Serangan ke Jokowi dan Keluarganya Itu Nyata, Pengamat: Wajar Saja...

Serangan ke Jokowi dan Keluarganya Itu Nyata, Pengamat: Wajar Saja...

Penyidik Subdit Kamneg akan memeriksa Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus tudingan ijazah palsu di Polresta Solo atau Surakarta-Dok. Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menilai isu ijazah palsu miliknya bermuatan pemakzulan anaknya yang merupakan Wakil Presiden saat ini, Gibran Rakabuming Raka 

Jokowi mencurigai bahwa ada agenda politik besar yang tengah dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan reputasi politik dirinya dan keluarganya.

BACA JUGA:Heboh Youtuber Otomotif Diduga Pukul Lansia di Bintaro, Ini Faktanya!

BACA JUGA:Chery J6 Modifikasi Cellos, Siapkan Satu Unit Display untuk Super Giveaway di IMX 2025

"Saya berperasaan. Memang kelihatannya ada agenda besar politik. Isu-isu ini, ijazah palsu, isu pemakzulan. Ini perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-downgrade. Tapi ya buat saya biasa-biasa saja," ujar Jokowi kepada media, Selasa 15 Juli 2025.

Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai bahwa dugaan Jokowi bukanlah hal yang mengada-ada. 

Menurutnya, intensitas serangan politik yang ditujukan kepada keluarga Jokowi, termasuk soal ijazah palsu dan pemakzulan Gibran, memiliki pola yang mengindikasikan adanya agenda politik besar di baliknya.

BACA JUGA:Kadek Arel Salut dengan Penampilan Hokky Caraka saat Lawan Thailand

"Wajar bila Pak Jokowi mengungkap bahwa ada agenda politik besar di balik serangan bertubi-tubi yang dialamatkan ke Keluarga Solo, mulai dari dugaan ijazah palsu hingga soal pemakzulan Mas Wapres," kata Agung saat dikonfirmasi, Minggu 27 Juli 2025.

Agung menjelaskan bahwa dinamika ini merupakan ekses berkepanjangan dari kontestasi Pilpres 2024 dan residu dari dua periode pemerintahan Jokowi yang dinilai masih memiliki pengaruh kuat dalam percaturan politik nasional.

"Karena intensitasnya berdurasi panjang dan sedikit banyak merupakan ekses dari Pilpres 2024 maupun residu dua periode kepemimpinan Pak Jokowi selama menjadi Presiden," ujarnya.

Siap Tunjukkan Bukti Ijazah Asli

Menanggapi dugaan ijazah palsu yang kembali mencuat, Jokowi menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan. 

Ia menyatakan kesiapannya untuk menunjukkan bukti otentik berupa ijazah asli di pengadilan.

"Ini kan sudah dalam proses hukum. Saya baca kemarin sudah masuk ke tahap penyidikan. Ya sudah, serahkan saja pada proses hukum yang ada. Di sidang pengadilan nanti akan saya tunjukkan ijazah asli yang saya miliki," tegas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads