Trump Beri Putin Deadline Hingga 12 Hari untuk Rusia Hentikan Perang dengan Ukraina, Siapkan Sanksi Baru

Trump Beri Putin Deadline Hingga 12 Hari untuk Rusia Hentikan Perang dengan Ukraina, Siapkan Sanksi Baru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan batas waktu baru bagi Rusia untuk segera menghentikan perang di Ukraina, dengan deadline sekitar 10 hingga 12 hari.--getty images

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan batas waktu baru bagi Rusia untuk segera menghentikan perang di Ukraina, dengan deadline sekitar 10 hingga 12 hari.

Jika tidak ada kemajuan yang berarti dalam periode tersebut, Trump memperingatkan akan memberlakukan sanksi baru yang lebih keras terhadap Rusia dan pihak-pihak yang membeli ekspor dari negara tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Trump pada Senin (29 Juli 2025) saat berada di Skotlandia, di tengah pertemuan dengan para pemimpin Eropa dan saat bermain golf.

Trump mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dianggapnya belum menunjukkan itikad baik untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun tersebut.

“Saya akan membuat batas waktu baru sekitar 10 atau 12 hari dari hari ini,” ujar Trump kepada awak media dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dilansir dari Reuters.

“Tidak ada alasan untuk menunggu lebih lama. Kami tidak melihat adanya kemajuan.”

BACA JUGA:Dianggap Ganggu Pemandangan, Trump Minta Eropa Hentikan Windmills: Kincir Angin Jelek!

Sebelumnya, Trump sempat menetapkan batas waktu selama 50 hari, namun kini ia memutuskan untuk memperpendeknya karena merasa tidak ada perkembangan positif.

Ancaman sanksi baru yang disampaikan Trump menunjukkan kesiapan Amerika Serikat untuk mengambil tindakan tegas jika Rusia tetap melanjutkan agresinya di Ukraina.

Hingga saat ini, Kremlin belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Trump tersebut.

Namun, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang dikenal sebagai sekutu dekat Putin menyebut ancaman Trump sebagai “permainan ultimatum” yang berpotensi memicu perang yang melibatkan Amerika Serikat.

BACA JUGA:Filipina Juga Dapat Tarif 19% dari Trump, Posisi Strategis Jadi Incaran Amerika

Medvedev menulis di platform X bahwa setiap ultimatum baru adalah ancaman dan langkah menuju konflik, bukan hanya antara Rusia dan Ukraina, tetapi juga dengan negara sendiri.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyambut baik pernyataan Trump dan menilai langkah tersebut sangat tepat waktu dalam upaya mendorong perdamaian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads