Dapat Instruksi dari BGN, SPPG Buka Opsi Bagi Sekolah yang Mau Gelar Sahur Bareng
BGN menginstruksikan arahan khusus untuk SPPG yang berminat menyelenggarakan Sahur Bareng di Sekolah-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Skema program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan dipastikan bakal lebih fleksibel.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini mulai membuka koordinasi intensif dengan pihak sekolah yang berencana menggelar agenda sahur bersama maupun buka puasa di lingkungan pendidikan.
BACA JUGA:Safari Ramadan di Serang, AHY Janji Bangun Ruang Kreatif untuk Komunitas Pemuda Ekraf
BACA JUGA:Sinergi Ulama-Umara, AHY Kunjungi Ponpes Ustaz Adi Hidayat Bahas Pembangunan Bangsa
Langkah ini menyusul adanya instruksi khusus dari pimpinan pusat untuk memfasilitasi kebutuhan nutrisi siswa, meski di tengah ibadah puasa.
Kepala Mitra SPPG Dapoer Rahayu, Fariz Alaudin mengungkapkan bahwa meski prioritas pendistribusian harian selama Ramadan tetap menyasar menu kering, pihaknya siap melakukan penyesuaian untuk agenda-agenda khusus sekolah.
"Saya mendapat arahan dan perintah dari atasan, tolong koordinasikan dengan sekolah-sekolah yang ingin membuka program sahur atau buka bersama. Kita bisa memfasilitasi itu," ujar Fariz kepada Disway saat dihubungi, Minggu 22 Februari 2026.
Berbeda dengan distribusi harian yang biasanya bersifat praktis, Faris menekankan bahwa untuk agenda seperti Pesantren Kilat atau buka puasa bersama, pihaknya akan memasok menu makanan basah sebagai penunjang utama.
BACA JUGA:Benarkah Mitra SPPG Raup Rp1,8 Miliar dari Potong Jatah MBG? Cek Fakta Sebenarnya
BACA JUGA:Firman Soebagyo Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap India: Merusak Industri Dalam Negeri!
Hal ini dilakukan agar kualitas asupan tetap terjaga dan sesuai dengan momen kebersamaan di sekolah. Koordinasi mengenai tanggal pelaksanaan dan teknis distribusi pun kini sudah mulai bergulir.
"Artinya kita sudah melakukan komunikasi dengan pihak sekolah terkait tanggal pelaksanaan dan apa yang bakal kita distribusikan di hari itu. Kita sangat membuka interaksi langsung," tuturnya.
Kendati opsi ini tersedia, Fariz menegaskan bahwa program sahur atau buka bersama ini tidak bersifat wajib. Pihak SPPG sangat menghargai kebijakan internal masing-masing sekolah.
Ia menyadari tidak semua sekolah memiliki agenda bermalam atau kegiatan religi tambahan yang memerlukan suplai makanan di jam sahur. Oleh karena itu, skema ini dijalankan murni berdasarkan kesepakatan bersama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: