Inflasi Terkendali, IMF Sebut Perekonomian Indonesia Tumbuh Kuat

Inflasi Terkendali, IMF Sebut Perekonomian Indonesia Tumbuh Kuat

Komitmen otoritas terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati, reformasi struktural yang terarah, serta penguatan sinergi kebijakan menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi Indonesia. -IMF-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dana Moneter Internasional (IMF) menilai bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat di tengah tekanan eksternal, didukung oleh inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran serta sektor keuangan yang berdaya tahan.

Capaian tersebut didukung oleh kerangka kebijakan yang solid, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta komitmen terhadap pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan. 

BACA JUGA:Kenalan dengan Caleb, Siswa BINUS School Simprug yang Peduli Lingkungan dari Satwa hingga Mangrove

BACA JUGA:BRI Insurance Perkuat Asuransi Kendaraan Lewat OTOMAXY

Komitmen otoritas terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati, reformasi struktural yang terarah, serta penguatan sinergi kebijakan menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi Indonesia.  

"Bank Indonesia menyambut baik hasil asesmen IMF atas perekonomian Indonesia tersebut sebagaimana tercantum dalam laporan Article IV Consultation 2025 yang dirilis 21 Januari 2026 di situs IMF," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Kamis 22 Januari 2026.

Dewan Direktur IMF menyampaikan pandangan terhadap sejumlah poin penting dari kebijakan yang telah diimplementasikan otoritas Indonesia. 

BACA JUGA:Tumbangkan Korea Selatan, Adnan/Indah Jadikan Evaluasi untuk Bertemu Unggulan Kedua di Indonesia Master 2026

BACA JUGA:Terima Chat dari Orang Tak Dikenal, Warga Mataram Jadi Korban Penipuan Online

Pertama, IMF menilai keberhasilan menjaga inflasi terjaga dalam kisaran sasaran, serta mencatat bahwa pelonggaran kebijakan moneter hingga 2025 diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kedua, IMF mengapresiasi kemajuan pendalaman pasar keuangan dan penguatan efektivitas transmisi kebijakan moneter. 

Ketiga, ketahanan sektor keuangan juga dinilai tetap terjaga baik, didukung oleh penguatan kerangka regulasi dan pengawasan, serta pengembangan sektor keuangan.

Keempat, di sisi fiskal, IMF menyoroti komitmen otoritas dalam menerapkan kebijakan fiskal yang berhati-hati dengan dukungan aturan fiskal yang kredibel. 

Kelima, agenda reformasi struktural menuju status negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads