Muhammad Hilmi Gimnastiar Terancam dapat Hukuman Berat Buntut Tendangan Kungfu
Pemain PS Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, terancam kena sanksi maksimal oleh PSSI.-Tangkapan layar-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan akan memberikan sanksi tegas atas insiden tendangan kungfu yang terjadi pada lanjutan kompetisi Liga 4 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura pada Senin, 5 Januari 2025.
Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, merespons keras tindakan pemain PS Putra Jaya, yang dinilai melakukan pelanggaran berat terhadap pemain Perseta T 1970, Firman Nugraha.
Aksi tersebut terjadi saat pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar dengan sengaja menendang dada Firman Nugroho ketika berebut bola.
BACA JUGA:Ditahan Imbang Persik, Persib Gagal ke Puncak Klasemen Super League Jelang El Clasico Lawan Persija
Umar menegaskan, Komdis PSSI tidak akan mentoleransi tindakan brutal di lapangan hijau, seperti halnya yang dilakukan oleh Hilmi dengan tendangan kungfunya itu.
Ia memastikan sanksi akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk merujuk pada Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022.
"Komdis akan segera menjatuhkan hukuman setimpal sesuai aturan. Semua cabang olahraga wajib menjamin keselamatan atletnya. Ada banyak pasal yang secara tegas mengatur soal keutamaan keselamatan atlet," jelas Umar dalam keterangan resmi pada Selasa, 6 Januari 2026.
Menurutnya, ketegasan sanksi bukan semata-mata hukuman, melainkan juga edukasi bagi seluruh pemain agar kejadian serupa tidak terulang.
BACA JUGA:KPK Pastikan Perkara Korupsi Lama Tetap Gunakan KUHAP Lama
Ia menekankan bahwa sepak bola Indonesia harus bebas dari tindakan kekerasan yang dapat merusak perkembagan sepak bola tanah air.
"Tujuannya khusus sepak bola itu ada di kode disiplin, untuk mencegah secara tegas berulangnya tindakan-tindakan brutal seperti ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Umar berharap seluruh elemen kompetisi, mulai dari pemain hingga staf kepelatihan, mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang kompetitif namun tetap sehat.
"Artinya, bagaimana sepak bola itu berkembang dengan sehat, dengan baik, dan tidak merugikan pihak lain," pungkasnya.
Langkah tegas Kondis PSSI ini dinilai krusial demi menjaga marwah kompetisi dan memastikan perkembangan sepak bola nasional berjalan secara profesional, aman, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: