Jalur Kekeluargaan
Cuplikan tangkapan layar berita-berita kemacetan parah di ruas Medan-Berastagi.-Analisa Daily - Google Image-
Sebenarnya saya tidak sampai hati menuliskan naskah ini: pemerintah sudah begitu banyak pekerjaan. Apalagi pekerjaan besar yang sangat mendesak berada di Sumatera: rehabilitasi pasca bencana. Perlu Dana begitu besar. Perlu perhatian begitu dalam.
Padahal yang akan saya tulis ini juga persoalan di Sumatera Utara. Perlu dana besar juga.
Hanya saja dana besar itu tidak harus disediakan tahun ini. Bahkan belum juga tahun depan. Bisa ditunda sampai tahun 2028. Yang diperlukan tahun ini dana kecil. Tahun depan juga masih kecil.
Yang lebih diperlukan tahun ini adalah keputusan. Hanya keputusan: membangun jalan tol di Sumatera Utara. Yakni antara Medan-Berastagi (Kebanjahe). Panjangnya hanya 65 km. Biayanya, sebenarnya tidak terlalu besar: Rp20 triliun. Itu pun tidak perlu dari APBN. Bisa investor.
Jadi yang dibutuhkan tahun ini adalah keputusan. Kepastian. Caranya: bisa dicari. Asal mau. Asal sudah diputuskan.
Saya melewati Medan-Berastagi di sore menjelang hari Natal lalu. Ampun-ampun. Lima jam. Hanya 65 km selama lima jam. Sangat menjengkelkan --terutama karena saya datang dari Jawa yang sudah begitu terbiasa dengan jalan lapang.
Sambil hati jengkel saya berpikir positif: rakyat Sumatera Utara itu ternyata penyabar. Jauh dari persepsi saya. Setahu saya orang Batak itu --termasuk orang Karo-- keras-keras. Baru melihat orang Batak bicara saja rasanya sudah seperti dimarah-marahi. Tapi aneh. Setiap hari mereka melewati jalan seperti itu: tidak ada yang bicara keras. Tidak ada yang marah-marah. Apalagi marah kepada pemerintah.
Pemerintah sungguh beruntung punya rakyat sepenyabar orang Batak. Seolah jalan seperti itu sudah bagian dari nasib orang Batak di kampung halaman mereka.
Sebenarnya tidak hanya Medan-Berastagi yang seperti itu. Pun jalan raya nasional seterusnya: dari Berastagi ke Sidikalang, sampai pun ke Aceh Singkil. Semua itu jalan negara. Tugas negara. Kewajiban negara. Bukan tanggung jawab provinsi maupun kabupaten Karo.
Meski berstatus jalan negara tapi begitulah keadaannya: entah sejak kapan. Di titik tertentu lebar jalan nasional itu hanya 4,7 meter. Rasanya banyak jalan desa di Jawa yang lebarnya enam meter.
Kalau ada negara melanggar ketentuan negara itu terjadi di ruas Medan-Berastagi dan seterusnya itu. Anda sudah tahu: ketentuan pemerintah, standar yang disebut jalan negara itu minimal harus 7 meter.
Dengan jalan seperti itu, dengan lalu-lintas bercampur truk dan tronton, hanya penyabar penganut Yesus yang bisa tahan.
Maka ruas Medan-Berastagi pun terasa seperti paru-paru terkena Covid. Berastagi adalah pusat buah, sayur, dan holtikultura Sumut. Setara dengan Pangalengan di Jabar. Atau Batu di Jatim.
Anda yang ketika Orde Baru sudah rajin mendengar berita RRI, nama Berastagi selalu jadi ukuran nasional: selalu disebut berapa harga cabe keriting di Berastagi hari itu.
Tentu negara sudah banyak memberi jalan ke Sumut. Jalan tol lama Medan-Belawan dan juga Medan-Kualanamu sudah disambung oleh Presiden Jokowi: Kualanamu-Siantar.
Saya sudah merasakannya setelah pulang dari bernatal di Sidikalang. Yang Medan-Belawan sudah disambung sampai Binjai. Saya belum ada kesempatan mencobanya.
Tapi Medan-Berastagi sungguh sangat mendesaknya.
Sebenarnya para ahli perencanaan di Universitas Sumatera Utara (USU) sudah membuat studi awal. Utamanya dari teknik sipil. Dipimpin Prof Dr Johannes Tarigan. Saya sudah membaca hasil prastudi setebal bantal itu.
Panjang jalan tol itu cukup 66 km --12 km di antaranya berupa jalan layang. Pilihan-pilihan rutenya pun sudah disiapkan. Empat pilihan. Tapi yang paling direkomendasikan adalah dari Tanjung Merawa ke Berastagi.
Artinya: di tengah tol ruas Medan-Kualanamu --di Tanjung Merawa-- dibuatkan exit ke arah Berastagi. Dengan demikian sekalian orang dari Berastagi yang akan ke bandara bisa lebih dekat. Ini dinilai lebih tepat dibanding pilihan pertama: dibuatkan exit di Helvetia, di jalan tol antara Medan-Binjai.
Di prastudi itu diusulkan adanya tiga exit: Pancur Batu, Sibolangit dan Sempajaya --sebelum akhirnya sampai ke Berastagi di kaki gunung kembar, si dua Si: Sinabung dan Sibayat.
Di tengah mempelajari prastudi Tim USU itu saya mendapat kiriman copy surat. Yang berkirim surat gubernur Sumut yang Anda kenal itu: Muhammad Bobby Afif Nasution. Tertanggal 31Juli 2025. Berarti masih baru. Ia mengusulkan pembangunan jalan tol yang saya maksud. Klop.
Sayangnya, saya lihat, Wapres Gibran Rakabuming Raka tidak mendapat tindasan surat gubernur ke menteri PU itu. Tindasannya hanya kepada menko kemaritiman dan investasi, menteri Ketua Bappenas, menteri keuangan, beberapa dirjen, dan bupati Karo.
Siapa tahu yang untuk wapres bisa dikirim lewat jalur kekeluargaan.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 2 Januari 2025: Hitung Mundur
Ketut Bagiarta
Zohran itu gibrannya New York. Yang beda adalah caranya mencapai posisinya saat ini!
Mukidi Teguh
Pemuda yang ono naik karena perjuangannya sendiri, dengan istrinya. Kalau pemuda yang ini, dibantu bapaknya, pamannya, dan bajernya.
Nusantara Hijau
Pemuda sana ada prestasi. Pemuda sini, ada koneksi. Pemuda sana .... Pemuda sini.... Tambahkan lagi, sendiri-sendiri...
Abdussyukur
Paragraf terakhir pak Dahlan luar biasa. Bukan main. Pemuda usia 34 tahun sudah bisa jadi wali kota di kota terbesar di dunia –termasuk kekuatan ekonominya. Untung kita tidak kalah: punya juga pemuda berumur segitu yang bahkan jadi wakil presiden. Tapi, rasanya koq beda ya di hati.
Jokosp Sp
"Yang di sini lebih muda umurnya". Iya benar. "Yang hebat itu orang tuanya". La kok?. "Iya iyalah. Di sini tidak perlu ada uji kompetensi kayak di uwak sam sana. Di sini cukup ortunya pejabat dan penguasa, anaknya bisa disulap jadi hebat". Caranya?. "Buat peternakan yang banyak. Yang nganggur-nganggur, yang pada lapar sumpal mulutnya dengan seplastik kresek". Oh begitu.
djokoLodang
-o-- .. Kesimpulan lain darinya: kulit hitam punya peradaban yang tinggi –tidak seperti yang distigmakan oleh Barat. ... *) Kita juga harus sadar bahwa kulit sawo matang di Nusantara dan Asia-Tenggara juga punya peradaban yang tinggi. Tidak hanya bangunan fisik nan megah seperti Borobudur Prambanan, atau kerajaan Sriwijaya Majapahit. Sejarah juga mencatat tokoh-tokoh seperti Sankara, Dharmakirti, yang jadi guru antarbangsa pada masanya. --0-
Thamrin Dahlan YPTD
Kalau boleh menyampaikan pendapat terkait Bintang 2025 khusus komunitas Perusuh Disway.id maka saya memilih Mas Agus Suryonegoro. Secara fisik awak beberapa kali berjumpa dengan Mas AS. Lebih intens ketika kami bersepakat menetapkan salah seorang Penulis untuk menanda tangani Surat Pernyataan Keaslian Karya guna mengajukan Permohonan ISBN ke Perpsnas untuk Buku Perusuh Dahlan Iskan. Awak bersama sobat lama sesama penulis Alumni Paska sarjana UI The Newe Perusuh Syed Taufik Hidayat berjumpa di kamtor Mas AS di Gedung Telkomsel Jl Gatot Subroto Jakarta. Akhirnya buku perusuh terwujud terbit Desember 2025. . Anda lihat dihalaman depan maksud saya cover buku tercantum nama Mas Agus Suryonegoro DKK sebagai Penulis. Inilah alasan awak (berharap anda demikian pula) menetapkan / memilih Mas Agus Suryonegoro sebagai Best Of The Best Perusuh bersebab Beliau konsisiten menyampaikan komentar every day. Bisa satu namun minimal 3 komentar panjang. Perusush senior banyak Ilmu Manajemen dan Ilmu Keoperkasaan sampai saat ini masih dipekerjakan di Telkomsel sebagai konsultan ahli. Sesama perusuh Lansia awak tobat tak bisa nyenaingi Mas Agus tentang ketaataan dan kebanyakan memberikan komentas di disway.id. Jadi pantaslah selalu masuk ke Komentar Pilihan. Mungkin yang bisa awak sedikit unggul dari mas AS yaitu perihal Ber Pantun. Pohon pisang kiriman Bojonegoro/ Dikirim setandan lewat penyuluh/ Selamat Mas Agus Suryonegoro/ Anda layak Bintang 2025 Perusuh/. Salamsalaman
Mukidi Teguh
Di 2025 Abah kemungkinan besar disuruh sering cek gula oleh dokter. Resolusinya, di 2026, gula di dapur disingkirkan karena bikin repot. Mesti tiap hari di cek keberadaannya di rak dapur Acil.
Mukidi Teguh
Generasi Milineal Akhir, Gen Zet, lalu Gen Alpha, adalah generasi visual. Salah satu ciri khas generasi ini adalah mendewakan simbol visual. Contohnya, pelantikan di stasiun terbengkalai dengan berbagai kesederhanaan dianggap keberpihakan yang luar biasa pada mereka. Meskipun nanti entah kapan itu, realisasinya ga sesuai kenyataan. Tapi tenang, setelah sedikit rasionalisasi, lalu disajikan gimmick simbol visual berikutnya, mereka akan terpuaskan kembali. Begitu terus dan baru sadar setelah menengok saldo akun bank mendekati nol, setelah debt collector paylater terus-terusan menagih lewat sanak saudara dan rekan kerja.
Wilwa
Dilantik di bekas stasiun kereta. Hmmmm. Bicara kereta api apalagi yang high speed, USA zero vs China 50,000 km ++. Simak youtube: China Crosses 50,000 km Mark: World’s Largest High-Speed Rail Network Expands. 28 Dec 2025. Walaupun banyak stasiun yang sepi tapi T nampaknya akan terus bangun HSR untuk menghubungkan semua kota besar dan kecil di T. Karena itulah yang membuka/memelihara jutaan lapangan kerja terkait plus efek multiplier nya yang luar biasa. T memang cerdik. Mengundang Jepang, Jerman , Perancis untuk membangun HSR plus train nya dalam bentuk Joint Venture dengan T’s state companies. Lalu mereka setengah dipaksa alih teknologi. Dan akhirnya T menggabungkan kelebihan masing-masing negara itu (electric motor, aerodinamic design, signaling system, etc) untuk merancang HIgh Speed Train versi T sendiri yang mengungguli mereka semua. Kini T memproduksinya secara massal: 200 High Speed Train per tahun. Padahal tahun 2004 T belum ada satupun High Speed Train. Simak youtube: The Monopoly on Rails: How China Won the Bullet Train Race. 9 Dec 2025. Awalnya ada 4 model kereta cepat di T dengan “assembling” factory nya masing-masing yang diberi kode CRH1 (Bombardier’s design), CRH2 (Kawasaki’s Shinkansen), CRH3 (Siemen’s ICE), CRH5 (Alstom’s Pendolino). Akhir dekade 2000, CRH380 (380 km/jam) versi T dirilis. Mengungguli semua CRH awal. Murid mengalahkan semua gurunya! Rail track, power supply, signaling system, maintenance “local” juga terbangun mengungguli semua “guru”nya.
Echa Yeni
Sakjane aq yio mbattinn. "Koyo ora ana berita DOMestik utowo cerita,eh berita soko njero negoro ne dw kurang bahan wae". Tpi aq yo mbatin mneh,biasane nyenggol/nyrempet" dihubungke karo sikondalne (situasikondisi dalamnegri. *Cttn,wes orausah di+i toleransi pandangan jangkauan°_°) Takwoco teruuss smpe akhir, Lha kok jebul tenann,klosinge ranncakbanaa manntul pisan euyy. Suwunn mBAH. Salam lan Salimm
Sadewa 19
Mungkin nanti di masa depan sumpah jabatan tidak perlu pakai kitab suci. Manusia sudah tidak takut lagi dengan kitab suci dengan agamanya. Kitab suci saja dikorupsi. Sebagai gantinya bisa pakai gelang listrik. Selama seseorang menjabat wajib pakai gelang listrik ditangannya. Jika suatu saat si pejabat ingkar janji, gelang listrik otomatis menyala. Si pejabat yg lagi joget joget tetiba kesetrum. Lebih ada efek jera.
Em Ha
Baina samma' wa sumur. Antara langit dan dasar sumur. Kata orang kita. Orang philipina bilang : Antara langit dan dasar palung mariana.
Juve Zhang
@Wilwa....mirip ketika Elon Musk mentertawakan Mobil BYD jelek butut gak modis gak Aerodinamis....maka Pendiri BYD Wang Chuan Fu bukannya marah ke Elon Musk malah dia bersyukur diejek EM dan dia langsung ke showroom mobil Mercy beli yg termahal masih baru langsing ke kantor riset BYD ..."'bongkar mercy termahal ini preteli pelajari mengapa mobil Mercy hebat"....itulah tonggak awal insinyur BYD mempelajari mobil mewah ...dan sekalian direkrut Wolfgang disainer mobil top sebagai pendisain mobil BYD Auto 1....itulah harga 200 juta rasa mobil mahal.,....teknik mercy dan disainer Wolfgang ikut andil BYD Auto 1 terlaris Seluruh dunia.....kita tunggu produksi di subang tahun ini....
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Sekarang ini lagi hangat dibicarakan di media sosial: Stand up comedy show Pandji Pragiwaksono yang sedang tayang di Netflix. Dari semua keresahan kita akan negara ini, Gibran menjadi wapres adalah puncak dari segala kerusakan yang dijadikan penutup stand up comedy-nya: "Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita memaafkan koruptor, wapres kita: Gibran!"
Taufik Hidayat
Artikel abah kali ini tentang pelantikan walkota NYC di stasiun Subway City Hall yang sudah ditutup . Wah menarik sekali kisahnya . Sebagai pecinta kereta api khususnya urban bak Subway metro MRT MTR atau apa pun namanya jadi ingat ada beberapa stasiun yang pakai nama City Hall . Di NYC sendiri sekarang masih ada Stasiun Brooklyn Bridge City Hall di line 4-5-6 . Ternyata Karen City Hall nya ditutup dan memang terlalu dekat dengan brooklyn Bridge ini . Kalau cerita peron pendek jadi ingat akan stasiun South Ferry di jalur merah kalau kita mau ke Patung liberty. Ingat ke sana pertama thn 1998, karena peron pendek maka penumpang harus pindah gerbong kalau mau turun .. jadi ingat di Kampung Bandan juga ada yg ga kenaikan gerbong . Juga di stasiun Karet . NAh yg menarik dari stasiun South Ferry yg peron pendek ini akhirnya ditutup pada 2009 dan diganti dengan stasiun baru. Oh yah selain peron pendek baik City Hall Maupun South Ferry peronnya berbentuk loop melengkung . Stasiun South ferry yang baru dan modern menggantikan stasiun Old ferry yg lama pada 2009z stasiun ini dibagikan lebih dekat ke Newyork Harbiye dan lebih dalam di bawah tanah . Dan tentu lebih modern dibanding yang lama yang dibangun awal abad 20. Tapi nasib bicara lain. Pada Oktober 2012 ada hurricane Sandy yang melumpuhkan pantai timur Amerika Serikat dan Karibia.sebagian besar Lower Manhattan terendam termasuk South ferry . Stasiun baru terendam sampai ke langit langit sementara stasiun lama ….
Taufik Hidayat
Walau belum pernah menyaksika langsung aing keindahan stasiun City Hall yg sudah ditutup sejak 1945, saya pernah mampir ke stasiun Brooklyn Bridge City Hall dan katanya masih bisa ngintip keindahannya kalau tidak turun dan kereta berbaik uptown. He he . Tapi jadi ingat kalau keindahan stasiun city hall dibuat gaya untuk pejabat yg berkantor di city hall? Bukan buat rakyat biasa? Jadi inga stasiun metro di Moskwa yang dibangun di zaman stalin pada 1930 an yang benar benar indah dan dibuat untuk kaum proletar dan bertahan sampai sekarang bahkan ketika ideologi komikusnya sudah wafat he he
Joko Wito
Penutupnya bikin melonggo bah,rasa bangga atau malu ..biarlah ada di hati kita masing2... Sehat selalu buat abah.
Taufik Hidayat
Kalau stasiun city hall ditutup karena alasan sempit jadi inga stasiun Gambir yang juga ditutup untuk KRL karena lebih diutamakan untuk jarak jauh. Juga stasiun Senin yang ditutup satu arah untuk KRL. Kalau yg Gambir dan Senin lebih karena keterbatasan infrastruktur saja karena Gambir sendiri stasiun aslinya sudah hilang. Masih inga stasiun yang lama dulu sebelum dibangun jadi melayang pada awal 1990 an
M . Soleh Ismail
DI Peringatan Haul Gus Dur, MC nya nyeletuk: Mbak Yenny Wahid bukan putera presiden....karena belum jadi wapres..hehehe. Sindiran buat Nepotisme berbaju konstitusi
imau compo
Pun Zohran membatalkan penggunaan Qur'an warisan neneknya diganti dengan Qur'an dari Perpustakaan Umum. Zohran lebih mementingkan kepentingan Umum dari keluarganya. Ketika salinan ijazahnya diminta, dijawab, "Ini hal yg bersifat pribadi, hak hukum saya utk menyerahkannya atau tidak." Jauh sebelum kejadian ini, tahun 2006 yg lalu, saudara Papuaku sudah bilang, "Kok buruk benar nasib kami ditakdirkan satu negara dengan orang-orang Jakarta itu ya..." Sekarang saya pun ingin bilang, "Jangankan jadi model masa depan, tercatat pernah berbagi masa lalu pun rasanya enggan." "Eh malah mewariskan keturunannya."
Juve Zhang
Gubernur konten julukan KDM.... sebenarnya KDM menjalankan atau menertibkan semua problem berat..,Bangli di hancurkan.....tambang pasir baru ditutup.....memang secara operasional tambang merusak jalan raya....maka di stop.... disuruh nyari jalan tambang sendiri......memang itu terbaik gak ganggu jalan raya yg mudah rusak dilewati truk puluhan ton....kerja KDM sebenarnya berat menertibkan yg sudah salah operasional.... akibat nya memang yg hidup dari tambang stop ....tapi semua penertiban memang begitu makan korban karena salah operasional...,tak ada memang gubernur se hebat KDM sekarang ini....luar biasa.
Juve Zhang
Gubernur Pramono Anung.... transportasi jakarta lebih baik dari New York itu berita 5 bulan lalu....ketika Zohram Mamdani kasih gratis naik bus kota dan MRT bisakah anda mengikuti???? Pramono pasti jawaban nya :" Mana Tahan Gila itu digratiskan......wwkwkwk. paling kami bisa saat tahun Baru saja satu atau dua hari..... selebihnya bayar kontan.....emang bis nenekmu....wkwk
Eyang Sabar56
Mungkin maksud Abah di akhir tulisan adalah : Yang di sono asli, Yang disini rakitan.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DOA LINTAS IMAN SAAT ACARA CEREMONIAL PELANTIKAN MAMDANI.. Sebelum pidato. Sebelum tepuk tangan. Sebelum janji-janji politik. Acara ceremonial pelantikan Zohran Mamdani diawali dengan doa lintas iman. Ini New York. Kota besar. Kota ramai. Tapi tetap memberi ruang hening untuk berdoa. Beberapa pemuka agama hadir. Dari Kristen, Yahudi, Katolik, Buddha, dan Islam. Doanya sederhana: agar kota ini dipimpin dengan adil, warganya dilindungi, dan kekuasaan tidak menjauh dari nurani. Tidak ada doa yang saling meniadakan. Justru saling menguatkan. Dari Islam, doa disampaikan oleh Imam Khalid Latif. Ia bukan orang baru. Imam utama Islamic Center at NYU, sering memimpin doa di acara nasional Amerika, dan dikenal sebagai tokoh dialog lintas iman. Gayanya tenang. Tidak berapi-api. Doanya bukan soal kemenangan politik. Ia berdoa agar Mamdani diberi hikmah, keberanian moral, dan kepekaan pada yang lemah. Agar iman tidak berhenti di rumah ibadah, tapi hadir di kebijakan publik. Perlu diluruskan: video doa Ustadz Syamsi Ali yang beredar bukan dari acara ini. Itu video lama. Bukan pelantikan Mamdani. Hoaks kecil, tapi perlu diluruskan. New York berdoa bersama. Bukan karena semua sama. Tapi karena semua ingin kota ini tetap manusiawi.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Juve dan pak Murid.. TENTANG IDE MENGGELONTORKAN DANA KE BPR.. Komentar Pak Juve dan Pak Murid menarik karena berangkat dari naluri yang jujur. Kalau mau ekonomi bergerak, doronglah yang paling dekat dengan rakyat. Di situ BPR memang tampak paling masuk akal. Ia bersentuhan langsung dengan pedagang kecil, petani, nelayan, dan UMKM—bukan dengan pasar obligasi. Secara logika ekonomi, ide itu tidak salah. BPR itu high-touch. Uang cepat berputar. Efek sosialnya terasa. Tidak seperti bank besar yang kadang uangnya lebih sibuk “parkir cantik” di SBN. Namun di titik inilah kehati-hatian diperlukan. 1). BPR bukan bank sistemik. 2). Skala kecil. 3). Kualitas tata kelola beragam, dan 4). daya tahan manajemennya tidak seragam. Mengguyur ratusan triliun secara serentak justru bisa menciptakan masalah baru: kredit macet, moral hazard, dan beban pengawasan yang berat bagi OJK. Karena itu, jalan tengah lebih bijak. Bukan “tidak ke BPR”, tapi tidak sekaligus. ### Bertahap. Berbasis kinerja. Disertai pendampingan. Bahkan bisa melalui channeling bank besar agar struktur likuiditasnya sehat. Kesimpulannya: arah pikir Pak Murid tepat. Tapi seperti membangun rumah, pondasi ekonomi tidak bisa dicor tergesa-gesa. Uang bukan tombol “moncreet”. Sejarah—termasuk Tiongkok—sudah membuktikannya.
Murid SD Internasional
Bukankah yang seharusnya diguyur itu adalah bank bank perkreditan rakyat, yang lebih sering berinteraksi dengan rakyat, sehingga ekonomi sektor riil dari bawah berputar kencang seketika?
Juve Zhang
Menkeu pak Purbaya kesal uang 200 Triliun yg diguyur ke bank kemarin tidak menampakkan hasil.....sudah JZ tulis dikomentar dulu gak mungkin guyur uang 200Ton ekonomi langsung moncreeet keatas sangat gak mungkin..... membangun ekonomi ibarat bangun rumah.... pondasi harus kuat hukum mati koruptor dll....itupun masih lama lihat Tiongkok hukum mati koruptor dll sudah zaman Deng Xiaoping sekarang baru kelihatan wujudnya Kaya Raya.....gak ada guyur 200 Ton langsung moncreeet keatas.....wkwk
Murid SD Internasional
Tidak akan jadi diskusi kusir kalau Pak Guru JSP merespon dengan kepala dingin: "Wah iya kemarin kemarin saya aktif menyindir. Oke, saya stop, tidak ada faedahnya juga. Mulai sejak hari ini saya akan berkomentar lebih bijak saja. Toh di agama Islam di al-Quran Nabi Musa saja diperintah untuk berkata lembut kepada raja zalim bengis sekelas Firaun, tentu saya harus ikuti al-Quran". Selesai. Tidak akan jadi kusir. Selamat berhiatus.
mario handoko
selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp ks, bp em ha, bp udin, bp jokosp, bp mul, bp lp, sobat adk dan teman2 rusuhwan. "di kanannya. petugas wanita yg membacakan sumpah. " demikian berita di chd hari ini. sedikit tambahan dari pembaca komen bung mirza mirwan. "petugas wanita" itu adalah attorney general of new york. alias jaksa agung, letitia james. beliau terkenal karena di "sentimen" i DT. di th 2022. letitia james pernah mengajukan civil suit melawan DT. walaupun di pengadilan tingkat pertama, trump kalah. didenda 500 juta usd. namun putusan itu dibatalkan di pengadilan banding.
Maman Lagi
#105. Sama berumur segitu Beda proses. Selamat hari Jum'at.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DEBAT DI KOLOM KOMENTAR: LATIHAN DEMOKRASI KECIL.. Apakah berdebat di kolom komentar Disway itu bagus? Jawaban pendeknya: Bisa bagus, bisa berisik⅝—tergantung kedewasaan kita. Pak Dahlan sebagai “pemilik rumah” tidak melarang. Artinya, ruang ini memang disiapkan untuk adu gagasan, bukan adu emosi. Pembaca pun punya pilihan. Mau ikut membaca debat, melewatinya, atau sekadar membaca tulisannya saja. Tidak ada paksaan. Demokrasi bekerja justru di situ—ada pilihan. Yang menentukan kualitasnya adalah komentatornya sendiri: 1). siap didebat, 2). berani mendebat, dan 3). dewasa menjawab debat. Termasuk sadar bahwa komentar adalah tanggung jawab pribadi. Bukan tanggung jawab penerbit. Konsekuensi hukum? Itu risiko yang menyertai kebebasan berbicara. Tidak bisa minta kebebasan tanpa siap menanggung akibat. Sikap saya sederhana: Menghargai semua komentator dan semua pendapatnya. Setuju atau tidak, itu urusan lain. Bahkan saya hargai juga “pendapatannya”—karena setiap orang datang ke ruang ini membawa latar hidupnya masing-masing. Kolom komentar bukan pengadilan. Ia lebih mirip warung kopi, yaitu tempat pikiran diceritakan, dibicarakan, diuji, ego dikikis, dan—kalau beruntung—kita pulang dengan sudut pandang baru. Mari berkomentar dengan sabar..
alasroban
Karena sibuk tahun baruan temen saya nitip komentar pagi ini. Komentar untuk "Tahun Pertaruhan". Tahun baru 2026 sudah kami mulai dengan langkah tegas: menghapus persediaan gula putih (gula pasir) dari dapur istri. Itu hanya selangkah lebih maju. Reformasi - bukan revolusi. Taukah anda ? kenapa pak DI tidak melakukan hal revolusioner ? lebih memilih jalur reformasi yang lebih kalem? Ya karena beliau tak punya kumis tebal melintang sebagaimana umumnya para tokoh revolusioner itu. Wkwkwk
pak tani
REVOLUSI PANGAN. Mumpung masih suasana tahun baru, pas waktunya untuk revolusi2an. Revolusi T yang paling penting dan mendasar menurut saya justru..... wainii.. jreng .... jreng ...... Revolusi Pangan. Patut dicontoh oleh kita. Bahkan setiap negara seharusnya wajib melakukannya. Merdeka pangan. Merdeka dalam arti merdeka yang sebenarnya. Anggap saja semua negara sedang mode perang dan saling mengisolasi diri. Sanggupkah kita untuk bertahan hidup? Apa hal yang paling mendasar yang diperlukan ? Makanan ! Ya. Secuilpun, jangan sampai kita minta garam ke tetangga. Penuhi kebutuhan pangan sendiri secara mandiri tanpa ketergantungan ke pihak luar. Saat ini banyak negara yang rakyatnya berteriak bahan makanan meroket. Bahkan banyak chain food terkenal di US, fast food yang dulu dianggap murah, kini tidak terjangkau lagi oleh masyarakat bawah. Ini jelas kesalahan sistem. Dan perlu perhatian sangat serius. Kita lihat T, yang kata abah nasi nya sudah pulen, di semua resto - daerah manapun. Pun, kualitas daging,sayur dan buah nya saya yakin sudah sangat baik. Ini bukan masalah sepele. Bayangkan seluruh wilayah T mempunyai kualitas pangan yang merata. Mandiri per wilayah /provinsi. Menyeimbangkan harga dan kesejahteraan petani. Jelas pemerintah T turun tangan, dengan sistem yang sangat bagus. Tiap kepala daerah wajib menjaga kemerdekaan pangan nya. Kita kapan? Tanyalah pada rantang MBG yang bergoyang.
Beny Arifin
Setelah sekian lama menyimpan dendan dan penasaran. Akhirnya kemaren kesampaian menikmati kuliner rekomendasi Pak DI, Sate Cempe Lemu Tegal. Baru tahu ternyata cabangnya ada banyak. Saya justru menuju yang paling jauh dari pintu Tol Tegal. Tapi tempatnya sepertinya malah yang paling bagus dibanding yang lain. Dan yang paling penting satenya memang joss. Harga ya yang sedikit internasional tertutup oleh juicy dan creamy nya potongan daging tebal, besar dan empuk lima u. Istri yang tidak doyan daging kambing langsung merevisi preferensi seleranya mulai hari itu. InsyaAllah akan kembali lagi, tapi nyari yang lebih dekat pintu tol.
Juve Zhang
@AgusS3.....Iran itu satu bangsa yg beda Persia Bukan Arab dan tercerdas artinya dikawasan timur tengah paling disegani Israel ..dan Amerika....mampu buat nuklir walaupun digencet terus menerus....Iran meluncurkan Satelit ke Angkasa di Wilayah Rusia dan Wilayah Iran.... kecerdasan IRan kalau gak salah lima besar di Asia.... Arab tidak secerdas bangsa Persia....suka atau tidak begitu lah kata para ahli dan nyata nyata memang mampu buat drone Shaheb dll...rudal nya juga buat repot Israel....sampai kemarin Israel mau bantu air tapi gak ditanggapi Iran.....Iran bergaul erat dengan Rusia dan Tiongkok dua kekuatan dunia....makanya dari pergaulan bisnis ekonomi ke militer.... Pesawat Jet tempur J10C Tiongkok dibeli Iran pun Sukhoi Rusia dibeli Iran .... kecerdasan otak bangsa Persia diakui dunia....ada nomor ranking nya yg jelas bukan no.sepatu bos CHDI itu sih Amsiong
Liáng - βιολί ζήτα
Harapan saya..... ● CHDI bersikap netral. ● Tidak mencuri start kampanye Pilpres yang akan datang !! ● Tidak menggiring opini publik seolah-olah kalau punya Pemimpin berusia muda adalah kebanggaan !! ● Bukankah kebanggaan itu kalau tingkat pengangguran tenaga kerja produktif bisa teratasi, pendapatan masyarakat meningkat, akses terhadap sarana pendidikan dan kesehatan lebih terjangkau ?? ● Mengapa pada point ke-2 di atas sama sekali tidak disinggung kinerjanya, padahal Abah berada dalam kondisi "LEBIH BANGGA" ?? ● Sedangkan pada kondisi "BANGGA" saja - Abah dapat menunjukkan bahwa "Zohran punya program mewah di bidang transportasi : menggratiskan bus kota dan kereta bawah tanah untuk golongan bawah." Ayo..... Abah mau berkelit bagaimana ?? Wkwkwkwkwk..... [2/2].
Liáng - βιολί ζήτα
"bangga - lebih bangga - sangat bangga" tulisan CHDI hari ini sepertinya ada "pesan sponsor"..... wkwkwkwkwk..... Bukan main. Pemuda usia 34 tahun sudah bisa jadi wali kota di kota terbesar di dunia –termasuk kekuatan ekonominya. Untung kita tidak kalah: punya juga pemuda berumur segitu yang bahkan jadi wakil presiden. (Dahlan Iskan) Nah ketahuan, apa yang ada di pikiran Abah DI..... ayo ngaku Abah..... wkwkwkwkwk..... Logika sederhananya begini..... kita uraikan saja : 1) Abah "BANGGA" terhadap Pemuda berusia 34 tahun yang menjadi Walikota di kota terbesar di dunia - termasuk kekuatan ekonominya. 2) Ternyata, Abah "LEBIH BANGGA" dengan menuliskan - untung kita tidak kalah : punya juga pemuda berumur segitu yang bahkan jadi Wakil Presiden. 3) Secara tidak langsung - itu bisa diartikan : Abah akan "SANGAT BANGGA" apalagi kalau pemuda berumur segitu jadi Presiden. [1/2]
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 148
Silahkan login untuk berkomentar