Luka Modric: Jose Mourinho Manajer Paling Galak, Bikin Cristiano Ronaldo Menangis di Real Madrid

Luka Modric: Jose Mourinho Manajer Paling Galak, Bikin Cristiano Ronaldo Menangis di Real Madrid

Luka Modric mengungkapkan bahwa Jose Mourinho adalah pelatih paling keras yang pernah ia tangani sepanjang kariernya di sepak bola profesional, bahkan bikib menangis Cristiano Ronaldo-Tangkapan Layar Instagram@lukamodric10-

JAKARTA, DISWAY.ID - Luka Modric mengungkapkan bahwa Jose Mourinho adalah pelatih paling keras yang pernah ia tangani sepanjang kariernya di sepak bola profesional, bahkan bikib menangis Cristiano Ronaldo.

Gelandang Kroasia yang kini membela AC Milan itu bahkan menyebut, intensitas Mourinho begitu tinggi hingga pernah membuat Ronaldo menangis di ruang ganti Real Madrid.

Sepanjang kariernya yang gemilang, Modric telah bekerja di bawah arahan banyak pelatih kelas dunia.

BACA JUGA:Nilai Jay Idzes Meledak 13 Kali Lipat di Serie A, Sassuolo Bisa Raup Cuan Fantastis Berkat Bek Timnas Indonesia

BACA JUGA:Sambut 5 Abad Jakarta: Pramono Anung Hadirkan Klub Eropa, Persija Siap Tumbangkan Hertha Berlin

Namun, dari semua nama besar tersebut, Mourinho menempati posisi teratas sebagai sosok paling tegas dan menuntut.

Kisah kebersamaan keduanya dimulai pada Agustus 2012, ketika Mourinho, yang saat itu memasuki musim terakhirnya di Real Madrid.

The Spesial One tersebut memboyong Modric dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer 30 juta euro.

Modric langsung bergabung dengan skuad bertabur bintang yang diisi nama-nama besar seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Karim Benzema.

Debut Modric bersama Los Blancos langsung berbuah manis.

BACA JUGA:GILA! Fabrizio Romano Bongkar Transfer Panas: Man United Kantongi 50 Juta Euro, Man City Kunci Semenyo, 2 Bom Arab Saudi Siap Meledak

BACA JUGA:Generasi Baru Dibentuk: Nova Arianto Hajar Seleksi Awal Timnas U-20, Bintang Muda Utrecht Bikin Kesengsem

Ia mengangkat trofi pertamanya pada bulan yang sama setelah tampil di leg kedua Piala Super Spanyol 2012, saat Real Madrid menaklukkan rival abadi Barcelona.

Namun, musim 2012–2013 secara keseluruhan berakhir pahit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads