China Luncurkan Universal Chip 6G, Ribuan Lebih Cepat Dari yang Ada Saat Ini Hingga 100 Gigabit Per Detik

China Luncurkan Universal Chip 6G, Ribuan Lebih Cepat Dari yang Ada Saat Ini Hingga 100 Gigabit Per Detik

China luncurkan universal chip 6G pertama di dunia yang ribuan kali lebih cepat dari yang ada saat ini, bahkan tembus hingga 100 gigabit per detik.-dok disway-

Adapun chip 6G ini mengintegrasikan seluruh spektrum dari 0,5 GHz hingga 115 GHz ke dalam sebuah chip seukuran kuku jari. 

Biasanya kemampuan tersbeut tersebut membutuhkan sembilan sistem radio terpisah.

BACA JUGA:Detik-Detik Rumah Ahmad Sahroni Dijarah Diungkap Ketua RT: Massa dari Luar, Gak Ada yang Kenal

BACA JUGA:Gedung Dewan Dibakar Massa Usai Chaos Besar Terjadi, Ramalan Hard Gumay: Gue Melihat Kenceng Banget!

Chip ini, yang berukuran hanya 11 mm x 1.7 mm, menggabungkan komunikasi gelombang milimeter dan terahertz dengan pita gelombang mikro frekuensi rendah.

Hal ini memungkinkan peralihan yang mulus antar frekuensi yang sesuai untuk jangkauan jarak jauh maupun aplikasi berkecepatan tinggi.

Profesor Wang Xingjun dari Universitas Peking menyampaikan jika pengembangan chip ini dalam memenuhi kebutuhan 6G.

 “Seiring dengan pesatnya pertumbuhan permintaan perangkat yang terhubung, jaringan generasi mendatang harus memanfaatkan kekuatan berbagai pita frekuensi,” jelasnya.

BACA JUGA:Fitur Drive Mode dan AYC Mitsubishi Xforce Bikin Pengendara Makin Percaya Diri

BACA JUGA:Promo JSM Alfamart Terbaru Hari Ini 31 Agustus 2025, Borong Soklin Lantai Cuma Rp7 Ribuan!

Frekuensi tinggi menawarkan bandwidth yang masif dan latensi yang sangat rendah, yang berguna untuk aplikasi seperti realitas virtual dan prosedur bedah.

Pita frekuensi yang lebih rendah menyediakan jangkauan area yang luas, penting untuk menjangkau pegunungan terpencil, lokasi bawah laut, dan bahkan luar angkasa.

Manfaatkan Fotonik Sebagai Inti Chip 6G

Perangkat keras nirkabel konvensional bekerja dalam jangkauan yang sempit, sehingga menimbulkan biaya dan kompleksitas yang tinggi ketika dibutuhkan beberapa sistem membuat para peneliti beralih ke fusi fotonik-elektronik untuk mengatasi hambatan ini.

Sebuah modulator elektro-optik pita lebar mengubah sinyal nirkabel menjadi sinyal optik. 

Sinyal-sinyal ini diproses melalui komponen fotonik, sementara transmisi menggunakan pencampuran frekuensi antara laser yang dapat disetel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads