Cegah Krisis Mental Remaja, Kemendukbangga Luncurkan Program Akademi Keluarga

Cegah Krisis Mental Remaja, Kemendukbangga Luncurkan Program Akademi Keluarga

Akademi yang rencananya akan diluncurkan secara resmi pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia melalui edukasi yang terstruktur.-Disway/Hasyim Ashari-

BACA JUGA:Prabowo: Tingkat Pengangguran Nasional Turun Jadi Terendah Sejak 1998

Kemendukbangga menekankan keseimbangan penggunaan teknologi agar tidak menguasai kehidupan remaja secara negatif.

“Kalau tidak hati-hati, penggunaan gawai lebih dari tujuh jam bisa mempengaruhi pola pikir. Manusia harus mengatur teknologi, bukan malah diatur teknologi,” ucapnya.

Data tersebut sejalan dengan temuan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional pada remaja usia di atas 15 tahun mencapai 6,1%. Depresi dan kecemasan menjadi gangguan yang paling umum dilaporkan.

Kemendukbangga juga menyoroti masalah kesepian pada remaja yang bisa memicu perilaku menyimpang. Data menunjukkan 20 persen remaja di Indonesia mengalami kesepian yang berpotensi berdampak buruk pada kesehatan mental.

BACA JUGA:Pramono Anung Minta Kolong Flyover di Jakarta Disulap Jadi Fasilitas Olahraga

BACA JUGA:Prabowo: Tingkat Pengangguran Nasional Turun Jadi Terendah Sejak 1998

“Kesepian membuat remaja mencari pelarian pada hal-hal negatif. Pemerintah harus hadir memberi ruang, edukasi, dan apresiasi bagi mereka,” katanya.

Para ahli psikologi secara konsisten menekankan peran sentral keluarga dalam kesehatan mental remaja. Lingkungan keluarga yang suportif, komunikasi yang terbuka, dan pola asuh yang positif terbukti menjadi faktor protektif yang kuat bagi remaja dalam menghadapi tekanan dan tantangan.

Sebaliknya, konflik keluarga dan kurangnya kedekatan emosional dapat menjadi pemicu stres dan masalah kejiwaan.

Akademi Keluarga diharapkan dapat menjembatani kesenjangan komunikasi yang sering terjadi antara orang tua dan anak remaja.

Program ini diperkirakan akan mengintegrasikan dan memperbarui berbagai modul yang telah dikembangkan BKKBN sebelumnya, seperti modul Bina Keluarga Remaja (BKR) dan materi tentang 1001 cara berbicara dengan remaja.

BACA JUGA:Penyelundupan Sabu Setengah Ton Berhasil Dibongkar Polisi, Dikendalikan Sindikat Internasional Asal Iran dan China

BACA JUGA:Dompet Dhuafa Gelar Sarasehan Tokoh Bangsa: Rajut Kebersamaan, Wujudkan Merdeka dari Kemiskinan

Materi dalam akademi ini akan dirancang untuk membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi anak-anak mereka di era digital yang penuh tantangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads