Aksi Cepat Imigrasi Soetta Selamatkan 1.524 Calon Korban TPPO Lewat Pengawasan Berlapis
Asisten Muda Ombudsman RI, Andi, mengapresiasi langkah progresif Imigrasi Soekarno-Hatta dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang.-Disway/Candra Pratama-
Untuk memperkuat pengawasan, petugas kini dibekali body cam sebagai perangkat mobile yang berfungsi sebagai passenger analysis unit merekam proses pemeriksaan sekaligus membantu dalam analisis profiling dan perilaku penumpang.
"Harapan kami ke depan adalah integrasi sistem subject of interest. Jika ada data dari BP3MI, Kemenaker, atau Kepolisian tentang calon korban yang hendak berangkat, maka sistem kami bisa otomatis mengenali dan menolak keberangkatan," tutur Galih.
Ombusdman RI Sidak
Sementara itu, Asisten Muda Ombudsman RI, Andi, mengapresiasi langkah progresif Imigrasi Soekarno-Hatta dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang.
BACA JUGA:Panji Bangsa Instruksikan Seluruh Anggota Data Pesantren yang Butuh Perbaikan
BACA JUGA:Pramono Ingin Jadi Gubernur Jakarta Cuma Satu Periode: Sudah Terlalu Lama Jadi Pejabat
"Kami melihat langsung fakta di lapangan, dan benar ada program seperti Simpasa dan desa binaan. Ini di luar tugas pokok dan fungsi imigrasi, tapi mereka tetap melakukannya.
Terobosannya luar biasa," ujar Andi usai sidak fasilitas Imigrasi di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Menurutnya, sistem keamanan imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat baik berkat penerapan teknologi dan prosedur berlapis.
Namun, ia menekankan bahwa potensi lolosnya korban tetap ada, sehingga dibutuhkan kerja sama antarinstansi.
"Imigrasi tidak bisa bekerja sendiri. Kewenangan utama TPPO memang bukan di imigrasi, tapi peran mereka dalam pencegahan sangat strategis. Diperlukan sinergi kuat antara Imigrasi, BP3MI, dan aparat penegak hukum agar korban bisa dicegah sejak dari desa," tutup Andi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: