Katanya Kebebasan Pers, Trump Malah Ancam TV Pengkritik: Mungkin Lisensinya Harus Dicabut

Katanya Kebebasan Pers, Trump Malah Ancam TV Pengkritik: Mungkin Lisensinya Harus Dicabut

Presiden AS Donald Trump belum lama ini.--Reuters

BACA JUGA:Jamin Masa Depan Industri Global, Kemenperin Persiapkan Empat Strategi Ini

Reaksi dari kalangan Demokrat dan organisasi hak sipil terus mengalir.

Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyerukan pengunduran diri Carr atas "penyalahgunaan kekuasaan korup," sementara mantan Presiden Barack Obama mengecam kebijakan ini sebagai "cancel culture tingkat baru dan berbahaya" yang mengancam perusahaan media kecuali mereka "membungkam" kritikus Trump.

ACLU menyebutnya "melebihi McCarthyism," memperingatkan ancaman serius bagi Amandemen Pertama.

Di sisi lain, Trump menolak tuduhan sensor, mengklaim hanya ingin "keadilan" karena media "tidak boleh rail on me" meski berlisensi.

Secara teknis, FCC bisa mencabut lisensi berdasarkan standar "kepentingan publik" yang luas, meski jarang digunakan untuk konten editorial.

BACA JUGA:Heboh! TNI AU Bakal Borong 42 Jet Tempur China Super Lincah, Spesifikasi Ganas yang Bikin Wilayah Nusantara Makin Aman?

Trump telah lama mengancam media, tapi kali ini terasa lebih konkret dengan dukungan Carr, yang juga mengawasi merger media dan spektrum frekuensi.

Analis politik memperingatkan bahwa ini bisa membuka pintu bagi pengawasan lebih luas, termasuk status pajak kelompok liberal, pemantauan pidato online, dan penolakan visa bagi jurnalis kritis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads