Buntut Dua Kali Kekalahan, Suporter Desak PSSI Segera Realisasikan Liga Putri!

Buntut Dua Kali Kekalahan, Suporter Desak PSSI Segera Realisasikan Liga Putri!

Penggawa Timnas Putri Indonesia bentangkan spanduk protes berbunyi "Pak Erick Kapan Liga 1 Putri Digelar?"-Tangkapan layar-

Disisi lain, pria yang menjabat sebagai menteri BUMN itu menegaskan bahwa liga putri tidak bisa bergulir tahun ini karena kurangnya klub sepak bola wanita yang terbentuk.

"Kita bisa lihat teman-teman jumlah talentanya belum cukup. Mau dipaksakan juga tidak mungkin. Karena sepakbola perempuan mati suri cukup lama," jelas Erick.

BACA JUGA:Pak Erick, Liga 1 Wanita Indonesia antara Ada dan Tiada, Penggawa Timnas Putri: Bosan Uji Coba Terus

"Mereka perlu waktu mungkin lima tahun, 2029. Tapi kami PSSI coba mendorong percepatan. Kami harapkan dengan ada tim nasional yang berkembang. Kami punya talenta yang cukup. Tapi itu pun masih risiko tinggi. Karena kami tidak mau begini. Liganya jalan nanti mati lagi."

"Jadi saya dengan tekanan dihujat, Liga putri tidak jalan. Saya tidak berpikir tergesa-gesa. Karena saya sebagai Ketua PSSI punya tanggung jawab lebih besar. Membangun tim nasional, membangun grassroots. Baru Liganya ada. Walaupun hasilnya kurang memuaskan," sambung dia.

Ia berharap dengan adanya pembinaan usia dini yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation, menargetkan peserta berusia delapan hingga 13 tahun.

Kendati demikian, PSSI menyelenggarakan turnamen Piala Pertiwi untuk kelompok usia ini.

Terkait rencana penyelenggaraan turnamen untuk klub sepak bola wanita yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, PSSI belum mempertimbangkannya.

Sebagaimana disampaikan Erick, saat ini belum ada klub sepak bola wanita yang terbentuk.

"Kita tahu kerjasama PSSI dengan grassroots, dengan perusahaan milklife, Susu itu baru berjalan satu setengah tahun. Di usia U12-U14. Apakah di tahun 2027 mereka di usia U14 dan U16 terus dipaksakan untuk main Liga Putri? Kualitasnya seperti apa?" terang dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads