Penghargaan Industry Award 2025: Apresiasi untuk Ketangguhan dan Terobosan Industri Indonesia

Penghargaan Industry Award 2025: Apresiasi untuk Ketangguhan dan Terobosan Industri Indonesia

Penghargaan Industry Award 2025: Apresiasi untuk Ketangguhan dan Terobosan Industri Indonesia---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Menghadapi dinamika global yang penuh tantangan akibat ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi internasional, Warta Ekonomi Group bersama INDUSTRY.co.id menyelenggarakan Industry Award 2025 dengan tema “Strengthening Resilience, Redefining Standards: Championing Industry 4.0 and the Digital Shift”.

Ajang penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen pelaku industri nasional dalam meningkatkan daya saing melalui inovasi dan adopsi teknologi terkini.

CEO dan Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, menyampaikan bahwa sektor industri manufaktur saat ini sedang berada dalam tekanan berat.

"Indeks PMI manufaktur Indonesia pada Mei 2025 tercatat sebesar 47,4, yang menandakan kondisi kontraksi," ujarnya di Jakarta, Kamis 24 Juli 2025.

Ihsan juga menyoroti fluktuasi kebijakan tarif dari Amerika Serikat dan melambatnya proyeksi pertumbuhan industri global yang dirilis oleh OECD dan WTO sebagai faktor tambahan yang membebani pelaku industri dalam negeri.

BACA JUGA:Dorong Communal Industry, Dompet Dhuafa Yogyakarta Pacu Ekonomi Industri Batik Di Gunung Kidul

Sebagai dasar penilaian penghargaan, Warta Ekonomi dan INDUSTRY.co.id melakukan riset terhadap 251 perusahaan melalui pendekatan berbasis kinerja aktual, pengamatan media, serta indikator seperti aset, laba, penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance), tata kelola perusahaan (GCG), dan transformasi digital berbasis industri 4.0.

Dari total tersebut, 131 perusahaan terpilih sebagai penerima penghargaan dengan predikat khusus, bukan berdasarkan peringkat.

Riset dan media monitoring ini didukung oleh Jangkara Data Lab—anak perusahaan dari PT Nestara Teknologi Teradata—yang menganalisis pemberitaan dari media arus utama (cetak dan daring) serta media sosial.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa 52,9% sentimen media terhadap perusahaan-perusahaan tersebut bernada positif, mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi.

BACA JUGA:Mafia Pertambangan di Halmahera Utara Sangat Mengkhawatirkan: Polisi Jangan Diam Saja!

Staf Ahli Menteri Perindustrian, Emmy Suryandari, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran industri manufaktur dalam perekonomian nasional.

"Kontribusi sektor ini terhadap PDB mencapai 17,5%, serta menyumbang 79,4% dari total ekspor nasional pada kuartal pertama 2025,” paparnya.

Lebih lanjut, Emmy menekankan empat prioritas kebijakan industrialisasi nasional, yaitu hilirisasi, transformasi digital, pengembangan industri hijau, serta peningkatan kualitas SDM.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads