Daewoong Pharmaceutical Indonesia Raih Sertifikasi CPOB untuk Produksi Terapi Sel

Daewoong Pharmaceutical Indonesia Raih Sertifikasi CPOB untuk Produksi Terapi Sel

Daewoong Pharmaceutical Indonesia Raih Sertifikasi CPOB untuk Produksi Terapi Sel---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) resmi mengumumkan bahwa fasilitas produksinya telah memperoleh sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM.

Sertifikasi ini mencakup lini terapi berbasis sel punca autologus, sel NK (natural killer), dan eksosom.

Pencapaian ini melengkapi sertifikasi CPOB yang sebelumnya diterima pada 2024 untuk fasilitas sel punca alogenik.

Dengan demikian, kapasitas produksi lokal DPI kini mencakup seluruh terapi berbasis sel, termasuk media kultur sel, yang memperkuat standar mutu serta keamanan terapi regeneratif di Indonesia.

BACA JUGA:Kabar Gembira Penderita GERD, Daewoong Ciptakan Terobosan Inovasi Obat Fexuprazan

Harapan Baru untuk Pasien

Sertifikasi CPOB ini membuka akses lebih luas bagi pasien yang tidak lagi terbantu dengan terapi standar.

Kehadiran fasilitas baru ini mendukung pengembangan pengobatan personalisasi (personalized medicine) di Indonesia, dengan mengintegrasikan teknologi klinis, penelitian, dan produksi dari Yongin Cell Therapy Center milik Daewoong di Korea Selatan.

Baik In Hyun, Head of Business Unit DPI, menyebut capaian ini bukan hanya tonggak bisnis, tetapi juga bukti komitmen perusahaan terhadap keamanan dan standarisasi produksi.

"Sertifikasi ini memungkinkan kami menyediakan layanan terapi sel yang lebih aman dan dapat diandalkan bagi pasien di Indonesia. Ke depan, kami akan memperluas solusi personalisasi melalui kolaborasi erat dengan rumah sakit dan tenaga kesehatan nasional,” ujarnya.

BACA JUGA:Daewoong Luncurkan 5 Produk Estetika Medis di Indonesia, Termasuk Botoks dan Filler

Menjawab Tantangan Penuaan Penduduk

Berdasarkan Asia-Pacific Population Report 2024, jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, dengan 7,3% populasi berusia 65 tahun ke atas dan 11,1% berusia 60 tahun ke atas.

Untuk menjawab kebutuhan ini, DPI menggandeng rumah sakit dan universitas guna mendorong penelitian lokal serta pengembangan SDM di bidang terapi sel.

Bangun Ekosistem Kedokteran Regeneratif

DPI juga bekerja sama dengan afiliasi lokalnya, seperti Selatox, CGBIO Indonesia, dan Nulook Clinic.

CGBIO Indonesia menghadirkan solusi estetik medis dan regeneratif, mulai dari filler hingga perangkat regenerasi jaringan, lengkap dengan pelatihan tenaga medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads