Menjelang Mubes XI, Pemuda Pancasila Tegaskan Peran sebagai Garda Terdepan Penjaga Pancasila
Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Ahmad M Ali, menjelaskan bahwa Mubes XI akan membahas tiga agenda utama, yakni mengenai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyusunan program kerja nasional, serta isu-isu stra-dok disway-
Namun, karena padatnya agenda kenegaraan, Presiden tidak dapat hadir secara langsung.
“Mubes XI Pemuda Pancasila nantinya akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto S Soerjosoemarno. Ini tidak mengurangi makna pelaksanaan musyawarah besar ini,” katanya.
Ahmad Ali menegaskan bahwa Pemuda Pancasila akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendukung program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
BACA JUGA:Trump Lancarkan Operasi Rahasia di Venezuela, Maduro Tuding Kudeta CIA
BACA JUGA:Ruben Amorim Bakal Rekrut ‘Kid Messi’ untuk Tim Utama Manchester United
“Sebagai organisasi masyarakat, Pemuda Pancasila dalam musyawarah besar nanti akan tetap menjadi mitra dan garda terdepan untuk menyukseskan program-program pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujarnya.
Lebih jauh, Ahmad Ali menjelaskan bahwa Pemuda Pancasila memiliki sejarah yang berbeda dibandingkan ormas lain.
Organisasi ini lahir atas prakarsa petinggi Angkatan Darat (TNI AD) pada tahun 1959 sebagai sayap perjuangan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), untuk melindungi ideologi negara dari ancaman kelompok-kelompok yang ingin menggantinya.
“Pemuda Pancasila lahir karena tuntutan sejarah. Kelahirannya saja sudah membedakan dengan ormas-ormas lain,” ujarnya.
“Dia (PP) lahir dan dibentuk oleh petinggi Angkatan Darat saat itu dan menjadi sayap perjuangan IPKI pada masa itu,” tambahnya.
BACA JUGA:Promo JSM Alfamart Terbaru Hari Ini 25 Oktober 2025, Borong Soklin Lantai Cuma 8 Ribuan!
Oleh sebab itu, semangat pendirian itu pula yang membuat atribut loreng menjadi simbol penting bagi Pemuda Pancasila.
“Termasuk baju loreng ini. Baju loreng ini adalah pemberian dari petinggi Angkatan Darat saat itu. Ini bukan sekadar untuk gagah-gagahan, tapi adalah simbol perjuangan yang disematkan oleh pendiri organisasi ini,” katanya.
Itu sebabnya ia menolak keras jika simbol loreng Pemuda Pancasila disamakan dengan atribut ormas lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: