagi Ini, Pantau Penyaluran Program MBG

Dengan target 82,9 juta penerima manfaat maka dana yang dibutuhkan untuk pemberian makan bergizi tentunya besar. 

"Intervensi perlu dilakukan agar dihasilkan generasi yang pintar-pintar karena seribu hari pertamanya optimal dan pertumbuhan fisiknya baik. Dengan populasi yang besar, otomatis akan membutuhkan dana yang besar," ucap Dadan.

Perpres Khusus Percepatan MBG

Pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) untuk mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 82,9 juta penerima manfaat 2025 ini.

Dadan menjelaskan, aturan tersebut baru dibuat lantaran Presiden Prabowo Subianto memantau langsung ke tiap daerah, banyak yang belum menerima MBG meski pelaksanaan program ini telah berjalan lebih dari 4 bulan.

BACA JUGA:BGN Batasi Jumlah Mitra SPPG yang Dikelola Yayasan pada Program MBG, Gandeng Ormas Agama

BACA JUGA:MBG Belum Selesai, Presiden Prabowo Akan Luncurkan Program Sekolah Berasrama untuk Anak Kurang Mampu: Putus Rantai Kemiskinan

"Karena Pak Presiden itu setiap kali ke daerah, beliau merasa miris karena lebih banyak yang belum bisa terima (MBG) dibanding yang terima. Makanya kita membutuhkan percepatan," katanya.

Selain itu, program ini awalnya masih diragukan namun setelah berjalan lancar, maka pemerintah mulai bergegas mempercepat target penyaluran Program MBG yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak didik mulai dari PAUD hingga SMA dan santri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads