Prabowo Ungkap Ada Preman Bayaran Hasut Warga Lawan Aparat saat Menertibkan Kawasan Hutan!
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ada preman bayaran yang menghalangi tugas Satgas PKH untuk menertibkan kawasan Hutan Indonesia-Disway.id/Anisha Aprilia-
JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang telah berhasil mengembalikan Hutan Indonesia sebesar 4 juta hektare.
Ia menyebut para aparat yang tergabung dalam Satgas PKH itu telah bekerja keras. Sebab, mengembalikan 4 juta hektar tidaklah mudah.
BACA JUGA:Entah Kebetulan, Netizen Telusuri Aura Kasih dan Ridwan Kamil Sama-Sama Punya Motor Vespa Kuning
"Saya berterimakasih atas negara atas nama negara bangsa dan rakyat indonesia yang telah bekerja keras dengan sangat sulit di medan-medan yg sulit harus verifikasi 4 juta hektar tidak sedikit luas lahan," kata Prabowo di Kejagung, Rabu, 24 Desember 2025.
Terlebih, kata Prabowo, banyak korporasi yang melanggar dan terus melakukan upaya-upaya perlawanan.
"Kita mengerti kita paham rakyat dihasut preman-preman dibayar untuk menantang melawan petugas ini tidak terlihat oleh media oleh kamera oleh influencer-influencer oleh vlogger tapi saudara bekerja terus," ungkapnya.
BACA JUGA:Prabowo Saksikan Langsung Rp6,6 Triliun Uang Negara Diselamatkan, Perkara Korupsi Sawit dan CPO
BACA JUGA:Catat! Pramono Bakal Sanksi Tegas Perusahaan yang Tak Ikut Aturan UMP DKI 2026
Lebih lanjut, Prabowo terus berkomitmen untuk memberantas korupsi. Ia menyebut komitmen tersebut dibuktikan dengan mengeluarkan Perpres No 5 tentang penertiban kawasan hutan.
"Kita keluarkan Perpres no 5, saudara-saudara telah melakukan dengan baik dengan tertib sesuai ketentuan sesuai hukum dan hasilnya kita bisa lihat hari ini sekian T yang saya katakan baru ujungnya sesungguhnya kalau kita pelajari sangat-sangat besar kalau kita teliti dengan baik ratusan T ada yang bandel mungkin anggap sepele ya kita sudah buktikan bahwa kita tidak akan main-main," kata Prabowo.
Lebih lanjut, ia mengibaratkan negara sebagai badan dan manusia adalah kekayaan uang. Menurutnya, apabila badan manusia tiap hari bocor maka manusia akan collapse.
"Negara itu ibarat badan manusia kekayaan uang, uang dan segala kekayaan ibarat darah kalau badan manusia tiap hari bocor-bocor badan itu collapse," ungkapnya.
BACA JUGA:Inilah Penampakan Tumpukan Uang Rp6,6 T Hasil Satgas PKH Kejagung, Bakal Diserahkan ke Negara
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: