Penting! BMKG Bongkar Penyebab Suhu Ekstrem Sengat RI, Ikuti Tips-tips Ini

Penting! BMKG Bongkar Penyebab Suhu Ekstrem Sengat RI, Ikuti Tips-tips Ini

Ilustrasi. Suhu ekstrem yang terjadi akhir-akhir terasa menyengat di kulit. BMKG mengungkap, salah satu penyebabnya karena Muson Australia.-Freepik-

JAKARTA, DISWAY.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah pulau besar, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang menyebabkan suhu ekstrem menyengat sebagian besar wilayah Indonesia.

Suhu maksimum harian dilaporkan melonjak di beberapa wilayah, memicu risiko dehidrasi bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi, terutama dengan memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari aktivitas langsung di bawah sinar matahari pada jam-jam puncak.

BACA JUGA:KPK Siapkan Kontra Memori Banding Hadapi Eks Dirut Taspen Kosasih

BACA JUGA:Solusi Cerdas Rumah Tangga Modern, Kini Hadir Lebih Dekat di BSD City

Penyebab Suhu Tinggi

Dr. Ida Pramuwardani selaku Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG menjelaskan, fenomena suhu ekstrem yang terasa sangat panas belakangan ini di Indonesia, khususnya di wilayah bagian selatan, disebabkan oleh beberapa faktor utama, dan bukan merupakan heatwave (gelombang panas) seperti yang terjadi di negara lain.

"Di sisi lain, sebagian wilayah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi juga mengalami cuaca panas terik di siang hari," buka Ida.

Kondisi ini, kata dia, terjadi akibat penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat.

"Posisi gerak semu matahari yang berada di sekitar selatan ekuator sehingga meningkatkan intensitas penyinaran, serta pengaruh periode transisi dari musim kemarau ke musim hujan," ujarnya saat dihubungi oleh Disway, Selasa 14 Oktober 2025.

BACA JUGA:Harga Emas Putih Hari Ini Rabu 15 Oktober 2025, Ikut Meroket Seiring Kenaikan Harga Emas Dunia

BACA JUGA:Jaksa Agung Siap Dampingi, Gus Irfan Minta Tracking 400 Pegawai Kemenhaj

Menurutnya pada periode-periode ini cuaca menjadi cenderung berfluktuasi. Salah satu tanda-tandanya pada siang hari matahari lebih terik.

"Pada masa ini, cuaca cenderung berfluktuasi, ditandai dengan hari-hari yang panas terik di siang hari dan hujan lebat disertai petir serta angin kencang pada sore hingga malam hari di beberapa wilayah Indonesia," tambahnya.

Suhu Panas Diprediksi Mereda Akhir Bulan

Menurut prediksi BMKG, kondisi cuaca panas yang menyengat ini kemungkinan akan berangsur mereda menjelang akhir Oktober hingga awal November.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads