Ole Romeny Bisa Main Bela Timnas Indonesia Lawan Saudi? Coach Justin: Bisa, Pakai Pain Killer, Tapi Risiko Cedera Panjang!
Kabar soal kemungkinan tampilnya Ole Romeny saat laga penting Timnas Indonesia melawan Arab Saudi dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, menuai sorotan-Tangkapan Layar Instagram@timnasindonesia-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Kabar soal kemungkinan tampilnya Ole Romeny saat laga penting Timnas Indonesia melawan Arab Saudi dalam lanjutan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, menuai sorotan.
Diketahui skuad Garuda asuhan Patrick Kluivert akan menjalani laga krusial melawan The Green Falcons, di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis 9 Oktober 2025 pukul 00.15 WIB
Seorang pengamat sepak bola Coach Justin memberikan pendapat blak-blakan soal kondisi fisik sang striker timnas.
"Kalau soal main, bisa. Tapi pakai pain killer. Risikonya? Cedera jangka panjang," kata Coach Justin saat menjadi narasumber di sebuah tayangan talk show, Jumat 3 Oktober 2025.
Menurutnya, cedera engkel seperti yang dialami Ole Romeny bukanlah cedera ringan, dan jika dipaksakan bermain dalam kondisi belum 100 persen pulih, maka risikonya bisa berlipat ganda.
“Kalau dipaksakan, disuntik (pain killer), bisa saja turun main. Tapi setelah laga? Ya bisa makin parah. Karena rasa sakit ditutupi obat, dia tetap lari, sprint, padahal itu yang bikin bisa cedera lebih lama,” tambahnya.
Coach Justin bahkan membandingkan situasi ini dengan kasus pemain muda timnas Spanyol, Lamine Yamal, yang dipaksa tampil dengan kondisi cedera groin dan diberi pain killer, yang berujung pada cedera lanjutan yang membuat pelatih Hans Flick marah besar.
Strategi Patrick Kluivert Tak Akan Parkir Bus
Berbicara soal strategi, Coach Justin juga memprediksi pelatih Patrick Kluivert tidak akan menerapkan taktik bertahan total atau "parkir bus" saat menghadapi Arab Saudi.
“Feeling saya, main dengan tiga bek tapi bertahan di wilayah sendiri. Bukan parkir bus, tapi juga tidak terlalu menekan,” ujarnya.
Ia meyakini, gaya main Kluivert lebih fleksibel, dan kemungkinan besar akan menyesuaikan dengan dinamika di lapangan, tidak kaku dengan satu formasi tertentu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: