Katanya Kebebasan Pers, Trump Malah Ancam TV Pengkritik: Mungkin Lisensinya Harus Dicabut
Presiden AS Donald Trump belum lama ini.--Reuters
BACA JUGA:Jamin Masa Depan Industri Global, Kemenperin Persiapkan Empat Strategi Ini
Reaksi dari kalangan Demokrat dan organisasi hak sipil terus mengalir.
Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyerukan pengunduran diri Carr atas "penyalahgunaan kekuasaan korup," sementara mantan Presiden Barack Obama mengecam kebijakan ini sebagai "cancel culture tingkat baru dan berbahaya" yang mengancam perusahaan media kecuali mereka "membungkam" kritikus Trump.
ACLU menyebutnya "melebihi McCarthyism," memperingatkan ancaman serius bagi Amandemen Pertama.
Di sisi lain, Trump menolak tuduhan sensor, mengklaim hanya ingin "keadilan" karena media "tidak boleh rail on me" meski berlisensi.
Secara teknis, FCC bisa mencabut lisensi berdasarkan standar "kepentingan publik" yang luas, meski jarang digunakan untuk konten editorial.
Trump telah lama mengancam media, tapi kali ini terasa lebih konkret dengan dukungan Carr, yang juga mengawasi merger media dan spektrum frekuensi.
Analis politik memperingatkan bahwa ini bisa membuka pintu bagi pengawasan lebih luas, termasuk status pajak kelompok liberal, pemantauan pidato online, dan penolakan visa bagi jurnalis kritis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: