10 Negara yang Berhasil dan Gagal Terapkan Redenominasi Mata Uang, Lengkap Alasannya
Ilustrasi: Negara yang Berhasil dan Gagal Terapkan Redenominasi Mata Uang--Canva
Pertama kalinya, Brazil memangkas nilai nol dalam mata uang mereka tahun 1986.
Akan tetapi, hal tersebut gagal dilakukan. Tidak menyerah, pemerintah lanjut mengulang redenominasi pada 1994.
Mereka langsung mengganti mata uang dari cruzeiro jadi cruzado.
Sayangnya, kurs mata uang tersebut justru terdepresiasi secara tajam terhadap dolar AS hingga mencapai ribuan cruzado untuk setiap dolar AS.
Hal ini dikarenakan pemerintah gagal dan tidak mampu untuk mengelola inflasi yang saat itu mencapai 500 persen per tahun.
Kala itu, Presiden Nicolas Maduro, di tengah hiperinflasi kembali pangkas lima angka nol dalam mata uang Brazil.
Sebelum Maduro, ada Chavez yang menghapus tiga angka nol dari Bolívar pada 2008, namun usaha itu gagal untuk mencegah hiperinflasi.
8. Korea Utara
Pemerintah Korea Utara meredenominasi ulang mata uang mereka, won pada 30 November 2009.
Korut melakukan pembatasan jumlah uang kertas lama dan menukarnya jadi uang kerta baru.
Redenominasi Pyongyang ini memangkas 100 won jadi bernilai 1 won.
Sayangnya, eksekusi redenominasi mereka gagal karena dipicu stok mata uang baru yang terbatas.
Saat itu, warga yang hendak menukar uang lama won ke uang baru, tetapi stoknya tidak tersedia.
Banyak kalangan menilai jika redenominasi mata uang won Korea Utara ini dilakukan di waktu yang salah atau tidak pas.
Sebab, kala itu negara mereka juga tengah dilanda krisis.
9. Rusia
Rusia diketahui juga sempat melakukan kebijakaan redenominasi mata uang mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: