Hari Ini, Jenderal Tertinggi Thailand dan Kamboja Berunding Usai Disepakati Gencatan Senjata di Malaysia

Hari Ini, Jenderal Tertinggi Thailand dan Kamboja Berunding Usai Disepakati Gencatan Senjata di Malaysia

Ketegangan konflik Thailand-Kamboja selama 4 hari terakhir mulai mereda usai dua Pemimpin dari Thailand dan Kamboja terbang ke Malaysia untuk berunding-Thairath News-

KUALA LUMPUR, DISWAY.ID-- Thailand dan Kamboja telah menyepakati gencatan senjata “segera dan tanpa syarat” melalui pertemuan di Putrajaya, Malaysia, pada Senin (28/7/2025).

Pertemuan tersebut dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selaku Ketua ASEAN 2025.

Gencatan senjata ini, yang berlaku mulai tengah malam waktu setempat (17:00 GMT), mengakhiri lima hari pertempuran sengit di perbatasan yang menewaskan sedikitnya 38 orang dan mengungsikan lebih dari 300.000 warga dari kedua negara.

BACA JUGA:Dimediasi Anwar Ibrahim, Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata Tanpa Syarat!

Diketahui, Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menghadiri pertemuan di Malaysia.

Mereka mengambil kesepakatan untuk menghentikan permusuhan di wilayah sengketa, termasuk sekitar kuil Ta Muen Thom dan Preah Vihear.

Anwar Ibrahim menyebut kesepakatan ini sebagai “langkah awal yang vital untuk de-eskalasi dan pemulihan perdamaian serta keamanan.”

Sebagai tindak lanjut, komandan militer tertinggi kedua negara dijadwalkan bertemu pada Selasa (29/7/2025). 

Jenderal kedua negara itu akan berunding membahas implementasi gencatan senjata, diikuti oleh pertemuan komite perbatasan pada 4 Agustus 2025 di Kamboja.

Perundingan juga untuk membentuk mekanisme terperinci guna melaksanakan gencatan senjata.

Informasinya, saat berlangsung pengambilan kesepakatan gencatan senjata, pertempuran masih terjadi. Dilaporarkan, artileri dari kedua belah pihak di provinsi Surin (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja) terlibat pertempuran tersebut.

BACA JUGA:Korban Jiwa Bertambah, Perang Thailand-Kamboja Meluas, Perundingan Darurat di Malaysia Alot

Perundingan lanjutan yang dilakukan jenderal tertinggi kedua negara juga terkait upaya mencegah pelanggaran gencatan senjata, penarikan pasukan yang diperkuat di perbatasan dan adanya pemantauan independen.

Hun Manet menyatakan optimismenya usai kesepakatan diambil. Hal ini diharapkan dapat menghentikan pertempuran segera, memungkinkan ratusan ribu pengungsi kembali ke rumah, dan membangun kembali kepercayaan antar kedua negara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads