Buntut Tendangan Kung Fu Liga 4, PSSI Minta Perangkat Pertandingan Perhatikan Keselamatan Pemain
PSSI meminta perangkat pertandingan mengutamakan aspek keselamatan pemain imbas insiden tendangan Kung Fu di Laga Liga 4 Jatim-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) angkat bicara menyusul insiden kekerasan yang melibatkan pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar, terhadap pemain Perseta 1970, Firman Nugraha.
Kejadian tersebut berlangsung saat mempertemukan Putra Jaya vs Perseta 1970 dalam lanjutan Liga 4 yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin, 5 Januari 2025.
BACA JUGA:Kurang Puas Obok-Obok Venezuela, Trump Juga Mau Caplok Greenland
Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, menegaskan bahwa pentingnya sikap tegas dari seluruh perangkat disiplin di semua level kompetisi untuk menjaga keselamatan atlet dan marwah sepak bola nasional.
Ia mengimbau agar setiap pelanggaran keras dan brutal seperti yang dilakukan Hilmi harus adanya ditindakan tanpa keraguan.
"Kami menghimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin maupun Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran keras dan brutal sehingga mengganggu jalannya kompetisi," ungkap Umar Husin dalam keterangan resmi pada Selasa, 6 Januari 2026.
BACA JUGA:RASAIN, Tendangan 'Kung Fu' Hilmi di Liga 4 Berujung Pemecatan dari Klub Putra Jaya Pasuruan!
BACA JUGA:Kemenkeu Optimis Perekonomian Indonesia Membaik di Tahun 2026, Manufaktur Ekspansif
Umar menekankan bahwa penegakan disiplin tidak hanya berlandaskan Kode Disiplin PSSI dan rules of the game, tetapi juga memiliki payung hukum yang kuat dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), khususnya terkait jaminan keselamatan atlet.
"Keselamatan atlet itu dijamin, bukan hanya dalam Kode Disiplin, tapi juga dalam Undang-Undang SKN. Ini menjadi penegasan agar Komdis di tingkat daerah maupun Panitia Disiplin bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu," tegasnya.
Terkait insiden tendangan ke arah dada yang dilakukan Muhammad Hilmi terhadap Firman, Umar menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius yang mencederai nilai sportivitas dan berpotensi membahayakan nyawa pemain.
"Kami rasa kejadian seperti ini harus dihukum seberat-beratnya. Bahkan, sanksi ekstrem seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup bisa menjadi opsi," jelas Umar.
BACA JUGA:Patra Jasa Group Salurkan Bantuan bagi Penyintas Banjir di Sumatera
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: