OLAHRAGA SULTAN, LADANG CUAN

OLAHRAGA SULTAN, LADANG CUAN

Padel, olahraga raket yang memadukan elemen tenis dan squash kini menjadi primadona.-dhimas fin-

Maka jangan heran jika padel, justru terasa lebih akrab. Tidak perlu terlalu atletis. Tidak perlu menang terus. Yang penting, bermain. Bergerak. Dan tertawa.

Okto melihat Padel memang berangkat dari komunitas. Tapi, arahnya kini semakin serius. Indonesia pun sudah bersiap untuk naik kelas. Dari sekadar gaya hidup menjadi olahraga kompetitif.

Kini, padel sudah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Bahkan disebut-sebut sedang diperjuangkan masuk ke Olimpiade Brisbane 2032. Tentu, Indonesia tak mau hanya jadi penonton.

"Memang, awalnya padel hadir di Indonesia lebih melalui pendekatan komunitas dan gaya hidup, tapi sekarang arahnya sudah bergerak ke pembentukan struktur organisasi resmi. Dan ini penting untuk memastikan bahwa padel juga punya jenjang prestasi di masa depan," ujarnya.

Okto tak tinggal diam. Ia ingin padel punya federasi resmi di Indonesia. Bukan hanya untuk legalitas, tapi juga untuk mencetak atlet. Mengikuti turnamen. Tentu saja, selanjutnya membawa nama Indonesia ke podium.

"Kami di Komite Olimpiade Indonesia tentu mendukung pembentukan federasi resmi agar olahraga padel bisa tumbuh lebih terarah dan punya sistem pembinaan atlet yang jelas. Dan tentunya bisa mengikuti turnamen-turnamen internasional dengan membawa nama Indonesia melalui federasi nasional," ungkap Okto.

Padel telah membuktikan diri lebih dari sekadar tren sesaat. Dari asal mulanya di Bali hingga booming di Jakarta. 

Lebih dari sekadar olahraga. Padel menjelma menjadi fenomena multidimensional di Jabodetabek. 

Dari lapangan yang selalu penuh, potensi cuan bagi para "Padel Host," hingga masuknya olahraga ini dalam ranah pajak dan perhatian politik. 

Meski biayanya tidak murah dan ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, antusiasme masyarakat tetap tinggi. 

Ini adalah cerminan gaya hidup urban yang dinamis. Daya tariknya bukan hanya karena permainannya yang adiktif. 

Tetapi karena berhasil menyatukan berbagai kalangan. Mulai anak-anak hingga orang dewasa. 

Dalam satu lapangan kaca. Penuh tawa. Penuh euforia. Ini adalah bukti semangat berolahraga dan bersosialisasi tak pernah padam. 

Bahkan di tengah hiruk pikuk kehidupan modern. Padel membuktikan kebahagiaan itu semudah memukul bola di lapangan berukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter berdinding kaca. (*)  

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads