KPK Soroti Ironi Daerah Kaya Tambang, Warganya Justru Hidup Miskin

KPK Soroti Ironi Daerah Kaya Tambang, Warganya Justru Hidup Miskin

Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah V, Dian Patria menyoroti kondisi ironis yang terjadi di berbagai daerah penghasil komoditas tambang di Indonesia-Disway.id/Ayu Novita-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti kondisi ironis yang terjadi di berbagai daerah penghasil komoditas tambang di Indonesia.

Meski wilayah tersebut dikenal kaya sumber daya alam, masyarakat lokalnya justru banyak yang hidup dalam kemiskinan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah V, Dian Patria, dalam keterangannya pada Kamis 23 Oktober 2025.

BACA JUGA:UMKM Lokal Meriahkan wondr by BNI Indonesia Masters 2025 di Medan

BACA JUGA:Update Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini Kamis, 23 Oktober 2025: Waspada Hujan Petir!

“Keluhan yang sering muncul dari masyarakat adalah, daerah-daerah yang kaya tambang justru penduduknya paling miskin,” ujar Dian.

"Ya, kenapa? Karena biasanya mereka hidupnya dari petani atau dia nelayan, ya,” sambungnya.

Ia mengatakan bahwa petani atau nelayan, hidup dengan kondisi lingkungan yang rusak tentu membuat mata pencaharian mereka terdampak. 

"Sementara pekerja yang ada itu dari luar. Bisa dari luar negeri, bisa dari luar provinsi tersebut. Mereka (penduduk asli daerah) semakin miskin,” tegasnya.

Dian memaparkan ada sejumlah daerah penghasil komoditas tambang tapi penduduknya miskin berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), seperti Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara dan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA:Rian/Rahmat Bikin Kejutan di French Open 2025, Lolos 16 Besar Tumbangkan Ganda Putra Terbaik Dunia Asal India

BACA JUGA:Nekat! Upaya Penyelundupan 10 Paket Sabu Digagalkan Petugas Lapas Narkotika Jakarta dalam Ayam Kecap

“Padahal situ pusat tambangnya ya. Oke, orang bilang di Malut pertumbuhan dua digit, tapi uangnya di mana? Berputar nggak di sana,” ujar Dian.

Ia menerangkan bahwa di wilayah Ternate dan Halmahera warganya masih susah untuk mencari makan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads