Kemendikdasmen Tegaskan Pembelajaran Mendalam Kini Bisa Dibiayai Dana BOS

Kemendikdasmen Tegaskan Pembelajaran Mendalam Kini Bisa Dibiayai Dana BOS

Dirjen GTK PG Kemendikdasmen, Nunuk Suryani menjelaskan bahwa Dana BOS, sebagai bagian dari alokasi APBN, memang dirancang untuk memperkuat mutu pendidikan di tingkat sekolah-Dody Suryawan-

JAKARTA, DISWAY.ID — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa program pembelajaran mendalam kini dapat dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kebijakan ini diyakini mampu memperkuat kualitas pembelajaran tanpa menambah beban bagi guru dan sekolah.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTK PG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa Dana BOS pada dasarnya dirancang untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.

BACA JUGA:Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Penyesuaian Pidana

Karena itu, penggunaannya diperbolehkan untuk berbagai kegiatan pengembangan kompetensi guru, termasuk pelatihan coding, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), serta pendampingan implementasi pembelajaran mendalam.

“Dana BOS dapat dialokasikan untuk program-program prioritas, selama tidak memberikan beban tambahan kepada guru,” ujar Nunuk dalam acara ngopi bareng bersama media di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Penegasan ini sekaligus merespons kekhawatiran sejumlah sekolah terkait pendanaan pelatihan guru dan kebutuhan teknis untuk menjalankan pembelajaran mendalam.

Hingga 2025, lebih dari 60.000 sekolah telah mulai mengadopsi pendekatan pembelajaran mendalam.

Dukungan melalui BOS memberi ruang lebih fleksibel bagi sekolah untuk menyediakan sarana belajar, mengundang fasilitator, hingga mengikuti lokakarya peningkatan kapasitas guru.

BACA JUGA:Kemenperin Genjot Kewirausahaan IKM untuk Perkuat Struktur Industri Nasional

Dana BOSP yang dibelanjakan sekolah sudah mencapai Rp813,7 miliar untuk pembelajaran mendalam tahun ini,” ujar Nunuk.

Dorong Pemahaman Konsep, Bukan Sekadar Hafalan

Pembelajaran mendalam menekankan pemahaman konsep secara komprehensif. Model ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengaitkan pengetahuan dengan konteks dunia nyata — pondasi penting untuk kompetensi masa depan.

Dengan adanya kepastian pendanaan, Kemendikdasmen berharap implementasi metode ini dapat berjalan lebih konsisten, terstruktur, dan merata di seluruh daerah.

Kebijakan pemanfaatan Dana BOS dianggap sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan nasional. Kombinasi antara peningkatan kompetensi guru dan pembelajaran yang relevan di kelas dinilai dapat memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads