Ukraina Gigit Jari, China Ketiban Pulung Pasca Pertemuan Trump dan Putin di Alaska
Pasca pertemuan Trump dan Putin di Alaska membuat Ukraina gigit jari karena tidak adanya kesepakatan untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Pasca pertemuan Trump dan Putin di Alaska membuat Ukraina gigit jari karena tidak adanya kesepakatan untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.
Namun dari pertemuan ini membuat China ketiban pulung, karena Trump mengatakan akan menunda penerapan tarif impor terhadap China karena membeli mintak dari Rusia.
Dalam pertemuan hampir tiga jam di Alaska, kedua pemimpin mengatakan mereka telah membuat kemajuan dalam berbagaia isu yang berkembang.
Namun sayangnya tidak dijelaskan permasalahan apasaja yang dibahas oleh dua pemimpin negara adidaya tersebut.
"Kita telah membuat beberapa kemajuan," kata Trump.
BACA JUGA:Kenaikan Gaji Hakim Hingga 280 Persen Resmi Diumumkan Presiden
BACA JUGA:KTT Trump–Putin di Alaska Berakhir Tanpa Kesepakatan Akhiri Perang Ukraina
"Tidak ada kesepakatan sampai ada kesepakatan," tambahnya.
Perundingan tersebut awalnya tampak tidak menghasilkan langkah-langkah yang berarti menuju gencatan senjata dalam konflik paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun, sebuah tujuan yang telah ditetapkan Trump sebelum KTT.
Namun, sekadar duduk berhadapan langsung dengan presiden Amerika merupakan kemenangan bagi Putin, yang telah dikucilkan oleh para pemimpin Barat sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Setelah pertemuan puncak tersebut, Trump mengatakan bahwa ia akan menunda pengenaan tarif terhadap Tiongkok karena membeli minyak Rusia setelah mencapai kemajuan dengan Putin.
Ia telah menargetkan India, pembeli utama minyak mentah Rusia lainnya, dengan tarif tambahan sebesar 25 persen untuk impor Amerika.
BACA JUGA:Prabowo: Anggaran Pendidikan 2026 Capai Rp 757,8 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah NKRI
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: