Kluivert Disebut Tak Enak Turunkan Full Diaspora Saat Timnas Kalah dari Arab Saudi, Media Irak Bocorkan Kelemahan Indonesia
Patrick Kluivert disebut merasa tidak enak jika menurunkan starting XI berisi seluruh pemain diaspora saat Timnas Indonesia kalah dari Arab Saudi-Tangkapan layar X@timnasindonesia-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, disebut-sebut mempertimbangkan faktor non-teknis saat memilih starter dalam laga melawan Arab Saudi di Stadion Internasional King Abdullah, Jeddah, Kamis lalu.
Isu yang mencuat, Kluivert disebut merasa tidak enak jika menurunkan starting XI berisi seluruh pemain diaspora.
Akibatnya, dalam laga tersebut, empat pemain yang berkompetisi di Liga 1 diturunkan sejak awal, yakni Yakob Sayuri, Beckham Putra, Marc Klok, dan Ricky Kambuaya.
BACA JUGA:46 Lokasi Nobar Irak vs Timnas Indonesia di Jabodetabek, Siap-Siap Dukung Skuad Garuda!
BACA JUGA:Patrick Kluivert Tegaskan Timnas Indonesia Siap Tempur Lawan Irak: Kami Datang untuk Menang
Sayangnya, keempatnya tampil di bawah performa terbaik, dan justru menjadi titik lemah dalam kekalahan 2-3 dari Arab Saudi.
Di antara empat pemain lokal yang tampil sebagai starter, tiga di antaranya dikritik paling tajam.
Marc Klok dianggap menjadi penyebab terjadinya gol pembuka Arab Saudi pada menit ke-17, usai kehilangan bola di area berbahaya.
Yakob Sayuri membuat dua kesalahan fatal, pelanggaran di kotak penalti yang berujung gol kedua dari titik putih, dan kelengahan dalam mengantisipasi bola rebound yang berujung gol ketiga Arab Saudi.
Beckham Putra, yang diplot sebagai pengatur serangan, gagal menunjukkan pengaruh berarti.
BACA JUGA:Jelang Timnas Indonesia Lawan Irak, Patrick Kluivert: Gila, Kalau Bocorkan Strategi Saya Sekarang!
Data dari FotMob menyebutkan Beckham hanya mendapat nilai 5,7, yang merupakan rating terburuk kedua di tim setelah Marc Klok (5,6).
Analisis Haris Pardede: Tak Enak Turunkan Full Diaspora
Pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede alias Bung Harpa, mengungkapkan bahwa keputusan memainkan pemain lokal kemungkinan bukan murni karena pertimbangan teknis, melainkan karena pertimbangan non-teknis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: