Universitas Esa Unggul, Kampus Ramah Disabilitas dan Menginspirasi
Universitas Esa Unggul terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus inklusif dan ramah disabilitas-Dok. Universitas Esa Unggul-
JAKARTA, DISWAY.ID - Universitas Esa Unggul terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus inklusif dan ramah disabilitas.
Komitmen ini tercermin dalam berbagai kebijakan, fasilitas, dan dukungan nyata kepada sivitas akademika penyandang disabilitas, baik mahasiswa maupun tenaga pengajar.
BACA JUGA:Prabowo Resmikan Wisma Danantara, Jadi Rumah Besar Pengelolaan Investasi Negara
BACA JUGA:Esa Unggul Gelar Seminar Psikologi, Tegaskan Peran Nilai Pancasila dalam Membentuk Karakter Bangsa
Salah satu sosok inspiratif yang merepresentasikan semangat ini adalah Dr. Muhammad Fauzi, S.Des., M.Ds, dosen tetap di Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK) Universitas Esa Unggul.
Sebagai penyandang disabilitas , Dr. Fauzi tidak hanya membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Ia aktif mengajar, melakukan penelitian, dan terlibat dalam berbagai forum akademik nasional maupun internasional.
“Saya sangat bersyukur berada di lingkungan kampus yang memberikan ruang setara kepada semua individu, termasuk penyandang disabilitas. Universitas Esa Unggul tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menciptakan atmosfer yang inklusif,” ujar Dr. Fauzi.
Komitmen Universitas Esa Unggul sebagai kampus ramah disabilitas juga dirasakan langsung oleh para mahasiswa, salah satunya Albert Wijaya, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Studi Public Relation, yang juga merupakan penyandang disabilitas.
BACA JUGA:SIKAT Sekarang! Saldo DANA Gratis Rp345.000 Langsung Masuk Dompet Digitalmu Malam Ini 30 Juni
“Sebagai mahasiswa di kampus Esa Unggul, saya merasa kampus ini merupakan salah satu kampus yang belajar untuk menjadi kampus inklusi. Sebagai seorang disabilitas, saya merasa bahwa banyak hal yang diperjuangkan kampus ini untuk membuat inklusivitas di dalam kampus terjaga, sehingga membuat saya dapat mengikuti setiap proses pembelajaran dengan sangat baik. Saya sangat terbantu oleh adanya dosen-dosen yang memahami serta mensupport, sehingga membuat saya dapat menempuh pendidikan dengan lancar,” ungkap Albert.
Universitas Esa Unggul menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti aksesibilitas gedung ramah kursi roda, toilet disabilitas, serta dukungan teknologi bagi mahasiswa dan dosen berkebutuhan khusus. Selain itu, kampus juga mendorong pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang adaptif, memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses belajar-mengajar.
Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU, ASEAN Eng., menegaskan bahwa inklusivitas adalah nilai penting yang dipegang teguh kampus.
“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki hak untuk berkembang dan meraih prestasi, tanpa terkecuali. Kami bangga memiliki sosok seperti Dr. Fauzi dan Albert Wijaya yang menjadi inspirasi tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga masyarakat luas,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: