Gagal Tiru Indonesia, Vietnam Jadi Lelucon Dunia! PSSI Lanjut Naturalisasi 13 Pemain, Golden Star Warriors Geram
Gagal Tiru Indonesia, Vietnam Jadi Lelucon Dunia! PSSI Lanjut Naturalisasi 13 Pemain, Golden Star Warriors Geram---Dok. AFC
JAKARTA, DISWAY.ID - Timnas Indonesia dianggap sukses dengan strategi naturalisasi, Vietnam mencoba ikut tapi hasilnya berujung amarah dan kekecewaan.
Meski berupaya keras menyangi strategi skuad Garuda, media Vietnam justru dibuat gerah oleh pernyataan pedas yang menyebut bahwa mereka tak akan pernah bisa menandingi kekuatan timnas Indonesia meski menumpuk pemain naturalisasi sekalipun.
Kemarahan media Vietnam khususnya soha.vn mencuat usai pernyataan mewujudkan dari Raja Isa, pelatih asal Malaysia yang pernah membela klub PSM Makassar.
Dalam wawancara yang dikutip Soha, Raja Isa menilai bahwa proyek naturalisasi Vietnam dan Malaysia masih jauh dari level Indonesia.
"Pelatih asal Malaysia itu meyakini kedua tim, Vietnam dan Malaysia tak akan mampu menjadi ancaman serius bagi Indonesia meski menambah banyak bintang naturalisasi," tulis Soha.
Menurut Raja Isa, Indonesia sudah terlalu unggul baik dari segi struktur, kualitas pemain keturunan, hingga pengalaman dalam proses naturalisasi.
"Pakar: Meski tim Vietnam dinaturalisasi, tetap sulit mengejar ketertinggalan dari timnas Indonesia," tulis Soha mengutip pernyataan Raja Isa.
Pernyataan tersebut langsung menyulut emosi media Vietnam, yang merasa perjuangan mereka dalam merombak regulasi kewarganegaraan kini seperti diremehkan.
Sebagai informasi, Vietnam baru saja melakukan perubahan besar dalam undang-undang kewarganegaraan mereka demi mempercepat proses naturalisasi pemain.
Tujuannya jelas, yakni untuk memperkuat timnas mereka di level Asia Tenggara dan bahkan Asia.
Langkah ini dipandang sebagai respons atas keberhasilan Timnas Indonesia yang telah lebih dulu menjalankan strategi serupa dengan sangat agresif.
Tak pelak, media Vietnam merasa kesal. Banyak yang menilai bahwa meskipun Vietnam sudah bersusah payah memperbarui hukum dan mempercepat proses, tetap saja mereka dipandang sebelah mata oleh para pengamat sepak bola regional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: