SnackVideo Bangun Literasi Pendidikan di Pedesaan, Siswa dan Guru Dilatih Keterampilan Digital
program Desa Sejahtera 2025 dari SnackVideo kini memasuki babak baru: membangun literasi pendidikan dan keterampilan digital di pedesaan.--SnackVideo
JAKARTA, DISWAY.ID — Setelah sukses menghidupkan semangat olahraga di desa, program Desa Sejahtera 2025 dari SnackVideo kini memasuki babak baru: membangun literasi pendidikan dan keterampilan digital di pedesaan.
Musim perdana program ditutup di Desa Cipelah, Kabupaten Bandung, dan dibuka dengan komitmen kuat untuk menjadikan desa sebagai pusat pembelajaran berbasis teknologi dan budaya lokal.
Program ini bukan sekadar CSR biasa. Di balik layar panggung hiburan dan kegiatan sosial, terdapat visi jangka panjang: menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama dalam menciptakan desa yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.
BACA JUGA:Keren, SnackVideo Meriahkan Event Naval Base Open 2024 di Surabaya
Literasi Digital Jadi Modal Baru
Pada kegiatan puncak di Cipelah, selain menghadirkan senam massal dan permainan tradisional, tim SnackVideo menggelar lokakarya pembuatan video pendek.
Warga—termasuk pelajar dan guru—diajak memahami dasar-dasar produksi konten digital, mulai dari storytelling, pengambilan gambar, hingga pengenalan fitur aplikasi.
"Pelatihan ini bukan untuk membuat semua orang jadi influencer, tapi agar warga bisa bercerita tentang desanya dengan cara yang lebih kreatif dan percaya diri," ujar Yugo Prabowo, Direktur SnackVideo Indonesia.
Dengan konten yang autentik dan apa adanya, warga didorong memanfaatkan media sosial bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai alat edukasi, promosi desa, dan dokumentasi budaya lokal.
BACA JUGA:Melanggar Pedoman Komunitas, SnackVideo Hapus 7.525.300 video Selama Paruh Kedua 2022
Guru dan Siswa Jadi Fokus Musim Kedua
Setelah Cipelah, SnackVideo akan memulai musim kedua Desa Sejahtera di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Fokus utamanya: renovasi sekolah, pemberian alat belajar, dan pelatihan digital untuk guru dan siswa.
Program ini berangkat dari kondisi nyata: masih banyak sekolah di pedesaan yang minim sarana belajar modern.
Dengan memberikan perangkat dan pelatihan yang sesuai, SnackVideo berharap para guru mampu mengintegrasikan keterampilan digital dalam proses belajar-mengajar, sementara siswa bisa mendapatkan akses pada dunia pengetahuan yang lebih luas.
"Kami ingin membantu desa-desa tidak tertinggal dalam revolusi teknologi. Literasi digital hari ini adalah bentuk literasi dasar untuk masa depan," tambah Yugo.
Program Desa Sejahtera pertama kali mencuri perhatian publik lewat revitalisasi lapangan olahraga dan dukungan terhadap akademi sepak bola di empat desa, termasuk Cipelah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: