Tiga Helikopter Dikerahkan Bantu Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani

Tiga Helikopter Dikerahkan Bantu Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani

Basarnas mengerahkan tiga helikopter untuk membantu evakuasi pendaki berkebangsaan Brasil, Juliana Marins (27), yang terjatuh di Gunung Rinjani, Lombok-Dok. Basarnas-

LOMBOK, DISWAY.ID - Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akhirnya mengerahkan tiga helikopter untuk membantu evakuasi pendaki berkebangsaan Brasil, Juliana Marins (27), yang terjatuh saat hendak mendaki Gunung Rinjani, Lombok. 

Salah satu helikopter milik Basarnas diterbangkan dari Lanud Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor menuju Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. 

BACA JUGA:Penyelamatan Pendaki Asal Brasil di Gunung Rinjani Terus Berlanjut

BACA JUGA:Ini Tantangan Tim SAR Gabungan dalam Misi Penyelamatan Pendaki Brasil di Gunung Rinjani

Bantuan itu dikerahkan usia Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memerintahkan agar proses evakuasi berjalan maksimal. Untuk itu, pihaknya menyediakan tiga helikopter untuk menyelamatkan Juliana yang terjatuh di kawasan Cemara Nunggal, Gunung Rinjani.

Iqbal memerintahkan agar proses evakuasi korban segera dilakukan, termasuk melalui jalur udara menggunakan heli airlifter. 

"Kesiapan ada tiga heli dengan spesifikasi airlifter (pengangkutan melalui jalur udara) untuk melakukan operasi evakuasi tersebut," kata Iqbal dalam keterangan resmi Selasa, 24 Juni 2025. 

Helikopter pertama oleh Mabes TNI bersama Basarnas telah tiba hari ini pada pukul 14.00 Wita di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). 

BACA JUGA:Tim SAR Temukan Posisi Jatuhnya WN Brasil di Gunung Rinjani: Lokasi Berpindah 500 Meter, Evakuasi Masih Berlangsung

Sementara itu, satu helikopter lainnya berspesifikasi Medivac (medical evacuation) disediakan pihak asuransi sudah berada terlebih dahulu di BIZAM.

"Satu helikopter lainnya milik PT AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) berspesifikasi airlifter juga dalam posisi siaga di Sumbawa Barat," kata Iqbal.

Gubernur Iqbal meminta evakuasi melalui jalur udara karena cuaca yang berubah-ubah dan lokasi korban yang mencapai kedalaman sekitar 500 meter sangat membahayakan untuk dilakukan evakuasi manual. 

"Segala upaya akan kita lakukan untuk penyelamatan cepat," kata Iqbal. 

Senada dengan hal itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Yarman mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTB terkait percepatan evakuasi menggunakan heli. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads